Qualcomm Kuasai Peringkat AnTuTu Desember 2025, Snapdragon 8 Elite Gen 5 Jadi Raja!
TEKNOLOGIDesember 2025 menjadi bulan kemenangan besar bagi Qualcomm dalam pertarungan performa smartphone flagship. Berdasarkan laporan resmi AnTuTu, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 tidak hanya mendominasi puncak peringkat ia benar-benar mendikte standar kecepatan untuk perangkat Android premium di akhir tahun ini.
Data yang dirilis awal Januari 2026 ini mengungkapkan bahwa tiga besar smartphone flagship semuanya ditenagai oleh prosesor Qualcomm terbaru, dengan Red Magic 11 Pro+ sebagai pemuncak tak terbantahkan. Namun, di balik angka-angka menakjubkan ini, ada cerita menarik tentang strategi desain, tuning termal, dan filosofi berbeda antar merek mulai dari fokus gaming ekstrem hingga keseimbangan sehari-hari.
Artikel ini menyajikan analisis mendalam tentang hasil peringkat AnTuTu Desember 2025, perbandingan performa antar perangkat, peran MediaTek di segmen menengah, hingga dominasi Snapdragon di ranah tablet.
Metodologi AnTuTu Desember 2025: Transparan, Tapi Terbatas di Tiongkok
Sebelum membahas hasilnya, penting memahami sumber dan batasan data AnTuTu:
- Periode pengumpulan: 1–31 Desember 2025
- Syarat inklusi: minimal 1.000 entri pengujian valid per perangkat
- Cakupan geografis: hanya data dari Tiongkok
- Faktor variabel: skor bisa berbeda tergantung suhu, versi sistem, dan beban latar belakang
Meski terbatas secara regional, data Tiongkok tetap sangat representatif karena merupakan pasar smartphone terbesar dunia dan tempat peluncuran awal hampir semua flagship global.
Flagship Terkencang: Red Magic 11 Pro+ dengan Skor 4,118,828
Di puncak peringkat smartphone flagship Android, Red Magic 11 Pro+ tampil sebagai juara mutlak dengan skor rata-rata 4.118.828 poin angka yang memecahkan rekor sebelumnya.
Mengapa Red Magic Menang?
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5 (proses 3nm terbaru Qualcomm)
- Desain gaming ekstrem: tuning agresif untuk clock speed maksimal
- Sistem pendingin ganda: kombinasi active air cooling (kipas mini) + vapor chamber cair
- RAM & penyimpanan: LPDDR5X + UFS 4.0 tercepat di pasaran
Red Magic tidak dirancang untuk “keseharian” ia adalah mesin gaming murni. Dan dalam benchmark seperti AnTuTu yang menguji CPU, GPU, RAM, dan I/O secara maksimal, strategi ini membayar lunas.
Runner-up: iQOO 15 dan OnePlus 15, Dua Wajah Berbeda dari Snapdragon yang Sama
Di posisi kedua dan ketiga, iQOO 15 dan OnePlus 15 sama-sama menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5, namun dengan pendekatan yang kontras.
iQOO 15 – Gaming dengan Sentuhan AI
- Skor: hanya sedikit di bawah Red Magic (data tidak dirilis eksak, tapi diperkirakan ~4,1 juta)
- Fitur unik: chip Q3 e-sports buatan Vivo (induk iQOO)
Kemampuan Q3:
- Super-resolution real-time
- Frame interpolation (menambah FPS dalam game)
- Ray tracing terbatas di game yang mendukung
iQOO 15 menawarkan pengalaman gaming premium tanpa kipas eksternal, mengandalkan desain termal pasif yang canggih cocok bagi yang ingin performa tinggi tanpa “gaya gaming berlebihan”.
