Kegiatan Yang Disunahkan Untuk Dilakukan Sebelum Tidur

Kegiatan Yang Disunahkan Untuk Dilakukan Sebelum Tidur

Agar tidur kita lebih nyaman dan menjadi suatu ibadah yang diridhai Allah SWT, alangkah baiknya kita mengamalkan beberapa amalan atau kegiatan berikut ini sebelum tidur, dan membaca dzikir yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW. Menurut Imam Nawawi, ulama yang berasal dari Damaskus menjelaskan pada kitabnya yang berjudul Al-Adzkar, jika ada amalan dan dzikir yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum kita tidur. Mau Tau apa saja ? Berikut perincianya

Kegiatan Yang Disunahkan Untuk Dilakukan Sebelum Tidur

amalan sebelum tidur

Pertama, Berwudhu sebelum tidur, sehingga saat tidur kita dalam keadaan suci, tidak berhadast. Hal ini berdasakan hadist sahih bukhori (6311) dan muslim (2710) dari al-Bara'.

Kedua, Membersihkan tempat tidur, minimal dengan mengibasnya dengan sarung atau kain lain sebanyak 3 kali dengan membaca doa berikut ini :

بِاسِمَكَ رَبي وَضَعْتُ جَنْبي، وبك أرفعُهُ ، إنْ أَمْسكْتَ نَفْسي فارْحَمْها ، وإنْ أرْسَلتَها فَاحْفَظْها بما تَحْفظُ به عِبادَك الصالحينَ

Hal tersebut dilakukan karena kita tidak tahu apa yang terjadi di tempat tidur kita ketika kita tinggalkan. Maka dari itu, dianjurkan untuk membersihkan dahulu. Berdasarkan Hadist dalam sahih bukhori (6320) dan muslim (2714) dari Abu Hurayrah.

Ketiga, berbaring dengan memiringkan badan ke kanan. Berdasarkan Hadist pada sahih bukhari (6311)

Keempat, membaca dzikir al-muawwidzaat, yaitu surat al-ikhlas, al-falaq dan surat Annas, kemudian meniupnya ke telapak tangan lalu mengusapnya ke kepala, wajah dan badan kita. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali. Berdasarkan Hadist sahih bukhori (5416) dan muslim (5017) dari Aisyah.

Kelima, Membaca dua ayat terkahir surat AlBaqarah. Berdasarkan Hadis dalam kita sahih bukhari (4008) dan muslim (807) dari Abu Mas'ud

Keenam, Membaca ayat kursi. Dengan membaca ayat kursi maka selama terlelap tidur kita dalam penjagaan Allah SWT dan tidak terganggu dari gangguan setan. Berdasarkan hadis sahih bukhari (5010) dari Abu Hurayrah/

Ketujuh, membaca surat al-kafirun. Dengan membaca surat tersebut kita akan terhindar dari segala sesuatu yang membuat kita menjadi syirik. Berdasarkan hadis sahih dalam kitab sunan abi dawud (5055) dari Abu Nawfal Al-Asyja'i

