Featured Post

Recommended

Bocoran One UI 9 Muncul! Ada Galaxy Wide Fold yang Misterius?

Meski One UI 8.5 belum resmi diluncurkan ke publik, Samsung ternyata sudah memulai pengembangan generasi berikutnya: One UI 9. Bocoran terba...

Bocoran One UI 9 Muncul! Ada Galaxy Wide Fold yang Misterius?

Bocoran One UI 9 Muncul! Ada Galaxy Wide Fold yang Misterius?

Bocoran One UI 9 Muncul! Ada Galaxy Wide Fold yang Misterius?

Meski One UI 8.5 belum resmi diluncurkan ke publik, Samsung ternyata sudah memulai pengembangan generasi berikutnya: One UI 9. Bocoran terbaru menunjukkan bahwa perusahaan Korea Selatan ini telah memulai pengujian internal pada beberapa perangkat andalannya termasuk duo foldable terbaru dan satu kandidat misterius yang bisa jadi mengubah lanskap ponsel lipat global.


Menurut data dari server pengujian internal Samsung, setidaknya empat perangkat kini menjalankan test build One UI 9. Yang paling mencolok bukan hanya kehadiran model masa depan seperti Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8, tetapi juga kemunculan modem dengan kode SM-F971U yang diduga kuat milik perangkat baru bernama Galaxy Wide Fold.


Artikel ini mengupas tuntas daftar perangkat yang sedang diuji, implikasi strategis dari pengujian dini ini, serta apa yang bisa diharapkan dari One UI 9 menjelang peluncuran resminya pada pertengahan 2026.


Perangkat yang Sedang Diuji dengan One UI 9

Berdasarkan laporan dari server pengujian Samsung, berikut daftar perangkat yang terdeteksi menjalankan firmware One UI 9:

  • Galaxy Z Fold 8
  • Galaxy Z Flip 8
  • Galaxy Wide Fold (nama belum dikonfirmasi, modem: SM-F971U)
  • Galaxy Z Fold 7


Yang mengejutkan, Galaxy Z Fold 7 yang belum menerima pembaruan One UI 8.5 sudah masuk dalam daftar pengujian One UI 9. Ini menunjukkan bahwa Samsung mungkin ingin mempercepat siklus pembaruan untuk seri foldable demi menjaga daya saing di pasar premium.


Galaxy Wide Fold: Ponsel Lipat Ketiga dari Samsung?

Kehadiran perangkat dengan modem SM-F971U dan build number F971USQU0AZB1 menjadi sorotan utama. Belum ada nama resmi, tetapi rumor industri menyebut ini adalah Galaxy Wide Fold sebuah varian foldable ketiga yang menawarkan layar lebih lebar daripada Fold biasa, mungkin menargetkan pengguna kreatif, profesional, atau pecinta multimedia.


Jika benar, ini akan menjadi langkah strategis Samsung untuk:

  • Memperluas segmen foldable
  • Bersaing dengan konsep “tablet lipat” dari kompetitor
  • Menjawab permintaan pasar akan perangkat hybrid antara ponsel dan tablet


Peluncurannya diperkirakan bersamaan dengan Z Fold 8 dan Z Flip 8 sekitar Juli 2026, dengan One UI 9 sebagai sistem operasi bawaan.


Mengapa Samsung Uji One UI 9 Lebih Awal?

Biasanya, Samsung fokus pada satu generasi UI sekaligus. Namun, pengujian One UI 9 saat One UI 8.5 belum rilis menunjukkan dua hal penting:


Kompleksitas One UI 9 meningkat – Kemungkinan besar antarmuka ini akan membawa perubahan signifikan dalam desain, performa, atau integrasi AI, sehingga butuh waktu pengujian lebih lama.


Strategi peluncuran agresif – Dengan Galaxy S26 series yang akan meluncur akhir Februari 2026 dengan One UI 8.5, Samsung ingin memastikan One UI 9 siap tepat waktu untuk seri foldable Juli 2026.


Pengujian internal ini dilakukan di balik layar, artinya tidak tersedia untuk publik. Tujuannya adalah memastikan stabilitas, kompatibilitas hardware, dan pengalaman pengguna yang mulus sebelum rilis resmi.


One UI 8.5 Masih Jadi Prioritas Utama

Meski One UI 9 sedang dikembangkan, fokus utama Samsung saat ini tetap pada One UI 8.5. Sistem ini akan debut bersama Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra yang diluncurkan akhir Februari 2026.


Setelah itu, pada akhir April 2026, One UI 8.5 akan mulai digulirkan ke perangkat lama seperti:

  • Galaxy S23/S24 series
  • Galaxy Z Fold 6/Flip 6
  • Galaxy Tab S9/S10 series
  • Dan lainnya


Baru setelah fase ini selesai, Samsung kemungkinan akan memperluas pengujian One UI 9 ke lebih banyak perangkat.


Apa yang Bisa Diharapkan dari One UI 9?

Meski detail fitur belum terungkap, tren pengembangan Samsung menunjukkan kemungkinan besar One UI 9 akan mencakup:

  • Integrasi AI yang lebih dalam (mengikuti tren Galaxy AI)
  • Optimasi untuk layar lipat ganda dan triple hinge
  • Antarmuka modular yang menyesuaikan bentuk perangkat (ponsel, flip, fold, wide fold)
  • Peningkatan multitasking dengan gesture baru dan panel aplikasi dinamis
  • Mode produktivitas lanjutan untuk kolaborasi lintas perangkat


Dengan hadirnya kemungkinan Galaxy Wide Fold, One UI 9 mungkin juga akan memperkenalkan mode desktop virtual atau workspace khusus untuk layar ultra-lebar.


