Spesifikasi Lengkap Xiaomi Redmi Band 4: Layar 60Hz dan Tahan Air 5 ATM
TEKNOLOGIPasar perangkat wearable kembali memanas dengan kehadiran pemain baru dari raksasa teknologi asal Tiongkok. Xiaomi secara resmi memperkenalkan suksesor dari lini produk terlarisnya, yakni Xiaomi Redmi Band 4. Peluncuran ini berlangsung di China pada Selasa, 20 Oktober 2026, menandai evolusi signifikan dari Redmi Band 3 yang pertama kali muncul pada tahun 2024.
Sebagai penerus yang ditunggu-tunggu, perangkat ini membawa sejumlah pembaruan fundamental. Fokus utama pengembangan kali ini terletak pada efisiensi daya dan kelancaran antarmuka pengguna. Xiaomi mengklaim smartband ini mampu bertahan hingga 21 hari dalam sekali pengecasan penuh.
Angka ini merupakan peningkatan nyata dibandingkan pendahulunya yang hanya menawarkan daya tahan sekitar 18 hari. Selain performa baterai, tim desain Xiaomi juga menyuntikkan penyegaran pada aspek estetika dan material bangunan perangkat. Meskipun sekilas tampilannya masih mempertahankan DNA keluarga Redmi Band, detail penyempurnaan di dalamnya sangat terasa.
Desain Premium dengan Layar 60Hz yang Responsif
Xiaomi Redmi Band 4 tampil dengan konstruksi yang jauh lebih kokoh dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat ini mengadopsi bingkai yang menyerupai logam dengan desain unibody yang elegan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan nilai estetika, tetapi juga memperkuat ketahanan fisik perangkat terhadap benturan ringan.
Layar utama menjadi sorotan utama dalam pembaruan desain ini. Panel tampilan kini dilindungi oleh kaca melengkung 2.5D yang memberikan kesan premium dan nyaman di pergelangan tangan. Ukuran layar diperluas menjadi 1,47 inci, memberikan ruang visual yang lebih lega untuk membaca notifikasi atau data kesehatan.
Lebih jauh lagi, Xiaomi menanamkan refresh rate 60 Hz pada panel ini. Fitur ini memastikan setiap animasi, transisi menu, dan respons sentuhan terasa sangat mulus. Pengalaman pengguna menjadi jauh lebih responsif, menghilangkan kesan patah-patah yang sering ditemui pada smartband entry-level.
Bagian strap atau tali jam juga mengalami perombakan fungsional. Xiaomi menggunakan mekanisme pin yang dirancang khusus agar gelang tetap terpasang dengan aman. Hal ini sangat krusial saat pengguna melakukan aktivitas olahraga intensif. Selain itu, permukaan strap kini dihiasi dengan tekstur bergaris vertikal, menggantikan desain polos yang membosankan pada model sebelumnya.
Revolusi Daya Tahan Baterai dan Manajemen Daya
Salah satu nilai jual utama Xiaomi Redmi Band 4 terletak pada kapasitas baterainya yang masif. Dalam kondisi penggunaan normal, perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 21 hari tanpa perlu menyentuh charger.
Namun, pengguna perlu memahami konteks penggunaan nyata. Klaim 21 hari tersebut berlaku ketika fitur pemantauan kesehatan berjalan dalam mode standar. Ketika pengguna mengaktifkan pemantauan rutin secara intensif, seperti detak jantung real-time dan pelacakan tidur mendetail, daya tahan baterai akan menyesuaikan.
Dalam skenario penggunaan berat tersebut, baterai smartband ini diperkirakan hanya mampu bertahan hingga delapan hari. Meskipun demikian, angka delapan hari tetap tergolong sangat impresif untuk perangkat sekelas ini. Pengguna tidak perlu lagi membawa charger setiap kali bepergian singkat.
Fitur Kesehatan dan Kebugaran yang Komprehensif
Xiaomi melengkapi Redmi Band 4 dengan ekosistem sensor kesehatan yang matang untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Perangkat ini dibekali kemampuan pemantauan tingkat stres sepanjang hari. Fitur ini membantu pengguna mengelola kesehatan mental di tengah kesibukan kerja.
