Intel Ambil Alih Produksi Apple M7, Tanda Kebangkitan Raksasa Chip AS?
TEKNOLOGIDalam perkembangan yang akan membuat banyak eksekutif di industri semikonduktor terperangah lima tahun lalu, Apple dikabarkan sedang mempertimbangkan Intel sebagai produsen chip M7 dasar menandai kemungkinan pertama kalinya perusahaan Cupertino itu memesan chip komputasi utama dari mantan rival lamanya.
Kabar ini datang dari analis terkemuka Ming-Chi Kuo, yang melaporkan bahwa versi baseline dari chip Apple M7 yang kemungkinan besar akan menggerakkan MacBook Air generasi mendatang, iPad kelas menengah, dan bahkan Vision Pro versi lebih terjangkau berpotensi diproduksi menggunakan proses manufaktur Intel 18A.
Lebih mengejutkan lagi: Apple berencana melewati TSMC sama sekali untuk model M7 dasar ini, meski tetap mempercayakan varian premium seperti M7 Pro dan M7 Max kepada mitra lamanya di Taiwan. Jika rencana ini terealisasi, M7 dasar akan menjadi “trophy customer” pertama Intel dalam upayanya kembali menjadi pemain besar di bisnis foundry dan mungkin yang paling berharga sepanjang sejarah perusahaan.
Artikel ini mengupas latar belakang kolaborasi tak terduga ini, implikasinya bagi industri chip global, serta apa yang sebenarnya mendorong Apple mengambil langkah strategis yang berani.
Mengapa Apple Pertimbangkan Intel untuk M7 Dasar?
Sejak beralih dari Intel ke arsitektur ARM sendiri pada 2020, Apple sepenuhnya mengandalkan TSMC untuk memproduksi seluruh chip seri M dan A. Namun, ketergantungan pada satu pemasok meski andal menimbulkan risiko dalam hal kapasitas produksi, diversifikasi pasokan, dan negosiasi harga.
Dengan rencana Apple untuk menjual jutaan unit MacBook Air dan iPad setiap tahun, kebutuhan akan kapasitas manufaktur skala besar untuk chip entry-level menjadi sangat besar. Di sinilah Intel masuk.
Strategi Pasokan Ganda (Dual-Sourcing)
Apple tampaknya menerapkan strategi dual-sourcing:
- TSMC fokus pada chip kelas premium (M7 Pro/Max) yang memerlukan node paling canggih dan margin tinggi.
- Intel menangani chip volume tinggi, margin lebih rendah, membebaskan kapasitas TSMC untuk produk bernilai tambah tinggi.
Langkah ini juga memberi Apple daya tawar lebih besar terhadap TSMC, sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan alternatif strategis terutama di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok yang membayangi rantai pasok TSMC.
Intel 18A dan “18AP”: Teknologi Kunci Kebangkitan Intel
Intel saat ini sedang dalam misi ambisius untuk kembali menjadi pemimpin teknologi proses chip setelah tahun-tahun sulit akibat keterlambatan node dan kehilangan pelanggan besar seperti Apple dan Qualcomm.
Proses 18A (1.8 nanometer setara) adalah bagian inti dari strategi tersebut. Dijadwalkan mulai produksi massal pada 2025, 18A menawarkan:
- Densitas transistor lebih tinggi
- Efisiensi daya lebih baik
- Kompatibilitas dengan backside power delivery (PowerVia)
Untuk Apple, Intel bahkan mengembangkan varian khusus bernama “18AP” (A for Apple, P for Performance), yang dioptimalkan untuk kebutuhan daya dan performa perangkat Apple.
Namun, keberhasilan rencana ini bergantung pada kemampuan Intel menepati janji teknis. Kredibilitas 18A akan diuji lebih dulu pada prosesor Panther Lake untuk laptop Windows, yang dijadwalkan meluncur pada 2026. Jika Panther Lake sukses, kepercayaan Apple terhadap Intel bisa meningkat signifikan.
M7 Pro dan M7 Max Tetap di TSMC: Apple Tak Ambil Risiko pada Produk Premium
Meski M7 dasar mungkin beralih ke Intel, Apple tidak berniat mengorbankan performa produk andalannya.
