Bocoran Exynos 2700 Mengejutkan! 10-Core Tapi GPU Lebih Lemah?
TEKNOLOGI
Hanya sebulan setelah peluncuran resmi Exynos 2600 bersama seri Galaxy S26, Samsung tampaknya sudah memasuki tahap pengujian lanjutan untuk penerusnya: Exynos 2700. Chipset ini baru saja muncul dalam daftar awal Geekbench, mengungkap desain arsitektur CPU yang benar-benar baru dan kejutan tak terduga pada performa GPU-nya.
Dijuluki “Ulysses” dalam dokumen internal, Exynos 2700 diprediksi akan menjadi otak utama Galaxy S27 series pada 2027. Namun, data awal menunjukkan bahwa Samsung sedang bereksperimen dengan konfigurasi yang berbeda dari generasi sebelumnya termasuk desain CPU empat-cluster dengan total 10 core, serta GPU Xclipse 970 yang justru terlihat lebih lemah secara spesifikasi dibanding pendahulunya.
Artikel ini mengupas tuntas arsitektur baru Exynos 2700, perbandingan kinerja dengan Exynos 2600, implikasi teknis dari desain 10-core, serta apa artinya bagi masa depan smartphone flagship Samsung.
Desain CPU Revolusioner: 10-Core dalam Empat Cluster
Salah satu perubahan paling signifikan pada Exynos 2700 adalah struktur CPU-nya yang kini terdiri dari empat cluster, berbeda dari pendekatan tiga-cluster pada Exynos 2600.
Konfigurasi CPU Exynos 2700 (Berdasarkan Geekbench):
- 1 core @ 2.88 GHz (Prime/Performance)
- 4 core @ 2.88 GHz (Performance)
- 1 core @ 2.78 GHz (Mid-tier?)
- 4 core @ 2.40 GHz (Efficiency)
Catatan: Ada juga laporan satu core tambahan di 2.30 GHz, kemungkinan bagian dari cluster efisiensi ultra-rendah.
Total: 10 core sebuah langkah berani yang jarang ditemui di chipset mobile saat ini.
Sebagai perbandingan, Exynos 2600 menggunakan desain tiga-cluster klasik:
- 1 core Cortex-X5 @ 3.8 GHz
- 3 core Cortex-A725 @ 3.26 GHz
- 6 core Cortex-A520 @ 2.76 GHz
Perubahan ini menunjukkan bahwa Samsung sedang menguji pendekatan heterogen yang lebih kompleks, mungkin untuk menyeimbangkan performa tinggi, efisiensi daya, dan termal terutama dalam skenario multitasking berat atau AI intensif.
Namun, frekuensi clock yang tercatat (maksimal 2.88 GHz) jauh lebih rendah daripada Exynos 2600 (3.8 GHz). Ini kemungkinan karena data berasal dari Engineering Reference (ER) board perangkat prototipe internal yang sengaja di-throttle untuk stabilitas pengujian awal.
GPU Xclipse 970: Penurunan Spesifikasi yang Mencurigakan
Salah satu elemen paling mengejutkan dari bocoran ini adalah GPU Xclipse 970, penerus dari Xclipse 960 yang digunakan di Exynos 2600.
Perbandingan Spesifikasi GPU:
Fitur | Xclipse 970 (Exynos 2700) | Xclipse 960 (Exynos 2600) |
|---|---|---|
Compute Units | 4 | 8 |
Frekuensi Maksimum | 555 MHz | 980 MHz |
Memori GPU | 1 GB | 4 GB |
Skor OpenCL (Geekbench) | ~15.618 | ~25.791 |
Secara angka, Xclipse 970 terlihat jauh lebih lemah baik dari segi unit pemrosesan, kecepatan clock, maupun alokasi memori. Skor OpenCL pun turun hampir 40%.