Kesimpulan: Samsung Siapkan Revolusi Antarmuka untuk Era Foldable Baru

Langkah Samsung menguji One UI 9 jauh-jauh hari bukan sekadar antisipasi teknis melainkan strategi ekosistem. Dengan tiga perangkat foldable potensial di 2026, perusahaan perlu memastikan bahwa antarmukanya tidak hanya kompatibel, tapi juga memaksimalkan potensi unik tiap bentuk perangkat.


Bagi pengguna, ini adalah kabar baik: semakin awal pengujian dimulai, semakin matang dan stabil sistem yang dirilis nanti. Meski One UI 9 baru akan tiba pertengahan 2026, kehadirannya sudah memberi gambaran bahwa masa depan smartphone bukan lagi tentang layar datar tapi tentang bagaimana perangkat beradaptasi dengan kehidupan kita.


Sementara itu, tetap pantau pembaruan One UI 8.5 untuk perangkat Anda karena itulah pintu gerbang menuju masa depan yang lebih cerdas, fleksibel, dan terhubung.

Xiaomi Rilis Tracker Pintar yang Bisa Dipakai iPhone & Android-Harga Cuma Rp300 Ribuan!

Xiaomi Rilis Tracker Pintar yang Bisa Dipakai iPhone & Android-Harga Cuma Rp300 Ribuan!

Xiaomi Rilis Tracker Pintar yang Bisa Dipakai iPhone & Android-Harga Cuma Rp300 Ribuan!

Xiaomi diam-diam memperluas ekosistem perangkat pintarnya dengan meluncurkan Xiaomi Tag, item tracker berbasis Bluetooth pertamanya. Meski belum ada pengumuman resmi dari perusahaan, daftar produk ini sudah muncul di toko online resmi Xiaomi di Inggris dan Prancis, serta di sejumlah pengecer pihak ketiga di Eropa.


Yang membuat Xiaomi Tag menarik bukan hanya harganya yang terjangkau mulai dari €17,99 (sekitar Rp300 ribu) tapi juga kompatibilitas ganda dengan dua jaringan pencarian terbesar di dunia: Apple Find My dan Google Find Hub. Artinya, baik pengguna iPhone maupun Android bisa langsung menggunakan perangkat ini tanpa perlu aplikasi khusus atau infrastruktur terpisah.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi, harga, fitur unggulan, strategi kompatibilitas lintas platform, serta spekulasi kehadiran varian premium berbasis UWB.


Desain Minimalis dengan Baterai Tahan Setahun

Xiaomi Tag hadir dalam desain sederhana namun fungsional:

  • Ketebalan: hanya 7,2 mm
  • Bahan: casing plastik berwarna putih (satu-satunya varian yang tersedia saat ini)
  • Baterai: CR2032 yang bisa diganti, diklaim tahan hingga 12 bulan


Ukuran tipis dan bobot ringan membuatnya ideal untuk ditempelkan pada kunci, dompet, tas, atau bahkan ransel anak sekolah. Tidak seperti beberapa tracker lain yang memerlukan pengisian daya berkala, Xiaomi Tag menawarkan kemudahan perawatan berkat baterai sekali pakai yang mudah ditemukan di pasaran.


Dukungan Bluetooth 5.4 dan NFC untuk Konektivitas Cerdas

Perangkat ini menggunakan Bluetooth 5.4, versi terbaru dari standar nirkabel yang menawarkan:

  • Jangkauan lebih luas
  • Konsumsi daya lebih rendah
  • Latensi lebih kecil


Selain itu, Xiaomi Tag juga dilengkapi NFC (Near Field Communication), memungkinkan pengguna Android untuk mengetuk perangkat guna memicu notifikasi lokasi terakhir fitur yang sangat berguna saat mencari barang di area publik seperti bandara atau stasiun.


Kompatibilitas Lintas Platform: Strategi Cerdas Xiaomi

Salah satu langkah paling brilian dari Xiaomi adalah tidak membangun jaringan pelacakan sendiri. Sebaliknya, Xiaomi Tag langsung terintegrasi dengan:

  • Apple Find My Network – memanfaatkan jutaan perangkat Apple di seluruh dunia
  • Google Find Hub – infrastruktur pelacakan global milik Google untuk perangkat Android


Dengan strategi ini, Xiaomi menghilangkan hambatan adopsi. Pengguna tidak perlu khawatir apakah teman atau orang di sekitar mereka menggunakan perangkat Xiaomi cukup ada iPhone atau Android, maka jaringan pelacakan sudah aktif.


Ini berbeda dengan pendekatan awal Samsung (dengan SmartThings Find) atau Tile, yang awalnya mengandalkan jaringan eksklusif. Xiaomi memilih kolaborasi alih-alih persaingan, sehingga mempercepat penetrasi pasar global.


Harga dan Paket Penjualan: Lebih Murah dalam Bundel

Menurut daftar di toko Prancis:

  • Satuan: €17,99 (~Rp300.000)
  • Promo pihak ketiga: beberapa toko menjual di bawah €15
  • Paket empat unit: €59,99 → hanya €15 per unit


Harga ini menjadikan Xiaomi Tag lebih murah daripada Apple AirTag (€35) dan setara dengan Samsung Galaxy SmartTag2 (€29–35), namun dengan keunggulan kompatibilitas ganda. Bagi keluarga atau profesional yang ingin melacak banyak barang, paket empat unit menjadi pilihan ekonomis.