Kedelapan, membaca di antara do’a-do’a sebelum tidur berikut:
باسْمِك اللَّهمَّ أحيا وأمُوتُ
أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ
اللَّهمَّ إِني أَعُوذ بِوَجهكَ الكريم ، وبِكلماتِكَ التَّامَّات من شَرِّ كل دابَّة أنت آخِذٌ بناصِيَتها ، اللَّهمَّ أنت تَكْشِفُ المَغْرَمَ والمأْثم ، اللَّهم لا يُهْزَمُ جُندُكَ  ولا يُخْلَفُ وعدُك ، ولا يَنفعُ ذَا الجَدِّ منك الجَدُّ ، سبحانك اللَّهمَّ وبِحَمدِكَ 
اللَّهمَّ أسْلَمْتُ نَفْسي إليك ، ووجَّهْتُ وَجهِي إِلَيْكَ ، وفوَّضْتُ أَمْرِي إليك ، وألجَأْتُ ظَهْري إليك، رَغْبة ورَهْبة إليك ، لا مَلْجأ ، ولا مَنْجَا مِنْكَ إِلاَ إليك ، آمنتُ بِكِتَابِكَ الذي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّك الذي أَرْسَلتَ ، فإنكَ إنْ مُتَّ في لَيْلَتِك مُتَّ على الفِطْرَةِ ، فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ
اللَّهمَّ ربَّ السماواتِ وربَّ الأرضِ، وربَّ العَرْشِ العظيم، وربَّ كُلِّ شيء، فالِقَ الحَبِّ والنَّوَى ، مُنْزِلَ التَّوراةِ ، والإِنْجِيل ، والقرآن ، أَعُوذ بك مِن شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أنتَ آخِذٌ بِناصيتها ، اللهم أَنت الأولُ فَلَيْسَ قبلك شيء، وأنت الآخِرُ فليس بَعدَك شيء، وأنت الظَّاهِرُ فليس فوْقَك شيء، وأَنتَ الباطِنُ فَلَيْسَ دُونَك شَيء 

Amalan dan dzikir yang terdapat pada hadist - hadist diatas sudah dipilih dan dihimpun oleh imam Nawawi dalam kitabnya berdasarkan aspek keutamaan untuk mengmalkannya. Kemudian dianjurkan untuk membaca dan melaksanakan keseluruhan, jika merasa berat maka semampunya. semoga bermanfaat. Wallahu a'lam,
Pijakan Dalil Qunut Witir Pada Pertengahan Akhir Bulan Ramadhan

Pijakan Dalil Qunut Witir Pada Pertengahan Akhir Bulan Ramadhan

Pertama mari kita mulai dengan Makna Qunut Dalam Al-Quran

Sebagai pembuka pada tulisan kali ini, mari kita mulai dengan menjelaskan terlebih dahulu dengan perbedaan ulama dalam memahami makna ‘Qunut”. Qunut terambil dari derivasi kata “ qanata-yaqunut” dalam mu’jam al- Wasith berarti “ taat kepada Allah serta khusu’  dalam ibadah kepada-Nya”. Ada juga pakar bahasa yang memaknai dengan  “perilaku yang konsisten” ( al-Dawam’ala sya’i) sebagaimana para ulama lainnya ada juga yang memaknai qunut dengan “ memankangkan bacaan dan doa dalam shalat”.

Pijakan Dalil Qunut Witir Pada Pertengahan Akhir Bulan Ramadhan

Ragam makna tentang qunnut ini memiliki perbedaan yang tidak begitu jauh satu dengan yang lain. Apabila kita mau beranjak kepada kitab-kitan tafsir klasik maupun kontemporer dan mencari penafsiran kata yang senada dengan qunut. qânitîn (Qs al-Baqarah:238), qânitan (Qs al-Nahal:120), qânitât (Qs al-Nisa:34) qânitun (Qs al-Zumar:9) penafsirannya juga tidak jauh berbeda dengan yang telah dipaparkan diatas.


Nah terkait dengan qunut sholat witir disaat pertengahan bulan Ramadhan, mungkin ada sebagian orang yang bertanya-tanya, mengapa qunut witir hanya ada pada pertengahan akhir bulan ramadhan ? mengapa tidak dibaca mulai dari awal bulan ramadhan? Pertanyaan tersebut mungkin saja karena unsur ketidaktahuan bahwa diluar sana ada juga yang tidak sama sekali membaca qunut witir, ada pula yang selama bulan ramadhan selalu membaca qunut witir. Berikut sedikit penjelasan dari pendapat beberapa ahli ulama berserta dalil yang dijadikan pijakan oleh masing masing pendapat.

