OnePlus Watch 4 Resmi Muncul: Titanium, Wear OS 6, Tapi Chip Lama!
TEKNOLOGITanpa press release, tanpa acara peluncuran megah, OnePlus diam-diam memperbarui lini smartwatch-nya. Di halaman produk resminya, OnePlus Watch 4 kini sudah terpampang jelas lengkap dengan spesifikasi teknis yang mengundang decak kagum sekaligus tanda tanya besar.
Dengan casing titanium alloy, sistem operasi terbaru Wear OS 6 berbasis Android 16, integrasi AI Gemini, dan klaim baterai hingga 16 hari, Watch 4 terlihat seperti langkah maju. Namun di balik kemewahan itu, ada satu keputusan yang membuat banyak pengamat teknologi mengernyit: chipset-nya tetap Snapdragon W5 sama persis dengan Watch 2 dan Watch 3.
Artikel ini mengupas tuntas desain, performa, fitur perangkat lunak, serta dilema strategis OnePlus dalam merilis generasi keempat smartwatch andalannya.
Desain Premium: Titanium, Tahan Banting, dan Siap untuk Petualangan Ekstrem
OnePlus Watch 4 tampil sebagai perangkat wearable paling premium yang pernah dibuat merek tersebut. Dimensinya 47,4 mm × 47,4 mm × 11 mm, dengan bobot hanya 43 gram (tanpa tali) ringan untuk ukuran casing logam.
Tersedia dalam dua varian warna:
- Evergreen Titanium – hijau metalik elegan
- Midnight Titanium – hitam pekat nan misterius
Layar 1,5 inci LTPO OLED dengan resolusi 466 × 466 piksel dilindungi oleh kaca Sapphire Crystal, menjadikannya tahan gores bahkan saat bersentuhan dengan permukaan kasar. Yang lebih mengesankan, kecerahan puncak mencapai 3.000 nits dalam mode olahraga cukup terang untuk tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung.
Perangkat ini juga dibangun untuk bertahan di kondisi ekstrem:
- Sertifikasi MIL-STD-810H (standar militer ketahanan guncangan, suhu, dan debu)
- Tahan air IP68, IP69, dan 5ATM – bisa digunakan berenang di laut
- Resistensi korosi air asin dan dukungan sentuh basah (wet-hand touch)
Jika Anda sering berada di luar ruangan, menyelam, atau sekadar hidup aktif, Watch 4 dirancang untuk tidak mengecewakan.
Baterai: Senjata Rahasia OnePlus yang Tak Tergoyahkan
Salah satu alasan utama orang memilih smartwatch OnePlus adalah daya tahan baterainya yang luar biasa dan Watch 4 mempertahankan tradisi itu dengan gagah.
Ditenagai baterai 646 mAh, perangkat ini menjanjikan:
- 3 hari pemakaian intensif (notifikasi, GPS, detak jantung aktif)
- 5 hari dalam mode smartwatch normal
- Hingga 16 hari dalam power saver mode
Sebagai perbandingan, Apple Watch Series 9 hanya bertahan 18–36 jam, sementara kebanyakan smartwatch Wear OS lainnya mentok di 2–3 hari. Ini adalah keunggulan kompetitif utama OnePlus dan mereka tahu itu.
Pengisian daya juga cepat: 0–100% dalam sekitar 75 menit, berkat dukungan pengisian cepat proprietary OnePlus.
Chipset Lama: Tiga Generasi Berturut-turut Pakai Snapdragon W5
Di sinilah kontroversi muncul.
Meski tampil sebagai “Watch 4”, perangkat ini masih menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon W5 Gen 1 yang pertama kali diperkenalkan pada 2023 dan dipakai di Watch 2 dan Watch 3. Bahkan co-processor BES 2800 pun tidak diganti.
Padahal, Qualcomm telah meluncurkan platform Snapdragon Wear Elite, yang menawarkan:
- Efisiensi daya lebih baik
- Dukungan AI on-device yang lebih kuat
- Performa grafis dan CPU lebih tinggi
Ketiadaan upgrade hardware ini menimbulkan pertanyaan: Apakah ini pembaruan nyata, atau sekadar facelift?
Dengan 2GB RAM dan 32GB penyimpanan internal, Watch 4 akan berjalan lancar untuk tugas sehari-hari. Tapi jika OnePlus mematok harga premium (di atas $350), konsumen berhak bertanya: “Di mana inovasinya?”
Wear OS 6 + Gemini: Lompatan Besar di Sisi Perangkat Lunak
Jika hardware-nya stagnan, software-nya justru melompat jauh ke depan.
OnePlus Watch 4 menjadi salah satu smartwatch pertama di dunia yang menjalankan Wear OS 6 berbasis Android 16, dilengkapi OxygenOS Watch 8 dan integrasi native Google Gemini.
Fitur AI ini memungkinkan pengguna:
- Mengirim pesan hanya dengan perintah suara (“Hey Google, balas ‘Aku sampai dalam 10 menit’”)
- Menanyakan informasi kontekstual (“Berapa kalori yang kubakar tadi pagi?”)
- Mengingat detail penting dari riwayat aktivitas dan kesehatan
Untuk penggemar kesehatan, Watch 4 menawarkan suite sensor lengkap:
- Detak jantung optik
- SpO₂ (tingkat oksigen darah)
- Suhu pergelangan tangan
- Analisis tidur mendalam
- Deteksi jatuh otomatis
- 100+ mode olahraga, termasuk renang, hiking, dan latihan HIIT
Ini bukan revolusi tapi semua kotak tercentang dengan presisi.
Harga dan Ketersediaan: Satu-Satunya Misteri yang Belum Terpecahkan
Hingga kini, OnePlus belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal rilis global. Namun, mengingat:
- Material titanium
- Sapphire Crystal
- Baterai besar
- Integrasi AI canggih
…kemungkinan besar harga akan naik dibanding Watch 3 yang dibanderol $349.
Jika harganya melebihi $400, Watch 4 akan bersaing langsung dengan Galaxy Watch 7 Ultra dan Garmin Fenix 8 yang menawarkan fitur navigasi lanjutan, sensor lebih akurat, dan ekosistem lebih matang.
Namun, jika OnePlus mempertahankan harga di kisaran $350, Watch 4 bisa menjadi pilihan terbaik untuk pengguna Android yang mengutamakan baterai dan desain premium.
Kesimpulan: Evolusi yang Terlalu Aman?
OnePlus Watch 4 adalah smartwatch yang sangat baik tapi bukan terobosan. Ia menawarkan desain mewah, baterai legendaris, dan software mutakhir, namun terjebak dalam siklus hardware yang stagnan.
Bagi pengguna yang baru pertama kali membeli smartwatch OnePlus, Watch 4 adalah pilihan solid. Tapi bagi pemilik Watch 2 atau Watch 3, upgrade mungkin tidak sepadan kecuali Anda benar-benar menginginkan casing titanium dan Wear OS 6.
Yang pasti, mata industri kini tertuju pada harga. Karena di pasar wearable yang ketat, desain dan baterai saja tidak cukup nilai harus seimbang dengan biaya.
Dan jika OnePlus gagal menyeimbangkan itu?
Kompetisi tidak hanya menonton mereka siap merebut pelanggan Anda.

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.