Tidak Ada UWB Apakah Akan Ada Varian Premium?

Meski kode dalam sistem operasi HyperOS sempat menunjukkan dukungan UltraWideBand (UWB) teknologi presisi tinggi yang digunakan AirTag untuk navigasi arah pasti versi yang muncul di Eropa tidak menyertakan chip UWB.

Hal ini memicu spekulasi bahwa Xiaomi sedang menyiapkan dua varian:

  • Xiaomi Tag (standar): Bluetooth + NFC, harga terjangkau
  • Xiaomi Tag Pro/Ultra: dengan UWB untuk pelacakan presisi, kemungkinan dirilis bersama flagship seperti Xiaomi 16 series


Jika benar, strategi ini mirip dengan Apple dan Samsung, yang menawarkan opsi dasar dan premium untuk segmen berbeda.


Kapan Rilis Global? Kemungkinan Debut di MWC 2026

Meski belum ada tanggal resmi, kemunculan di toko Eropa mengindikasikan peluncuran global tinggal hitungan minggu. Banyak analis memperkirakan Xiaomi akan mengumumkan Tag secara resmi bersamaan dengan seri smartphone baru menjelang MWC 2026 (Mobile World Congress) yang berlangsung di Barcelona pada awal Maret 2026.


Acara tersebut biasanya menjadi panggung bagi vendor Tiongkok untuk memamerkan inovasi IoT dan aksesori pintar dan Xiaomi Tag sangat cocok sebagai bagian dari narasi “ekosistem terbuka” yang sedang mereka bangun.


Kesimpulan: Tracker Pintar yang Inklusif dan Terjangkau

Xiaomi Tag bukan sekadar pelacak barang ia adalah pernyataan filosofi. Dengan mendukung kedua ekosistem utama (iOS dan Android), Xiaomi menunjukkan bahwa pengguna tidak harus memilih antara merek untuk mendapatkan fitur terbaik.


Dengan harga terjangkau, baterai tahan lama, desain ringkas, dan integrasi jaringan global, Xiaomi Tag berpotensi menjadi salah satu item tracker paling populer di 2026 terutama bagi mereka yang ingin melindungi barang berharga tanpa terjebak dalam “tembok taman” (walled garden) vendor tertentu.


Bagi konsumen Eropa, perangkat ini sudah bisa dipesan sekarang. Sementara pengguna di Asia, Amerika, dan Indonesia kemungkinan besar akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.

Infinix Note 60 Ultra Bocor: Dimensity 8400, 12GB RAM & Kamera 200MP!

Infinix Note 60 Ultra Bocor: Dimensity 8400, 12GB RAM & Kamera 200MP!

Infinix Note 60 Ultra Bocor: Dimensity 8400, 12GB RAM & Kamera 200MP!

Infinix tampaknya siap mengguncang pasar smartphone kelas menengah atas dengan peluncuran Note 60 Ultra, varian tertinggi dalam seri Note 60 yang akan datang. Bocoran terbaru dari platform benchmark Geekbench dan layanan purna jual Carlcare telah mengungkap spesifikasi teknis yang sangat menjanjikan mulai dari chipset unggulan, RAM besar, hingga fitur canggih seperti komunikasi satelit dua arah.


Dengan kombinasi performa tinggi, desain premium hasil kolaborasi dengan Pininfarina, dan harga yang kemungkinan tetap terjangkau, Infinix Note 60 Ultra berpotensi menjadi salah satu smartphone paling kompetitif di paruh pertama 2026.


Artikel ini merangkum semua informasi terverifikasi dan rumor terkini tentang Note 60 Ultra, termasuk performa benchmark, konfigurasi memori, fitur kamera, baterai, serta posisinya dalam ekosistem seri Note 60.


Performa Tinggi: Dimensity 8400 Ultimate & Skor Geekbench Mengesankan

Listing Geekbench 6.5 mengonfirmasi bahwa Infinix Note 60 Ultra ditenagai oleh chipset Dimensity 8400 Ultimate meski nama resmi tidak disebutkan, konfigurasi CPU-nya sangat khas:

  • 1x core prime @ 3.25 GHz
  • 3x core performance @ 3.0 GHz
  • 4x core efisiensi @ 2.10 GHz


GPU-nya menggunakan Mali-G720 MC7, yang dikenal sebagai solusi grafis hemat daya namun mumpuni untuk gaming ringan hingga menengah.

Dalam pengujian:

  • Single-core: 1,609 poin
  • Multi-core: 6,762 poin


Skor ini menempatkan Note 60 Ultra setara dengan flagship kelas menengah 2025–2026, bahkan melampaui beberapa perangkat Snapdragon 7-series. Performa ini sangat ideal untuk multitasking, editing foto/video, dan gaming casual.


RAM 12GB & Android 16: Pengalaman Pengguna Masa Depan

Geekbench juga mengonfirmasi bahwa perangkat ini hadir dengan 12GB RAM, menjadikannya salah satu smartphone dengan memori terbesar di segmennya. Lebih mengejutkan lagi, Note 60 Ultra diklaim langsung menjalankan Android 16 sistem operasi yang baru dirilis pada akhir 2025.