Hadist dan atsar shabat

Pertama hadist riwayat Imam Tarmidzi (w.279 h) dari Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma


عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الوِتْرِ: «اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Rasulullah Saw mengajarkanku kalimat yang aku baca ketika (shalat) witir “Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku keselamatan, sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan, Jadilah wali bagiku, sebagaimana Engkau telah menjadi wali bagi hamba-Mu yang Engkau kehendaki, dan berkahilah aku terhadap apa yang Kau berikan padaku, dan lindungilah aku dari keburukan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menjatuhkan ketetapan untuk-Mu, Sesungguhnya tidak akan terhina orang Engkau jadikan wali-Mu, Maha Mulia Engkau wahai Rab kami, dan Maha Tinggi”

Menurut Imam Tirmidzi inikualitasnya hasam, redaksi hadist ini diriwayatkan pula oleh imam Abi Daud (w.275 h), Imam Nasa’i (w.303 h), dan Imam Ibnu Majah (w.275 h).

Menurut artikel yang dikutip dari majalah nabawi, perbedaan waktu quut witir ini bertitiktumpu pada hadist ini, karena bersifat mutlak, tidak ada batasan dan keterangan secara rinci di bulan apa qunut pada shalat witir itu dibaca. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa sahabat Abdullah Ibn Mas’ud (w 32 h)  menjadikan hadis ini sebagai pijakan adanya qunut pada shalat witir di sepanjang tahun, pendapat ini juga dipegang oleh Imam Abi Hanifah (w150 h) dan para pengikutnya Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 h)

Berbeda dengan Imam Syafi’I (w.204 h) dan pengkutnya (syafi’iyah) yang memiliki pendapat bahwa qunut witir hanya berlaku pada pertengahan terakhir bulan ramadhan saja, pendapat tersebut berdasarkan pada riwayat dari Ali bin Abi Thalib (w.40 h) radhiyallahu ‘anhu

رُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَنَّهُ كَانَ لَا يَقْنُتُ إِلَّا فِي النِّصْفِ الآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنُتُ بَعْدَ الرُّكُوعِ

“diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwasanya beliau tidak melakukan qunut witir kecuali di pertengahan akhir bulan ramadhan, dan beliau qunut setelah ruku’ ”

Riwayat itu juga dicantumkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitabnya sunan tirmidzi beriringan dengan hadist yang telah dipaparkan diatas. Pendapat yang serupa dikatakan pula oleh penulis kitab ‘Aun al-Ma’bud, Syamsu al-Haq al-Adzim Abadi ahwa ulama Syafi’iyyah membatasi qunut witir hanya pada pertengahan terakhir saja di bulan ramadhan. Riwayat yang lain yang mendukung pendapat ulama bergelar nashir al-Sunnah itu, apa yang dikatakan oleh Imam Abi Daud dalam kitab sunannya. 

وقد روي أن أبيا كان يقنت فى النصف الآخر من شهر رمضان

Artinya

“telah diriwayatkan bahwa Ubay bin Ka’ab membacakan qunut hanya pada pertengahan terakhir di bulan ramadhan”

Berhubungan di Indonesia ini mayoritas penduduknya bermadzab syafi’I, maka yang diketahui masyarakat umum, qubut witir itu hanya ada pada pertengahan terakhir bulan ramdahan saja. Namun bagaimanapun juga, kita juga tetap harus menghormati dan menghargai pendapat satu sama lain. Karena masing-masing pendapat memiliki pijakan dalilnya tersendiri, dan jangan sampai pula berbeda dengan pendapat mayoritas masyarakat setempat hanya ingin mencari sensai saja.

Lafadz Qunut Witir

Adapun lafadz qunut witir sebagaimana riwayat Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma
Yang telah disebutkan di atas

االلَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.

Imam Ibnu Rusyd dalam kitabnya bidayah al-Mujtahid menyebutkan bahwa Imam Malik menganjurkan agar membaca doa ini pada qunut witir


الّلهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنَسْتَهْدِيْكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْنَعُ لَكَ، وَنُخَالِعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَكْفُرُكَ، الّلهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفَدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ، وَنَخَافُ عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالكُفَّارِ مُلْحَقٌ
Inilah Bebrapa Waktu Istimewa Untuk Berdoa