Varian M7 Pro dan M7 Max tetap akan diproduksi oleh TSMC, kemungkinan besar menggunakan node N2P (N2+) atau versi lanjutan dari proses A16/A18 yang kini digunakan untuk chip iPhone. TSMC tetap memimpin dalam kualitas, yield (tingkat keberhasilan produksi), dan konsistensi faktor krusial untuk chip yang menggerakkan MacBook Pro, iMac, dan workstation kelas atas.
Dengan demikian, Apple menerapkan pendekatan “best of both worlds”:
- Gunakan Intel untuk skala dan diversifikasi
- Pertahankan TSMC untuk performa dan keandalan puncak
Dampak Global: Apa Arti Ini bagi Industri Semikonduktor?
Jika Apple benar-benar memesan chip M7 dasar dari Intel, ini bukan hanya kemenangan bagi Intel tapi titik balik bagi seluruh ekosistem foundry global.
1. Sinyal Kuat bagi Klien Lain
Nama Apple memiliki efek halo. Jika Apple percaya pada Intel 18A, perusahaan seperti Qualcomm, AMD, atau bahkan NVIDIA mungkin lebih terbuka untuk memesan chip non-prioritas dari Intel mengurangi dominasi TSMC yang saat ini menguasai lebih dari 90% pasar chip canggih.
2. Dorongan bagi Kebijakan CHIPS Act AS
Pemerintah AS telah menggelontorkan miliaran dolar melalui CHIPS and Science Act untuk membangun kembali kapasitas manufaktur chip di dalam negeri. Apple sebagai pelanggan Intel akan menjadi kisah sukses utama dari kebijakan tersebut.
3. Tekanan pada TSMC
Meski TSMC tetap menjadi mitra utama Apple, keputusan ini menunjukkan bahwa tidak ada pemasok yang tak tergantikan. Ini bisa mempercepat rencana TSMC memperluas pabrik di AS dan Jepang untuk mempertahankan pelanggan strategis.
Sejarah Pahit di Balik Kolaborasi Baru
Hubungan Apple dan Intel dulu penuh konflik. Apple beralih dari prosesor Intel ke chip ARM-nya sendiri sebagian karena kecepatan inovasi Intel yang melambat dan ketergantungan pada arsitektur lama.
Kini, ironi terjadi: Apple mungkin menjadi penyelamat Intel di bidang foundry bukan sebagai pelanggan CPU, tapi sebagai pemesan chip yang diproduksi di pabrik Intel.
Ini adalah bukti bahwa di dunia teknologi, musuh hari ini bisa menjadi mitra strategis besok asalkan nilai bisnisnya sejalan.
Kapan Kita Akan Tahu Pasti?
Rencana ini masih dalam tahap pertimbangan. Produksi chip M7 dasar di Intel baru dimulai pada 2027, artinya:
- Desain chip akan difinalisasi pada 2025–2026
- Intel harus membuktikan stabilitas 18A lewat Panther Lake (2026)
- Apple mungkin melakukan uji coba terbatas sebelum komitmen penuh
Namun, fakta bahwa Apple bahkan mempertimbangkan opsi ini sudah merupakan pengakuan besar terhadap kemajuan Intel dan peringatan halus bagi TSMC bahwa persaingan di puncak industri chip semakin ketat.
Kesimpulan: Langkah Strategis, Bukan Emosional
Apple tidak kembali ke Intel karena nostalgia tapi karena logika bisnis murni. Dengan kebutuhan produksi skala besar dan keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok, Intel menawarkan solusi strategis yang sejalan dengan agenda Apple dan kebijakan pemerintah AS.
Bagi Intel, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mereka layak kembali menjadi pilihan utama di industri semikonduktor.
Dan bagi konsumen? Mungkin tidak ada perubahan signifikan dalam pengalaman pengguna tapi di balik layar, revolusi diam-diam dalam rantai pasok chip global sedang berlangsung.
Satu hal pasti: 2027 akan menjadi tahun yang menentukan bukan hanya bagi Apple dan Intel, tapi bagi masa depan teknologi komputasi global.

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.