Ini menunjukkan komitmen Infinix untuk memberikan pengalaman software terkini, didukung oleh antarmuka XOS 16 yang dioptimalkan untuk kecepatan, privasi, dan personalisasi.


Desain Premium: Kolaborasi dengan Pininfarina

Infinix menggandeng Pininfarina, rumah desain Italia legendaris yang dikenal lewat kolaborasinya dengan Ferrari dan Maserati. Ini bukan kali pertama sebelumnya, Infinix Zero 30 5G juga mengusung sentuhan Pininfarina.


Diperkirakan, Note 60 Ultra akan tampil dengan desain lebih elegan, material berkualitas tinggi, dan ergonomi superior dibanding pendahulunya. Rumor menyebut adanya finishing matte metalik dan modul kamera terintegrasi secara harmonis.


Layar & Kamera: AMOLED 144Hz dan Sensor 200MP

Meski belum dikonfirmasi resmi, sejumlah sumber tepercaya menyebut spesifikasi utama lainnya:

  • Layar AMOLED 6.78 inci dengan refresh rate 144Hz
  • Kamera utama 200 megapiksel (kemungkinan besar sensor Samsung ISOCELL HP3 atau HP9)
  • Dukungan pemrosesan AI untuk HDR, night mode, dan zoom digital hingga 10x


Kombinasi ini menjadikan Note 60 Ultra calon raja fotografi di kelas menengah, mampu menyaingi perangkat seharga Rp8–10 juta.


Baterai Raksasa & Pengisian Cepat: 7.000mAh + 100W

Daya tahan baterai selalu jadi andalan seri Note, dan versi Ultra tak mengecewakan:

  • Kapasitas baterai: 7.000 mAh
  • Pengisian kabel: 100W (0–100% dalam ~35 menit)
  • Pengisian nirkabel: 30W (fitur langka di segmen ini)


Yang paling mencolok: dukungan komunikasi satelit dua arah. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim pesan darurat atau lokasi saat berada di luar jangkauan sinyal seluler mirip dengan fitur di iPhone 14/15 atau Huawei Mate 60.


Varian Penyimpanan & Posisi dalam Seri Note 60

Menurut listing Carlcare (model X6877), Note 60 Ultra akan tersedia dalam dua konfigurasi:

  • 12GB RAM + 256GB penyimpanan
  • 12GB RAM + 512GB penyimpanan


Sementara itu, anggota lain dalam seri Note 60 meliputi:

  • Note 60: Chipset Dimensity 7400 Ultimate
  • Note 60 Pro: Snapdragon 7s Gen 4


Dengan Dimensity 8400, Note 60 Ultra jelas diposisikan sebagai varian paling kuat, menawarkan nilai performa-terhadap-harga (price-to-performance ratio) yang sangat menarik.


Kapan Rilis & Perkiraan Harga?

Belum ada tanggal rilis resmi, tetapi mengacu pada pola peluncuran Infinix sebelumnya, Note 60 Ultra kemungkinan debut global pada Februari–Maret 2026.


Perkiraan harga:

  • Global: $349–$399 (sekitar Rp5,3–6 juta)
  • Indonesia: Rp5,5–6,5 juta


Jika terwujud, ini akan menjadi salah satu cara paling terjangkau untuk mendapatkan chipset Dimensity 8400, RAM 12GB, dan kamera 200MP.


Kesimpulan: Infinix Note 60 Ultra, Ancaman Serius bagi Kompetitor

Dengan spesifikasi yang hampir menyentuh level flagship namun tetap berada di kisaran harga menengah Infinix Note 60 Ultra berpotensi mengganggu dominasi merek seperti Xiaomi, Realme, dan Samsung di segmen premium terjangkau.


Fitur-fitur seperti satelit komunikasi, pengisian nirkabel 30W, dan Android 16 out-of-the-box adalah nilai tambah langka yang jarang ditemukan di kelas harganya.


Bagi konsumen yang mencari performa tinggi, daya tahan baterai ekstrem, dan kamera mutakhir tanpa merogoh kocek terlalu dalam, Note 60 Ultra layak masuk daftar tunggu wajib di awal 2026.

Jangan Tertipu Spek Tinggi! Ini Alasan Speaker Bluetooth Sederhana Justru Lebih Berguna di 2026

Jangan Tertipu Spek Tinggi! Ini Alasan Speaker Bluetooth Sederhana Justru Lebih Berguna di 2026

Jangan Tertipu Spek Tinggi! Ini Alasan Speaker Bluetooth Sederhana Justru Lebih Berguna di 2026

Pernahkah Anda menyadari betapa jarangnya kabel audio muncul dalam kehidupan sehari-hari di tahun 2026? Dari mobil hingga ruang rapat, dari TV hingga taman belakang, Bluetooth kini bukan lagi pelengkap ia adalah infrastruktur utama audio modern.


Namun, di tengah kemajuan teknologi seperti LE Audio, codec LC3, dan multi-stream audio, muncul paradoks menarik: pengguna tidak lagi terpikat oleh angka bitrate atau versi Bluetooth, melainkan oleh pengalaman nyata keandalan, kemudahan, dan konsistensi.


Di sinilah merek seperti Faster Speakers menemukan relevansinya. Bukan karena mereka menawarkan fitur paling canggih, tapi karena mereka memahami satu hal: teknologi hebat hanya berarti jika bekerja tanpa ribet setiap hari.