Inilah Bebrapa Waktu Istimewa Untuk Berdoa

RosidBlog - Sungguh indah keajaiban doa. Berbisik di lantai tika bersujud, namun dapat didengari sampai ke langit. Kita diberi kelebihan doa sebagai tempat meminta apa yang sering dihajati di dalam hati. Dan sesungguhnya Allah saja apa yang tahu apa yang terkandung di dalam hati kita dan Dia jualah yang menentukan perkara terbaik untuk kita.
Sebagai seorang Muslim, kita perlu percaya dan bersangka baik kepada Allah dengan segala ketentuan dan rezeki yang dilimpahkan. Waktu mustajab yang dikurniakan oleh Allah kepada hamba-hambaNya perlu dimanfaatkan dengan taat agar segala cita-cita yang dihajati terkabul.


Kemungkinan belum terkabulnya semua doa yang kita panjatkan karena mungkin belum saatnya kita mendapatkannya sekarang. Allah tahu yang mana kamu butuhkan dan yang hanya harapkan. jadi berbaik sangkalah kepadanya. Perbanyaklah meminta dan berdoa kepada Allah.

Doa adalah kewajiban bagi setiap muslim, Doa mencerminkan bahwa kamu adalah sosok yang rendah dihadapannya. Allah sangat menyukai hambanya yang berdoa. Maka, sangatlah rugi jika kita melewatkan untuk berdoa dan meminta karena kita akan termasuk hamba yang sombong.

Waktu Pertengahan Malam Terakhir
Waktu pertama adalah saat pertengahan malam terakhir. mungkin diantara kita sangat sulit untuk bangun tengah malam. Namun jika kamu mengetahui bahwa dipertengahan malam disetiap malamnya, Allah SWT meninggalkan Arsy dan turun kemuka bumi. hal ini diperkuat dengan dalil yang berbunyi

Allah SWT akan turun kebumi di sepertiga malam terakhir dan berkata "Barang siapa yg berdoa, maka akan ku kabulkan, barang siapa yg memohon pasti akan aku perkenankan dan barang siapa yg meminta ampun, pasti aku mengampuni-nya" ( HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Abi ‘Ashim ).

Rasulullah saw bersabda. Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”. ( HR. Ibnu Majah)

Waktu Setelah Sholat Wajib
Waktu kedua adalah ketika selasasi melakukan ibadah sholat fardhu. tidak jarang kita sering mengabaikan pentingnya berdoa setelah shalat fardhu. namun salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah ketika selesai sholat, hal ini diperkuat denga dalil yang berbunyi. 

Dari Abu Umamah ra, sesungguhnya Rasulullah saw ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah swt, beliau menjawab. Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu. ( HR. Tirmidzi )

Waktu Antara Azan Dan Iqamah

Apabila terdengar azan berkumandang, segeralah membersihkan diri untuk bersiap menghadap Yang Maha Esa. Allah amat menyenangi hambaNya yang meninggalkan segala hal keduniaan dan mematuhi seruan dariNya sejurus tiba waktu.

Ketika azan berkumandang, pintu langit terbuka dan doa mudah dimakbulkan bagi hamba yang taat. Allah turut mengurniakan waktu istimewa untuk hambaNya yang berdoa pada awal waktu solat iaitu antara azan dan laungan iqamah.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud “Doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak” (Hadis Riwayat At Tirmidzi dan Abu Daud)


Waktu Malam Lailatul Qadar
Waktu ketiga adalah pada malam Lailatul Qadar, Malam yang lebih mulia dari seribu bulan ini terjadi pada 10 malam terakhir dibulan ramadhan. Akan tetapi, Allah menyembunyikan kapan waktu malam Lailatul Qadar, Allah hanya mengisyaratkan malam tersebut terjadi di 10 malam terakhir dibulan puasa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. ( Qs. Al-Qadr 97: 3-5 )

Imam Asy-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56)

Ketika Bersujud dlm Sholat
Waktu kedelapan adalah ketika bersujud dalam sholat. hal ini diperkuat dengan dalil yang berbunyi.