Namun, para analis teknologi meyakini bahwa ini bukan representasi akhir. Kemungkinan besar:
- GPU masih dalam tahap early silicon
- Driver grafis belum dioptimalkan
- Alokasi memori sementara dibatasi untuk pengujian
Jika rumor sebelumnya benar bahwa Exynos 2700 akan menggunakan GPU AMD generasi berikutnya berbasis RDNA 3 atau bahkan RDNA 4 maka versi final bisa jauh lebih tangguh. Penurunan sementara ini mungkin hanya cerminan dari fase pengembangan awal.
Platform Teknologi: Dibangun di Atas 2nm SF2P dengan Gate-All-Around
Menurut laporan industri sebelumnya, Exynos 2700 akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2nm generasi kedua Samsung (SF2P), yang memanfaatkan arsitektur Gate-All-Around (GAA) transistor.
Keunggulan teknologi ini meliputi:
- Efisiensi daya 25–30% lebih baik dibanding 3nm
- Kepadatan transistor lebih tinggi, memungkinkan chip lebih kecil
- Performa clock lebih stabil pada suhu tinggi
Selain itu, chipset ini dikabarkan akan mendukung:
- RAM LPDDR6 (kecepatan hingga 10.7 Gbps)
- Penyimpanan UFS 5.0 (baca/tulis hingga 4.200/4.000 MB/s)
- CPU core ARM “C2” generasi baru (penerus Cortex-X5/A725)
- Sistem pendingin termal canggih untuk menjaga performa sustained
Semua ini menunjukkan bahwa Exynos 2700 dirancang bukan hanya untuk kecepatan puncak, tapi juga ketahanan jangka panjang dalam beban berat seperti gaming, AI on-device, dan real-time video processing.
Target Perangkat: Galaxy S27 Series pada 2027
Meski Samsung belum mengonfirmasi secara resmi, semua indikasi mengarah pada Galaxy S27 series sebagai perangkat pertama yang akan menggunakan Exynos 2700.
Chipset ini kemungkinan akan digunakan di pasar global di mana Samsung tidak mengandalkan Snapdragon seperti Eropa, Asia, dan sebagian Amerika Latin. Di AS dan Tiongkok, Snapdragon 9 Gen 4 (atau penerusnya) tetap menjadi pilihan utama.
Nama kode “Ulysses” juga selaras dengan pola penamaan internal Samsung untuk chipset flagship, yang biasanya merujuk pada tokoh mitologi atau petualang legendaris.
Mengapa Desain 10-Core? Strategi Baru Samsung dalam Komputasi Mobile
Desain 10-core dengan empat cluster bukan sekadar gimmick. Ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam kebutuhan komputasi mobile:
- AI & Machine Learning: Butuh core khusus untuk inferensi lokal (NPU + CPU hybrid).
- Multitasking Ekstrem: Pengguna kini menjalankan 5–10 aplikasi sekaligus (chat, streaming, navigasi, cloud sync).
- Thermal Throttling Mitigation: Lebih banyak core berfrekuensi sedang bisa mengurangi panas dibanding sedikit core berfrekuensi sangat tinggi.
Samsung mungkin sedang menguji apakah konfigurasi “many mid-tier cores” lebih optimal daripada pendekatan “big.LITTLE.xtra” yang dominan saat ini.
Kesimpulan: Masih Awal, Tapi Potensinya Sangat Besar
Data Geekbench tentang Exynos 2700 tidak boleh dijadikan patokan akhir. Ini adalah hasil dari perangkat rekayasa awal dengan firmware mentah dan batasan daya. Namun, bocoran ini memberikan gambaran jelas tentang arah strategis Samsung:
- Eksperimen arsitektur CPU yang lebih kompleks
- Transisi ke node 2nm dengan GAA
- Integrasi ekosistem memori dan penyimpanan generasi baru
- Fokus pada efisiensi termal dan daya jangka panjang
Jika Samsung berhasil menyempurnakan Xclipse 970 dan mengoptimalkan desain 10-core-nya, Exynos 2700 bisa menjadi titik balik besar bagi reputasi chipset buatan sendiri yang sempat dikritik karena efisiensi termal dan performa GPU di generasi sebelumnya.
Untuk kini, kita tunggu saja karena pertarungan chipset flagship 2027 baru saja dimulai.

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.