Artikel ini menjelaskan mengapa speaker Bluetooth praktis kini lebih bernilai daripada spesifikasi teknis mewah, bagaimana evolusi Bluetooth mengubah cara kita hidup, dan apa yang sebenarnya harus dicari saat membeli perangkat audio nirkabel di 2026.


Dari Kabel Berantakan ke Dunia Tanpa Ribet

Dulu, sistem audio rumahan identik dengan tumpukan kabel, amplifier besar, dan instalasi rumit. Ingin memindahkan speaker ke teras? Siapkan tang dan isolasi. Tambah subwoofer? Pastikan impedansi cocok.


Bluetooth menghancurkan semua itu. Hari ini, cukup tekan tombol, dan suara mengalir tanpa colokan, tanpa konfigurasi, tanpa kekacauan.


Faster Speakers dirancang untuk dunia ini:

  • Pairing instan
  • Desain portabel ringan
  • Antarmuka tanpa menu berlapis
  • Baterai tahan lama untuk penggunaan harian


Ini bukan speaker untuk audiophile yang ingin menyetel EQ manual tapi untuk keluarga, pekerja remote, traveler, dan siapa pun yang ingin suara langsung menyala tanpa drama.


Lompatan Teknologi Bluetooth di 2026: LE Audio & LC3 Mengubah Segalanya

Tahun 2026 menandai titik balik besar dalam ekosistem Bluetooth berkat hadirnya LE (Low Energy) Audio dan codec LC3. Berbeda dari generasi sebelumnya, teknologi ini menawarkan:

  • Kualitas suara lebih baik dengan konsumsi daya 50% lebih rendah
  • Multi-stream audio: satu sumber bisa kirim suara ke beberapa perangkat sekaligus
  • Broadcast audio: restoran atau bandara bisa menyiarkan audio ke pengunjung yang terhubung
  • Latensi lebih rendah, ideal untuk gaming dan video sync


Namun, manfaat ini hanya terasa jika perangkat mendukungnya secara utuh bukan sekadar klaim di kotak.


Faster Speakers memanfaatkan peningkatan ini tanpa menaikkan harga secara drastis. Mereka fokus pada implementasi stabil, bukan sekadar kompatibilitas teknis. Hasilnya? Suara jernih, baterai awet, dan koneksi yang tidak putus-putus meski di lingkungan padat Wi-Fi.


Bluetooth di Mana-Mana: Mobil, Kantor, Rumah, Bahkan Taman

Bluetooth kini hadir di hampir setiap aspek kehidupan:

  • Di mobil: untuk panggilan hands-free dan streaming musik tanpa kabel AUX
  • Di rumah: hubungkan TV ke speaker tanpa modifikasi dinding
  • Di kantor hybrid: ganti perangkat antara laptop dan ponsel dalam satu klik
  • Di luar ruangan: piknik, camping, atau olahraga dengan musik tanpa batas kabel


Faster Speakers dirancang untuk semua skenario ini. Ringan dibawa, tahan benturan ringan, dan tahan lama baik di ruang tamu maupun di tepi pantai.


Real-World Reliability > Angka Bitrate

Studi konsumen menunjukkan bahwa 90% pengguna tidak peduli apakah bitrate-nya 320 kbps atau 256 kbps yang mereka rasakan adalah:

  • Apakah pairing cepat?
  • Apakah suara tetap stabil saat berjalan menjauh?
  • Apakah baterai bertahan seharian?
  • Apakah tombolnya mudah dipahami?


Faster memenangkan kepercayaan dengan fokus pada hal-hal ini, bukan pada spesifikasi yang hanya mengesankan di brosur. Mereka membangun speaker yang "just works" konsep sederhana yang sering diabaikan oleh merek yang terlalu fokus pada inovasi teknis semata.


Data Global: Bluetooth Bukan Lagi Tren Tapi Standar

  • Lebih dari 5 miliar perangkat Bluetooth dikirim global pada 2023
  • Ratusan juta speaker Bluetooth terjual tiap tahun
  • 87% rumah tangga di negara maju memiliki minimal satu perangkat audio nirkabel


Angka ini membuktikan: konektivitas nirkabel bukan lagi pilihan ia adalah ekspektasi dasar. Dan di tengah pasar yang penuh dengan produk mahal dan rumit, solusi sederhana seperti Faster justru menjadi penyelamat bagi mayoritas pengguna.


Cara Memilih Speaker Bluetooth yang Benar-Benar Berguna di 2026

Jangan terjebak iklan! Gunakan panduan berikut:

✅ Bluetooth 5.2 atau lebih baru – untuk jangkauan lebih luas dan stabilitas tinggi

✅ Dukungan LC3 atau AAC/aptX – suara lebih jernih dengan daya lebih hemat

✅ Multi-device pairing – ganti antara HP, laptop, tablet tanpa putus

✅ Baterai minimal 10 jam – untuk penggunaan seharian

✅ Latensi rendah (<100ms) – penting untuk nonton film atau main game

✅ Tombol fisik atau kontrol sentuh intuitif – hindari speaker yang butuh aplikasi untuk volume

✅ Garansi dan layanan purna jual jelas – karena teknologi bisa rusak, dukungan harus ada


Faster Speakers memenuhi hampir semua kriteria ini dengan harga yang terjangkau.


Kesimpulan: Teknologi Hebat Harus Terasa, Bukan Hanya Dibaca

Di era di mana Bluetooth sudah menyatu dalam kehidupan, nilai sejati sebuah speaker bukan pada chipset-nya, tapi pada seberapa sering ia digunakan tanpa masalah.