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda. Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. ( HR. Muslim )

Dalam riwayat lain.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Yang paling dekat seorang hamba pada Rabbnya ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah kalianlah berdoa. ( HR. Muslim, Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad )
  

Semasa Hujan Turun

Waktu hujan turun membasahi bumi bukan sahaja dapat menyirami tumbuhan dan menyejukkan bumi yang kering. Waktu ini juga Allah cipta untuk hambaNya berdoa supaya dapat dikabulkan.

Hujan yang turun turut disertai dengan rezeki dan rahmat bagi hambaNya yang taat dan tidak putus-putus berdoa. 

Satu hadis sahih membuktikan bahawa waktu tersebut doa mudah dimakbulkan.

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud “Doa tidak tertolak pada 2 waktu, iaitu ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun.” (Hadis Riwayat Al Hakim)

2 Waktu Pada Hari Jumaat

Hari Jumaat adalah hari yang istimewa di sisi Allah. Hari yang juga dikenali sebagai ‘Sayyidul Ayyam’ atau penghulu segala hari merupakan hari yang diwajibkan untuk mengerjakan Solat Jumaat bagi lelaki dan amalan sunat seperti membaca Surah Al-Kahfi serta memperbanyakan zikir-zikir lain.

Rasulullah SAW pernah membicarakan tentang hari Jumaat dalam sebuah hadis sahih di mana Baginda bersabda:
“Hari Jumaat ada 12 jam yang mana tiada seorang hamba muslim berdoa padanya kecuali akan diberikan (dimakbulkan), maka carilah ia di hujung waktu selepas Asar.” (Hadis Riwayat Abu Daud)


Ketika Waktu Sahur Dan Berbuka Puasa

Ibadah puasa merupakan benteng untuk menahan nafsu serta menjadikan mukmin lebih tawadhuk dengan merasakan keperitan orang yang sering berlapar. Selain kelebihannya pada aspek kesihatan, orang yang berpuasa juga mempunyai kelebihan yang lain seperti dapat dimakbulkan doa yang diminta pada Allah pada dua waktu utama iaitu ketika bersahur dan berbuka.

Sesuai dengan hadis yang dikemukakan tentang keajaiban waktu terakhir sepertiga malam, waktu sahur juga tergolong dalam waktu mustajab itu. Oleh itu banyakkan berdoa dan berzikir sambil bersahur sehingga masuknya waktu solat fardhu Subuh. Setelah penat seharian berpuasa, Allah mengurniakan satu lagi waktu mustajab untuk orang berpuasa memanjatkan doa kepadaNya.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud : “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang dizalimi.” (Hadis Riwayat At Tirmidzi)

Berdoa pada waktu-waktu mustajab merupakan cara kita berusaha untuk mendapatkan keridhoan serta kejayaan dunia dan akhirat dari Ilahi. Di samping itu, rajinlah juga berdoa kepada Allah pada setiap masa, tanpa hanya menunggu waktu-waktu yang disebutkan di atas ini kerana Allah Maha Mendengar dan Maha Mengasihi setiap hambaNya.
Semoga amalan kita yang berterusan dapat diterima di sisi Allah dan dapat mempersiapkan diri kembali bertemu denganNya dengan timbangan amal yang cukup.





DOA HARI ARAFAH DAN DZIKIR YANG TERBAIK

DOA HARI ARAFAH DAN DZIKIR YANG TERBAIK

DOA HARI ARAFAH DAN DZIKIR YANG TERBAIK


                             

    
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah, dan sebaik-baik dzikir yang aku ucapkan dan juga diucapkan para nabi sebelumku adalah,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syaiin Qodiir” (Tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang satu saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kekuasaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu).” [HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 1536]

📝 #BEBERAPA_PELAJARAN:

1) Doa di hari Arafah adalah yang paling afdhal, karena pahalanya paling besar dan terkabulnya paling cepat.

2) Diantara adab berdoa adalah memuji Allah ta’ala, dan sebaik-baik pujian kepada Allah ta’ala adalah dzikir terbaik yang disebutkan dalam hadits yang mulia ini.

