Redmi Siapkan Dua HP Murah: Satu 5G, Satu 4G-Ini Bocorannya!
TEKNOLOGIXiaomi kembali menggoda pasar entry-level dengan dua perangkat Redmi baru yang baru saja terdeteksi di database IMEI GSMA. Berdasarkan analisis dari sumber tepercaya XimiTime, kedua perangkat ini muncul dengan codename internal “mist” dan “zephyr”, menandakan strategi ganda Xiaomi untuk menjangkau berbagai wilayah dengan kebutuhan jaringan yang berbeda.
Yang menarik, keduanya menggunakan chipset berbeda: satu dirancang khusus untuk pasar yang sudah matang dalam infrastruktur 5G seperti China dan India, sementara satunya lagi ditujukan untuk pasar global di mana 4G masih menjadi tulang punggung konektivitas seperti di Asia Tenggara, Afrika, Amerika Latin, dan sebagian Eropa.
Artikel ini mengupas tuntas identitas teknis, target pasar, spekulasi nama komersial, serta strategi harga dari dua perangkat yang diperkirakan akan diluncurkan pada musim panas 2025.
Codename “Mist”: Smartphone 5G untuk China dan India
Perangkat pertama, dengan codename “mist” (model P19), telah terdaftar dengan dua nomor model regional:
- 26021RN18C → untuk pasar Tiongkok
- 26021RN18I → untuk pasar India
Ini mengonfirmasi bahwa Xiaomi memang merancang perangkat ini secara eksklusif untuk dua negara dengan adopsi 5G paling agresif di dunia. Keduanya kini memiliki jaringan 5G yang luas, dan konsumen di sana mulai mengharapkan koneksi 5G bahkan di segmen harga terendah.
Spesifikasi Inti:
- Chipset: Qualcomm Snapdragon 4 Gen 4 5G
- Jaringan: 5G SA/NSA
- Target harga: $100–150 USD (sekitar Rp1,5–2,2 juta)
Chipset ini merupakan penerus dari Snapdragon 4 Gen 2, dengan peningkatan signifikan dalam efisiensi daya dan dukungan modem 5G terintegrasi tanpa biaya tambahan besar. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk HP murah yang tetap ingin menawarkan 5G.
Spekulasi Nama Komersial:
Berdasarkan pola penamaan historis Xiaomi, XimiTime menduga perangkat ini akan diluncurkan sebagai:
- Redmi Note 17R (di Tiongkok)
- Redmi 17 5G (di India)
- Atau bahkan sebagai POCO M8 Plus 5G di bawah sub-merek POCO
Namun, belum ada konfirmasi resmi semua masih dalam ranah spekulasi terinformasi.
Codename “Zephyr”: Ponsel 4G Global Tanpa Varian China/India
Berbeda dengan “mist”, perangkat kedua bernama “zephyr” (model P19A) tidak memiliki nomor model untuk China atau India. Sebaliknya, ia terdaftar dengan beberapa nomor model global, menunjukkan fokus penuh pada pasar internasional.
Spesifikasi Inti:
- Chipset: Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2
- Jaringan: 4G LTE saja
- Target harga: $100–150 USD
Snapdragon 6s Gen 2 adalah chip mid-range ringan yang menawarkan performa lebih baik daripada seri Snapdragon 4, namun tanpa modem 5G membuatnya lebih hemat biaya produksi. Ini cocok untuk wilayah di mana investasi 5G belum masuk akal secara ekonomi, tetapi pengguna tetap butuh performa lancar untuk media sosial, streaming, dan aplikasi sehari-hari.
Target Pasar:
- Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Vietnam)
- Afrika (Nigeria, Kenya, Afrika Selatan)
- Amerika Latin (Meksiko, Brasil, Kolombia)
- Eropa Timur & Selatan
Di banyak wilayah ini, 4G masih memberikan kecepatan memadai, dan konsumen lebih memprioritaskan daya tahan baterai, harga terjangkau, dan keandalan daripada fitur 5G yang belum dimanfaatkan optimal.
Spekulasi Nama Komersial:
Kemungkinan besar akan diluncurkan sebagai:
- POCO M9
- Atau Redmi 17 4G
Lagi-lagi, ini hanya prediksi berdasarkan tren penamaan bukan pengumuman resmi.
Apa yang Belum Diketahui?
Saat ini, database GSMA hanya mengonfirmasi keberadaan perangkat dan model number. Informasi lain seperti:
- Layar (resolusi, refresh rate)
- Kapasitas baterai
- Kecepatan pengisian daya
- Konfigurasi kamera
- Desain fisik
...masih belum tersedia. Chipset diketahui melalui analisis Mi Code, metode yang terbukti akurat dalam bocoran Xiaomi sebelumnya seperti pada seri Redmi Note 13 dan POCO X6.
Mengapa Strategi Split Ini Cerdas?
Xiaomi memahami bahwa dunia tidak seragam dalam adopsi teknologi. Di China dan India, operator telah membangun infrastruktur 5G secara masif, dan konsumen menganggap 5G sebagai standar baru bahkan di HP murah.
Namun, di banyak negara berkembang, biaya lisensi 5G, pajak impor, dan keterbatasan jaringan membuat ponsel 5G kurang relevan. Dengan memisahkan desain perangkat berdasarkan kebutuhan regional, Xiaomi bisa:
- Mengoptimalkan biaya produksi
- Menghindari fitur yang tidak digunakan
- Menjaga harga tetap kompetitif
Ini adalah pendekatan yang sama yang digunakan saat meluncurkan Redmi 12 5G (untuk India-China) dan Redmi 12 4G (untuk global) dan terbukti sukses besar.
Kapan Rilis Resminya?
Berdasarkan pola peluncuran Xiaomi, kedua perangkat ini kemungkinan besar akan diumumkan antara Juni–Agustus 2025. Biasanya, Xiaomi merilis seri entry-level di pertengahan tahun untuk mengejar musim belanja liburan dan back-to-school.
Kesimpulan: Dua Solusi, Satu Strategi
Dengan “mist” dan “zephyr”, Xiaomi menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika pasar global. Alih-alih memaksakan satu desain universal, perusahaan ini memilih fleksibilitas regional memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen di setiap wilayah.
Bagi konsumen Indonesia, kemungkinan besar kita akan mendapatkan versi “zephyr” yaitu ponsel 4G berbasis Snapdragon 6s Gen 2 dengan harga sekitar Rp1,6–1,9 juta. Sementara itu, pecinta 5G di India dan China akan menikmati versi yang lebih canggih, meski dengan harga sedikit lebih tinggi.
Satu hal pasti: musim panas 2025 akan jadi waktu yang menarik bagi penggemar HP murah dan Xiaomi sekali lagi berada di garis depan.


Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.