Faster Speakers memahami prinsip ini. Mereka tidak berusaha menjadi yang paling canggih tapi yang paling andal dalam kehidupan nyata.


Dan di tahun 2026, ketika teknologi semakin tak terlihat, keandalan sehari-hari adalah bentuk kemewahan tertinggi.

Motorola Edge 70 Fusion Bocor dalam 5 Warna, Desain Premium & Baterai 7.000mAh!

Motorola Edge 70 Fusion Bocor dalam 5 Warna, Desain Premium & Baterai 7.000mAh!

Motorola Edge 70 Fusion Bocor dalam 5 Warna, Desain Premium & Baterai 7.000mAh!

Bocoran terbaru seputar Motorola Edge 70 Fusion kembali menggemparkan penggemar teknologi. Setelah sebelumnya hanya terlihat dalam dua varian warna Silhouette (Black) dan Country Air kini tipster ternama Evan Blass merilis serangkaian render resmi yang memperlihatkan lima opsi warna lengkap dari perangkat ini.


Dari nuansa biru segar hingga hijau sporty, Motorola tampaknya ingin menawarkan lebih dari sekadar spesifikasi tangguh melainkan juga estetika personal yang mencerminkan gaya hidup pengguna. Namun, di balik tampilannya yang stylish, Edge 70 Fusion menyimpan sejumlah fitur canggih yang menjadikannya salah satu kandidat kuat di segmen mid-range premium 2025.


Artikel ini mengulas desain, varian warna, spesifikasi teknis, serta posisi strategis Edge 70 Fusion dalam persaingan pasar smartphone global.


Lima Varian Warna yang Memadukan Estetika dan Material Unik

Render terbaru mengungkap bahwa Motorola Edge 70 Fusion akan hadir dalam lima pilihan warna:

  • Silhouette (Black) – elegan dan minimalis
  • Country Air – nuansa netral lembut
  • Blue Surf – biru muda berkilau seperti ombak pantai
  • Orient Blue – biru tua dengan kedalaman visual
  • Sporting Green – hijau dinamis yang energetik


Yang menarik, bagian belakang perangkat menggunakan tekstur yang terinspirasi dari bahan nilon dan linen, memberikan pegangan yang nyaman sekaligus tahan sidik jari. Desain ini tidak hanya estetis, tapi juga fungsional mengurangi risiko slip saat digenggam.


Desain yang Familiar namun Lebih Segar

Secara bentuk, Edge 70 Fusion mengadopsi bahasa desain khas seri Edge terbaru, termasuk:

  • Tata letak kamera belakang vertikal dengan modul persegi panjang khas Motorola
  • Layar quad-curved yang melengkung di keempat sisinya
  • Frame ramping meski mengemas baterai berkapasitas besar


Promosi visual menunjukkan bahwa perangkat ini tetap ringkas dan ergonomis, meskipun menyimpan baterai 7.000mAh sebuah pencapaian teknik yang menunjukkan kemajuan dalam efisiensi desain internal Motorola.


Perusahaan tampaknya ingin mempertahankan kesan premium tanpa label harga flagship, menjadikan Edge 70 Fusion sebagai alternatif menarik bagi yang ingin performa tinggi tanpa merogoh kocek terlalu dalam.


Spesifikasi Gahar: Layar 144Hz, Snapdragon 7s Gen 3, dan Baterai 7.000mAh

Berdasarkan rumor terkini, berikut spesifikasi utama Motorola Edge 70 Fusion:

Layar

  • 6,78 inci AMOLED quad-curved
  • Resolusi 1,5K (1440 x 3120 piksel)
  • Refresh rate 144Hz ultra-halus
  • Dukungan HDR10+
  • Kecerahan puncak hingga 5.200 nits
  • Dilindungi Corning Gorilla Glass 7i


Performa

  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3
  • RAM: hingga 12GB
  • Penyimpanan: hingga 256GB (kemungkinan tanpa slot microSD)


Kamera

  • Utama: 50 MP dengan sensor Sony LYTIA (kemungkinan LYT-700 atau setara)
  • Depan: 32 MP untuk selfie dan video call berkualitas tinggi
  • Fitur AI dan mode malam diperkirakan hadir, mengikuti tren kompetitor


Baterai & Daya Tahan

  • Kapasitas: 7.000mAh   salah satu yang terbesar di kelasnya
  • Pengisian cepat: 68W wired charging
  • Sertifikasi: IP68 & IP69 (tahan debu, air, bahkan semprotan bertekanan)
  • MIL-STD-810H   tahan guncangan, suhu ekstrem, dan kondisi lingkungan keras


Perangkat Lunak

  • Sistem operasi: Android 16 langsung dari kotak
  • Antarmuka: My UX versi terbaru dengan sedikit bloatware


Target Pasar dan Strategi Harga

Meski belum ada informasi resmi soal harga, Motorola kemungkinan besar akan memposisikan Edge 70 Fusion sebagai pesaing langsung dari Samsung Galaxy A55, OnePlus Nord 4, dan Xiaomi 14T dengan keunggulan utama pada baterai raksasa dan sertifikasi ketahanan militer.


Perangkat ini diperkirakan akan diluncurkan pertama kali di Eropa, Asia Selatan, dan Amerika Latin pasar di mana seri Fusion sebelumnya telah mendapat sambutan hangat.


Mengapa Edge 70 Fusion Layak Dinanti?