3) Bisa jadi pula doa yang dimaksud untuk dibaca di hari Arafah adalah dzikir tersebut, hal itu didukung dengan satu riwayat Al-Imam Ahmad dari ‘Amr bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya:

كان أكثر دعاء النبي صلى الله عليه وسلم يوم عرفة لا إله إلا الله

“Kebanyakan doa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di hari Arafah adalah: Laa ilaaha illallah (Tidak ada yang berhak disembah selain Allah).”

Al-Husain bin Al-Hasan Al-Marudzi rahimahullah berkata,

سألت سفيان بن عيينة عن أفضل الدعاء يوم عرفة فقال : لا إله إلا الله

“Aku bertanya kepada Sufyan bin ‘Uyainah tentang doa yang paling afdhal di hari Arafah. Beliau berkata: Laa ilaaha illallah (Tidak ada yang berhak disembah selain Allah).” [Mir’atul Mafatih, 9/140]

4) Dzikir tersebut adalah dzikir yang paling afdhal karena mengandung tauhid, memurnikan ibadah hanya kepada Allah ta’ala dan menafikan semua bentuk ibadah kepada selain-Nya, sedang tauhid adalah kewajiban hamba terbesar dan amalan yang paling dicintai Allah ta'ala.

5) Pelajaran terbesar dari ibadah hari Arafah dan ibadah haji, bahkan dari seluruh ibadah adalah peringatan bagi setiap hamba untuk senantiasa beribadah hanya kepada Allah ta’ala yang satu saja, tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.

📚 [Disarikan dari Tuhfatul Ahwadzi (Syarah Hadits: 3509) dan Mir’atul Mafatih (9/140)]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Amalan Bagi Yang Tidak Bisa Berqurban

Amalan Bagi Yang Tidak Bisa Berqurban

Amalan Bagi Yang Tidak Bisa Berqurban

ㅤㅤ
Dari Ummu Haani radhiyallahu 'anha, ia berkata :

أتيتُ إلى رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ ، فقُلتُ : يا رسولَ اللَّهِ ، دُلَّني على عملٍ فإنِّي قد كَبِرْتُ وضعفتُ وبدَّنتُ ، فقالَ : كبِّري اللَّهَ مائةَ مرَّةٍ ، واحمَدي اللَّهَ مائةَ مرَّةٍ ، وسبِّحي اللَّهَ مائةَ مرَّةٍ خيرٌ من مائةِ فرَسٍ مُلجَمٍ مُسرَجٍ في سبيلِ اللَّهِ ، وخيرٌ من مائةِ بدَنةٍ ، وخيرٌ من مائةِ رقب

"Aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku berkata : "Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku satu amalan, karena sesungguhnya diriku telah menginjak usia tua, dan badanku sudah mulai lemah. Maka berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Bertakbirlah 100 x, bertahmidlah 100 x, bertasbihlah 100 x. Sesungguhnya pahala dari kalimat tersebut lebih baik dibandingkan mempersiapkan 100 kuda pilihan untuk jihad di jalan Allah, dan lebih baik dibandingkan dengan (MENYEMBELIH) 100 ekor unta lalu dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, serta lebih baik dibandingkan membebaskan 100 budak" (HR. Ibnu Majah no. 3810, hasan, lihat Shahih Ibnu Majah no. 3087 dan Silsilah ash-Shahiihah no. 1316)


✍ Al-Ustâdz Najmi Umar Bakkar


[Penulis Buku : • 100 Kiat bagi Orang Tua agar Anak -Insya Allah- jadi Shalih dan Shalihah, Penerbit Perisai Qur'an• 50 Sebab Do'a Tidak Terkabul, Penerbit Perisai Qur'an• 50 Kiat agar Cinta Suami kepada Istri Semakin Dahsyat, Penerbit Cahaya As-Sunnah] ㅤ
Cahaya Sunnah
↪ Join : https://t.me/najmiumar



♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam
🌐 TG Channel : @DakwahFiqih

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.


"TIGA DOA" Jangan Engkau Lupakan Dalam Sujudmu

"TIGA DOA" Jangan Engkau Lupakan Dalam Sujudmu

"TIGA DOA"

Jangan Engkau Lupakan Dalam Sujudmu


01. Mintalah diwafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah
١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة.