OnePlus 15 – Keseimbangan Tanpa Kompromi
- Skor: 4.073.184 poin
- Fokus: flagship serba bisa (performa + kamera + baterai)
Fitur unggulan:
- Layar 165Hz AMOLED dengan touch sampling rate ekstrem
- Fengchi Gaming Kernel: optimisasi sistem untuk memanfaatkan refresh rate tinggi
- Thermal tuning lebih konservatif untuk menjaga kenyamanan harian
OnePlus sengaja tidak mengejar skor maksimal. Alih-alih, mereka memilih stabilitas jangka panjang dan pengalaman pengguna yang halus strategi yang selaras dengan identitas merek mereka selama bertahun-tahun.
MediaTek Kuasai Segmen Menengah dengan Dimensity 8450
Jika Qualcomm berjaya di kelas atas, MediaTek mendominasi segmen mid-range dengan chipset Dimensity 8450.
Peringkat Mid-Range AnTuTu Desember 2025:
- Oppo Reno15 Pro – skor >2,13 juta
- Oppo Reno15 – skor >2,13 juta
- Realme Neo7 SE – ditenagai Dimensity 8400-Max, skor hampir menyamai
Chip Dimensity 8450 (proses 4nm) menawarkan efisiensi daya tinggi dan performa GPU yang tangguh, menjadikannya pilihan ideal untuk perangkat harga menengah yang tetap ingin memberikan pengalaman gaming ringan dan multitasking lancar.
Kemenangan MediaTek di sini menunjukkan strategi segmentasi yang cerdas: biarkan Qualcomm bertarung di puncak, sementara mereka mengamankan volume penjualan di kelas yang lebih luas.
Tablet Flagship: Honor MagicPad 3 Pro Pimpin dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Di kategori tablet, Honor MagicPad 3 Pro 13,3 inci tampil sebagai yang terkencang dengan skor 4.033.256 poin sekali lagi berkat Snapdragon 8 Elite Gen 5.
3 Besar Tablet Flagship:
- Honor MagicPad 3 Pro – Snapdragon 8 Elite Gen 5
- Oppo Pad 4 Pro – kemungkinan Snapdragon 8 Gen 3 atau Dimensity 9300+
- OnePlus Pad 2 Pro – chipset belum diumumkan resmi
Dominasi Snapdragon di tablet menunjukkan bahwa Qualcomm tidak hanya kuat di ponsel, tapi juga perangkat layar besar terutama yang menargetkan produktivitas dan hiburan premium.
Apa Arti Peringkat Ini bagi Konsumen?
Benchmark seperti AnTuTu bukan satu-satunya ukuran kualitas smartphone, tapi ia memberi gambaran jelas tentang potensi mentah perangkat.
- Jika Anda gamer berat atau penikmat performa ekstrem, Red Magic 11 Pro+ adalah pilihan logis.
- Jika Anda ingin keseimbangan antara gaming, kamera, dan baterai, iQOO 15 atau OnePlus 15 lebih cocok.
- Jika budget terbatas tapi tetap ingin performa solid, Oppo Reno15 series layak dipertimbangkan.
Namun, ingat: skor tinggi ≠ pengalaman terbaik. Faktor seperti optimisasi software, kualitas build, dan layanan purna jual tetap krusial.
Kesimpulan: Qualcomm Memimpin, Tapi Persaingan Makin Sengit
Desember 2025 menegaskan hegemoni Qualcomm di puncak piramida performa Android. Dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, mereka tidak hanya unggul dalam angka tapi juga dalam ekosistem, optimisasi, dan adopsi oleh vendor ternama.
Namun, MediaTek tidak tinggal diam. Dengan Dimensity 8450 dan 9300+, mereka terus menekan dari bawah, bahkan mulai menantang di segmen premium.
Bagi konsumen, ini adalah masa keemasan performa. Pilihan lebih banyak, harga lebih kompetitif, dan teknologi yang semakin matang. Yang pasti, persaingan antara Qualcomm dan MediaTek akan terus mempercepat inovasi dan kita semua yang diuntungkan.

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.