Sensor detak jantung dan pemantau kadar oksigen dalam darah (SpO2) juga hadir untuk memberikan gambaran holistik tentang kondisi kardiovaskular pengguna. Data ini disajikan secara real-time melalui aplikasi pendamping di smartphone.
Selain itu, kualitas tidur pengguna akan dilacak secara otomatis setiap malam. Xiaomi juga menyertakan pelacak kesehatan perempuan yang dapat memprediksi siklus menstruasi dan masa subur. Kombinasi fitur-fitur inilah yang secara aktif mengonsumsi daya baterai, namun memberikan nilai kesehatan yang sangat tinggi.
Untuk para atlet amatir maupun profesional, Redmi Band 4 mendukung hingga 50 mode olahraga. Pengguna dapat memilih berbagai aktivitas, mulai dari lari, bersepeda, hingga tenis meja. Setiap mode akan merekam metrik spesifik seperti jarak, kalori, dan detak jantung rata-rata selama sesi latihan berlangsung.
Ketahanan Air dan Fungsionalitas Harian
Daya tahan perangkat terhadap elemen air menjadi pertimbangan penting bagi pengguna aktif. Xiaomi Redmi Band 4 memiliki sertifikasi ketahanan air 5 ATM. Ini berarti perangkat aman digunakan untuk beraktivitas di perairan dangkal.
Pengguna dapat dengan percaya diri memakai smartband ini saat berenang di kolam renang atau berjalan di area pantai. Namun, perangkat ini tidak direkomendasikan untuk kegiatan menyelam dalam atau mandi air panas yang uapnya dapat merusak seal karet perangkat.
Di luar aktivitas olahraga, fungsionalitas harian tetap menjadi prioritas. Perangkat ini mampu menampilkan notifikasi pesan dari aplikasi populer, mengatur alarm getar, dan menawarkan berbagai pilihan tampilan jam atau watch face yang dapat dikustomisasi.
Bagi pengguna di pasar China, Redmi Band 4 juga mendukung fitur pembayaran nirkabel. Pengguna dapat memindai kode QR untuk transaksi melalui WeChat Pay dan Alipay langsung dari pergelangan tangan. Sayangnya, Xiaomi memutuskan untuk tidak menyertakan fitur NFC pada generasi ini, berbeda dengan pendahulunya yang memiliki kemampuan tersebut.
Harga dan Proyeksi Ketersediaan di Indonesia
Xiaomi Redmi Band 4 saat ini baru tersedia di pasar China dengan banderol harga 169 yuan. Jika dikonversikan, harga tersebut setara dengan sekitar Rp450.000.
Angka ini menunjukkan kenaikan harga yang sedikit dibandingkan dengan Redmi Band 3. Pendahulunya dipatok sebesar 159 yuan atau sekitar Rp420.000 saat diluncurkan perdana. Kenaikan harga ini sebanding dengan peningkatan spesifikasi layar dan material bangunan yang lebih premium.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai tanggal peluncuran perangkat ini di pasar global, termasuk Indonesia. Namun, melihat rekam jejak Xiaomi yang konsisten membawa lini Redmi Band ke Tanah Air, kemungkinan besar perangkat ini akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.
Analisis Akhir: Posisi Redmi Band 4 di Pasar Wearable 2026
Kehadiran Xiaomi Redmi Band 4 menegaskan dominasi perusahaan dalam segmen wearable device kelas entry-level. Pembaruan pada refresh rate layar menjadi 60Hz dan desain unibody memberikan pengalaman pengguna yang sebelumnya hanya ditemukan pada perangkat dengan harga dua kali lipat.
Meskipun ketiadaan fitur NFC menjadi catatan kecil bagi pengguna yang mengandalkan pembayaran tap-to-pay, kompensasi berupa daya tahan baterai yang luar biasa dan sensor kesehatan yang komprehensif tetap menjadi nilai jual utama.
Dengan harga yang sangat kompetitif, perangkat ini memaksa kompetitor untuk meningkatkan standar spesifikasi di kelas harganya. Bagi konsumen yang mencari pelacak kebugaran andal tanpa harus menguras dompet, Xiaomi Redmi Band 4 menawarkan paket lengkap yang sulit ditolak. Pasar wearable Indonesia tentu akan menyambut hangat kehadiran perangkat ini jika segera dirilis secara resmi.