Allahumma inni as'aluka Husnul Khotimah.

Artinya :
"Yaa Allah... Aku meminta kepada-MU Husnul Khotimah."

02. Mintalah agar kita diberikan Kesempatan Taubat sebelum wafat

٢. اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت.

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal mauti.

Artinya : " Yaa Allah...Berilah aku rezeki Taubat Nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat."

03. Mintalah agar Hati kita ditetapkan di atas Agama-Nya.

٣. اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك.

Allahumma yaa Muqollibal Quluub tsabbit qolbii 'ala diinik.

Artinya: " Yaa Allah...Wahai Sang Pembolak Balik Hati.., Tetapkanlah Hatiku pada agama-MU ".

🌹🌹🌹
Apabila kita sebarkan DOA ini pada teman dan saudara kemudian kita berniat baik dengannya... semoga Allah SWT menjadikan mudah urusan-urusan kita.

آمـــــــــــين يا رب العَـــالَمِيْ
Bagaikan Unta yang Lepas dari Talinya

Bagaikan Unta yang Lepas dari Talinya

Bagaikan Unta yang Lepas dari Talinya



Ketika seorang hafizh Al Qur'an lupa terhadap ayat-ayat yg dahulu dia hafalkan, maka hal itu sering terjadi pada siapapun. Penyebabnya antara lain karena dia sudah jarang mentakrir, muraja'ah, mengulang ayat-ayat tersebut.

Karakter Al Qur'an memang demikian. Jika tidak diperhatikan ataupun ditakrir, dia akan cepat lepas dari ikatannya. Sama seperti seorang yg menambat unta di kandangnya. Jika tidak sering dilihat dia akan gampang lepas. Begitu kata nabi.  langkah terbaik adalah merajut kembali benang-benang kesepakatan bersama dengan
Al Qur'an yg telah putus. Bikinlah MoU baru dengan Al Qur'an. Ucapkan janji kesetiaan kepada Al Qur'an dengan mentakrirnya sesering mungkin. Al Qur'an tidak lagi gampang lepas darimu.

Janganlah kau bosan, jengkel apalagi putus asa untuk mengulangi kembali ayat-ayat yg dahulu kau lupakan. semakin kau ulangi, pahalamu pun semakin bertambah. Dirimu pun semakin dekat dengan Allah. Keikhlasanmu dalam merajut kembali benang yg terputus, akan menciptakan kenikmatan tersendiri. Bagai sepasang kekasih yg bertemu kembali setelah lama berpisah. Rajutkan dan kuatkan tali persahabatanmu dengan Al Qur'an sepanjang hidupmu, kau akan rasakan  bagaimana bahagianya hidup bersama Al Qur'an. (ASM).               
HATI-HATI DENGAN HUTANG

HATI-HATI DENGAN HUTANG

HATI-HATI DENGAN HUTANG






Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya (mati) dan dia terbebas dari tiga hal :

1. Sombong,
2. Ghulul / khianat, dan
3. Hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan seseorang yang berniat melunasi hutangnya,

Nabi ﷺ bersabda,

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدَّانُ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ إِلاَّ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ فِى الدُّنْيَا »

“Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah)

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan amal kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)

Jika amal baiknya habis, maka amal buruk orang yg dihutangi ia tanggung, namun jika tidak mencukupi juga, ia dijebloskan ke Nereka

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat untuk tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin melenyapkannya, maka Allah akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhori & Ibnu Majah)

Ya Allah bebaskan kami dari musibah hutang piutang

Baarakallahu fiikum..

Selamat beraktivitas


Oleh : Al-Ustâdz Aan Chandra Thalib El-Gharantaly (ACT El-Gharantaly)


• Instagram : @act_elgharantaly - https://www.instagram.com/act_elgharantaly
• Telegram : @actelgharantaly - https://t.me/actelgharantaly



♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam
🌐 TG Channel : @DakwahFiqih

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.
 Bolehkah Membaca Al-Quran sambil Tiduran?