Motorola Edge 70 Fusion bukan sekadar refresh biasa. Ia adalah perpaduan cerdas antara daya tahan ekstrem, desain premium, dan teknologi mutakhir semua dalam kemasan yang tetap terjangkau.


Beberapa alasan utama untuk menantikan peluncurannya:

  • Baterai 7.000mAh cocok untuk traveler, pekerja lapangan, atau gamer mobile
  • Layar 144Hz + 5.200 nits ideal untuk penggunaan outdoor dan konten HDR
  • Sertifikasi IP69 + MIL-STD-810H menjadikannya salah satu ponsel paling tangguh di kelasnya
  • Android 16 out of the box menjanjikan dukungan pembaruan jangka panjang


Kesimpulan: Mid-Range dengan Jiwa Flagship

Dengan desain yang matang, spesifikasi yang kompetitif, dan pendekatan material yang unik, Motorola Edge 70 Fusion berpotensi menjadi salah satu ponsel mid-range terbaik tahun 2025.


Jika Motorola berhasil mempertahankan harga di kisaran Rp6–8 juta, maka Edge 70 Fusion bukan hanya akan menyaingi rivalnya tapi juga mendefinisikan ulang ekspektasi konsumen terhadap ponsel non-flagship.


Peluncuran resminya mungkin tinggal hitungan minggu. Dan jika bocoran ini akurat, 2025 bisa jadi tahun kebangkitan Motorola di segmen menengah atas.

Infinix Note 60 Pro Bocor: Desain iPhone 17 Pro + Layar Matrix ala Nothing Phone (3)!

Infinix Note 60 Pro Bocor: Desain iPhone 17 Pro + Layar Matrix ala Nothing Phone (3)!

Infinix Note 60 Pro Bocor: Desain iPhone 17 Pro + Layar Matrix ala Nothing Phone (3)!

Infinix kembali mengguncang pasar smartphone menengah dengan kehadiran Note 60 Pro, perangkat yang secara berani menggabungkan dua tren desain paling ikonik tahun ini: modul kamera ala iPhone 17 Pro dan layar aktif bergaya Glyph Interface dari Nothing Phone (3). Melalui poster teaser resmi yang baru dirilis, Infinix memberi sekilas pandangan tentang bagaimana mereka ingin tampil beda di tengah persaingan ketat segmen mid-range global.


Tapi bukan hanya soal tampilan Note 60 Pro juga dibekali spesifikasi yang menggoda: chipset Snapdragon 7s Gen 4 5G, layar Ultra HDR 144Hz, baterai raksasa 6.500mAh, dan fitur eksklusif seperti Battery Self Healing Tech serta pendingin cair 3D IceCore VC. Semua ini menjadikan Note 60 Pro bukan sekadar “peniru”, melainkan evolusi kreatif yang berani.


Artikel ini mengupas tuntas desain inovatif, spesifikasi teknis, fitur unggulan, serta posisi strategis Infinix Note 60 Pro menjelang peluncurannya di MWC 2026.


Desain Revolusioner: Saat iPhone 17 Pro Bertemu Nothing Phone (3)

Salah satu elemen paling mencolok dari teaser Infinix Note 60 Pro adalah modul kamera belakang besar yang jelas terinspirasi oleh desain iPhone 17 Pro Max dengan bentuk persegi membulat dan susunan lensa yang simetris.


Namun, Infinix tidak berhenti di sana. Di dalam modul kamera tersebut, tersemat panel dot-matrix aktif yang mampu menampilkan:

  • Waktu
  • Cuaca
  • Notifikasi pesan atau panggilan
  • Kontrol musik
  • Status pengisian daya


Fitur ini langsung mengingatkan pada Glyph Interface milik Nothing Phone (3), tetapi dengan pendekatan visual yang lebih minimalis dan terintegrasi ke dalam struktur kamera bukan sebagai garis terpisah di punggung ponsel.


Perpaduan ini menciptakan identitas visual ganda: kemewahan ala Apple dan keunikan futuristik ala Nothing dua merek yang biasanya berada di ujung berlawanan spektrum harga.


Warna dan Material: Solar Orange & Tekstur Kulit Premium

Infinix juga memperkenalkan varian warna baru bernama Solar Orange nuansa oranye cerah yang mencerminkan energi dan keberanian desain perangkat ini. Selain itu, punggung Note 60 Pro menggunakan material bertekstur kulit premium, memberikan pegangan yang nyaman sekaligus tampilan elegan yang jarang ditemui di kelas harganya.


Material ini tidak hanya estetis, tapi juga fungsional: tahan sidik jari dan memberikan isolasi termal tambahan penting mengingat performa tinggi yang ditawarkan.


Layar Depan: Ultra HDR 1.5K dengan Refresh Rate 144Hz

Di bagian depan, Note 60 Pro hadir dengan layar besar 6,78 inci yang mendukung:

  • Resolusi 1.5K (~1440 x 3120 piksel)
  • Teknologi Ultra HDR untuk kontras dan warna lebih hidup
  • Refresh rate 144Hz untuk pengalaman gaming dan scrolling ultra-halus


Layar ini diposisikan sebagai salah satu yang terbaik di segmen mid-range, bahkan menyaingi beberapa flagship tahun lalu. Panel AMOLED-nya juga dilapisi perlindungan kaca anti-gores generasi terbaru, meski Infinix belum mengonfirmasi apakah itu Gorilla Glass Victus atau solusi internal mereka sendiri.


