Vivo X Fold 6 Bawa Kamera 200MP, Terbaik di Dunia Foldable?

Vivo X Fold 6 Bawa Kamera 200MP, Terbaik di Dunia Foldable?

Vivo X Fold 6 Bawa Kamera 200MP, Terbaik di Dunia Foldable?


Dunia foldable smartphone semakin memanas. Setelah Honor Magic V6 dan Oppo Find N6 diprediksi meluncur pada Maret 2025, kini giliran Vivo X Fold 6 yang mencuri perhatian berkat bocoran fitur kamera yang benar-benar revolusioner. Menurut laporan terbaru dari tipster ternama Smart Pikachu, ponsel lipat terbaru Vivo ini sedang dikembangkan sebagai “foldable paling fokus pada fotografi” yang pernah ada dengan senjata utama: sensor kamera 200 megapiksel dan sensor multispectral untuk akurasi warna tingkat lanjut.


Jika kabar ini terbukti, Vivo X Fold 6 berpotensi menggeser Samsung Galaxy Z Fold 6 dan Huawei Mate X5 sebagai raja kamera di segmen ponsel lipat sebuah pencapaian besar mengingat sejarah panjang dominasi merek-merek tersebut dalam inovasi imaging.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi kamera yang dibocorkan, perbandingan dengan generasi sebelumnya, potensi chipset, serta posisi Vivo dalam persaingan global foldable 2025.


Sensor 200MP + Multispectral: Lompatan Besar dari X Fold 5

Generasi sebelumnya, Vivo X Fold 5, sudah menawarkan sistem kamera yang solid:

  • Sensor utama: Sony IMX921 (50MP) dengan OIS
  • Ultra-wide: 50MP
  • Telefoto periskop: 50MP

Namun, tidak ada sensor multispectral komponen kunci yang kini dikabarkan akan hadir di X Fold 6.


Apa Itu Sensor Multispectral?

Sensor multispectral mampu menangkap cahaya di luar spektrum tampak manusia (seperti inframerah dekat), lalu menggunakannya untuk meningkatkan akurasi warna, white balance, dan detail tekstur dalam foto. Teknologi serupa pernah digunakan oleh Honor Magic6 Pro dan Huawei P60 Pro, dan hasilnya terbukti signifikan terutama dalam kondisi pencahayaan rendah atau kompleks.

Dengan kombinasi 200MP + multispectral, Vivo X Fold 6 bisa menghasilkan:

  • Detail ekstrem hingga ke serat kain atau tekstur kulit
  • Warna lebih natural, bahkan di bawah lampu neon atau sinar matahari terik
  • Kemampuan computational photography yang jauh lebih canggih


Sayangnya, belum diketahui apakah sensor 200MP ini akan digunakan sebagai kamera utama atau kamera telefoto periskop. Juga belum jelas apakah sensor tersebut berasal dari Samsung (HP3/ISOCELL) atau OmniVision (OV200) dua produsen utama sensor resolusi ultra-tinggi saat ini.


Chipset dan Performa: Snapdragon 8 Elite Diprediksi Jadi Otaknya

Vivo X Fold 5 menggunakan Snapdragon 8 Gen 3, dan logis jika X Fold 6 akan diperbarui ke Snapdragon 8 Elite (nama dagang untuk Snapdragon 8 Gen 4). Chipset ini menawarkan:

  • CPU berbasis arsitektur Oryon custom (mirip Qualcomm Snapdragon X Elite untuk laptop)
  • GPU Adreno generasi baru dengan dukungan ray tracing mobile
  • ISP (Image Signal Processor) yang jauh lebih cepat penting untuk memproses data dari sensor 200MP


Dengan ISP yang ditingkatkan, Vivo bisa memanfaatkan pemrosesan gambar AI real-time, termasuk pengurangan noise, HDR dinamis, dan bokeh simulasi yang lebih realistis semua tanpa lag.


Tantangan Vivo: Bukan Cuma Soal Resolusi

Meski 200MP terdengar mengesankan, resolusi bukan segalanya. Banyak faktor menentukan kualitas foto:

  • Ukuran piksel (pixel binning)
  • Ukuran sensor fisik
  • Kualitas lensa optik
  • Algoritma pemrosesan gambar


Jika Vivo hanya mengandalkan angka besar tanpa optimasi menyeluruh, hasilnya bisa jadi file besar tapi kurang natural seperti yang sempat terjadi pada beberapa ponsel 108MP awal.


Namun, mengingat rekam jejak Vivo dalam kolaborasi dengan Zeiss dan pengembangan algoritma V-series imaging, kemungkinan besar mereka telah mempersiapkan ekosistem kamera end-to-end yang matang.


Prediksi Harga dan Ketersediaan Global

Vivo X Fold 5 dibanderol sekitar Rp18–20 juta di Tiongkok. Dengan peningkatan kamera signifikan, X Fold 6 kemungkinan akan sedikit lebih mahal Rp20–22 juta.


Sayangnya, seperti kebanyakan foldable Vivo, ketersediaan global masih terbatas. Perangkat ini kemungkinan besar tidak akan resmi masuk Eropa atau AS, meski bisa dibeli via importir pihak ketiga.


Kesimpulan: Vivo Ingin Menjadi “Canon-nya Dunia Foldable”

Dengan strategi fokus pada kualitas imaging profesional, Vivo tampaknya ingin memposisikan X Fold 6 bukan sekadar gadget teknologi tapi alat kreatif bagi fotografer, jurnalis, dan konten kreator.


Jika bocoran ini terwujud, Vivo X Fold 6 berpotensi menjadi benchmark baru untuk kamera di ponsel lipat dan mungkin satu-satunya foldable yang benar-benar bisa menggantikan kamera saku dalam skenario profesional.


Tunggu peluncurannya sekitar Juli 2025. Tapi satu hal pasti: perang kamera di dunia foldable baru saja memasuki babak baru.

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.