Bolehkah Membaca Al-Quran sambil Tiduran?


Membaca Al-Quran sambil Tiduran






● Tanya:

Assalamualaikum, ustadz.
Apakah membaca Al-Quran dengan tiduran dibolehkan?
Apa ada hukumnya?
Terima kasih.


● Jawab:

Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

• Allah berfirman memuji orang yang rajin berdzikir dalam setiap kesempatan,

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ‏

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.” (QS. Ali Imran: 191).

• Allah juga memerintahkan kita untuk berdzikir dalam semua keadaan,

فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

“Apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. an-Nisa’: 103)

فالأمر في هذا واضح، وذكر الله يشمل القرآن ويشمل أنواع الذكر من التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير، فالله -جل وعلا- وسَّع الأمر

Perintahnya dalam ayat ini sangat jelas. Dzikrullah mencakup al-Quran dan mencakup semua bentuk dzikir, baik tasbih, tahlil, tahmid, maupun takbir. Allah Ta’ala memberi kelonggaran dalam masalah dzikir. (Fatawa Ibnu Baz – http://www.binbaz.org.sa/noor/2388)

• Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah membaca al-Quran sambil berbaring. Aisyah bercerita,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَتَّكِئُ فِى حَجْرِى وَأَنَا حَائِضٌ ، ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbaring di pangkuanku ketika aku sedang haid, lalu beliau membaca al-Quran. (HR. Bukhari 297 & Muslim 719)

• An-Nawawi mengatakan,

فيه جواز قراءة القرآن مضطجعا ومتكئاً

Hadis ini menunjukkan bolehnya membaca al-Quran sambil tiduran dan bersadar. (Syarh Shahih Muslim, 3/211).

Allahu a’lam.


Dijawab oleh Al-Ustâdz Ammi Nur Baits
(Dewan Pembina konsultasisyariah.com )
HIKMAH SEBUAH TERONG BUSUK

HIKMAH SEBUAH TERONG BUSUK

Selamat pagi gan.pada kesempatan kali ini, aku akan menulis tentang hikmah sebuah terong busuk. oke langsung saja .


Alkisah ada dua kakak beradik anak seorang tukang kebun yg mempunyai karakter berbeda, mereka diberi pilihan oleh ayahnya.

Sang Ayah menyuguhkan dua buah terong kepada kedua anaknya. Satu terong muda dan segar, sedang yg satu lagi terong tua dan busuk.

Sang Kakak langsung buru-buru mengambil terong muda dan segar lalu menyantapnya hingga habis.
Sementara adiknya tak bisa memilih lagi, ia harus menerima terong tua dan busuk.

Sang Adik mencoba merenungi keadaan ini. Ia selalu berpikir positif sambil berkata dalam hati ; _ini pasti ada hikmahnya_. Dipungutnya terong busuk itu dan ia pisahkan semua biji2nya lalu ia menanamnya.

Akhirnya biji2 terong itu tumbuh subur dan berbuah lebat hingga Sang Adik memiliki kebun terong yg luas. Sementara itu, si Kakak tidak memiliki apa-apa, bahkan kehidupannya kini ditanggung oleh adiknya.

Pesan Moral :

Umumnya manusia itu senang kalo menerima sesuatu yg baik,  perlakuan yg baik, pujian, sanjungan serta segala hal yg baik baik dan benci pada hal yg jelek, tak suka menerima hal yg jelek, celaan, kritikan, bahkan cenderung mengacuhkan pada semua hal-hal yg dianggapnya jelek.

Tapi.. tentu kita pernah mendengar kata bijak ''Hadiah istimewa tidak selalu terbungkus rapi dan indah''.

Inilah salah satu cara Allah SWT  memberikan kasih sayang pada hambaNya yg selalu bersyukur, bersabar dan berprasangka baik.

Meski awalnya pahit, namun pada akhirnya akan dirasakan manisnya yg berkepanjangan.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

*_” [Al-Baqarah : 216]_*"

Barokallah..!!!