Performa: Snapdragon 7s Gen 4 5G untuk Efisiensi & Daya Tahan

Untuk urusan dapur pacu, Infinix memilih Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 5G chipset baru yang dirancang untuk keseimbangan antara performa dan efisiensi daya. Chip ini dibangun di atas proses fabrikasi 4nm, mendukung:

  • Jaringan 5G sub-6GHz
  • AI engine generasi ke-8
  • GPU Adreno yang dioptimalkan untuk gaming ringan hingga menengah


Meski bukan chipset flagship, Snapdragon 7s Gen 4 cukup tangguh untuk multitasking, media sosial, streaming 4K, dan game seperti Genshin Impact dalam pengaturan menengah.


Baterai Raksasa & Teknologi “Self Healing”

Salah satu andalan utama Note 60 Pro adalah baterai 6.500mAh salah satu yang terbesar di kelasnya. Didukung oleh pengisian kabel 90W, perangkat ini bisa terisi dari 0% ke 100% dalam waktu sekitar 40–45 menit.


Yang lebih menarik adalah fitur “Battery Self Healing Tech” teknologi yang diklaim mampu memulihkan kapasitas baterai secara otomatis melalui algoritma manajemen daya adaptif. Meski detail teknisnya belum diungkap, fitur ini kemungkinan bekerja dengan:

  • Mengoptimalkan siklus pengisian
  • Mengurangi degradasi kimia pada sel baterai
  • Menyesuaikan tegangan berdasarkan pola penggunaan


Jika terbukti efektif, ini bisa menjadi game-changer bagi daya tahan jangka panjang baterai ponsel mid-range.


Pendinginan Canggih & Audio Premium

Untuk menjaga suhu tetap stabil selama gaming atau pemutaran video panjang, Infinix menyematkan sistem pendingin 3D IceCore VC kombinasi vapor chamber dan pipa panas berbentuk 3D yang menyebar di seluruh motherboard.


Sementara itu, di sektor audio, Note 60 Pro bekerja sama dengan JBL untuk menyediakan speaker stereo yang disetel khusus, menawarkan:

  • Bass lebih dalam
  • Klarity vokal yang jernih
  • Dukungan Dolby Atmos (kemungkinan besar)
  • Kamera Utama 50MP “Night Master” untuk Fotografi Malam Hari


Modul kamera utama menggunakan sensor 50MP dengan teknologi “Night Master” fitur yang dioptimalkan untuk fotografi low-light. Sistem ini menggabungkan:

  • Penggabungan multi-frame
  • AI noise reduction
  • Pencahayaan dinamis berbasis konteks


Meski belum ada sampel foto resmi, Infinix menjanjikan hasil malam hari yang “mendekati kualitas flagship”.


Peluncuran & Ekspektasi Pasar

Infinix belum mengumumkan harga atau tanggal rilis pasti, tetapi sumber internal mengindikasikan bahwa Note 60 Pro akan debut di ajang MWC 2026 pameran teknologi terbesar Eropa yang berlangsung setiap Februari/Maret.


Mengingat posisi Infinix sebagai merek yang agresif di pasar Asia, Afrika, dan Timur Tengah, Note 60 Pro kemungkinan besar akan dibanderol antara Rp3,5–4,5 juta, menjadikannya pesaing serius bagi Redmi Note 14 Pro+, Realme GT Neo 6, dan Samsung Galaxy A55.


Kesimpulan: Inovasi Desain yang Berani, Spesifikasi yang Menggoda

Infinix Note 60 Pro bukan sekadar smartphone biasa. Ia adalah pernyataan desain: bahwa merek mid-range pun bisa tampil berani, futuristik, dan penuh karakter tanpa harus mengorbankan performa atau daya tahan.


Dengan kombinasi Matrix Display aktif, desain kamera premium, baterai raksasa, dan fitur eksklusif seperti Battery Self Healing, Infinix membuktikan bahwa inovasi tidak selalu datang dari flagship.


Jika harganya kompetitif, Note 60 Pro berpotensi menjadi salah satu ponsel mid-range paling menarik tahun 2026 dan mungkin, yang paling sulit dilupakan.

Xiaomi 17 Pro Dapat Update Imlek: Fireworks, Gesture & Fitur Kamera Gahar!

Xiaomi 17 Pro Dapat Update Imlek: Fireworks, Gesture & Fitur Kamera Gahar!

Xiaomi 17 Pro Dapat Update Imlek: Fireworks, Gesture & Fitur Kamera Gahar!

Xiaomi memperkuat daya tarik seri andalannya dengan meluncurkan pembaruan perangkat lunak eksklusif bertema Spring Festival (Imlek) untuk Xiaomi 17 Pro series yang hanya tersedia di Tiongkok. Update ini tidak hanya menambahkan sentuhan budaya lokal yang meriah, tetapi juga membawa peningkatan signifikan pada sistem kamera, menjadikannya salah satu smartphone paling canggih untuk kreator konten video.


Dirilis secara bertahap mulai pertengahan Februari 2026, pembaruan ini memanfaatkan layar sekunder di bagian belakang fitur unggulan Xiaomi 17 Pro untuk menciptakan pengalaman interaktif yang belum pernah ada sebelumnya. Dari hitung mundur Tahun Baru Imlek hingga animasi kembang api yang bisa dipicu tanpa menyentuh ponsel, Xiaomi membuktikan bahwa teknologi bisa menyatu dengan tradisi.


Artikel ini mengupas tuntas fitur Spring Festival, inovasi gesture control, serta semua peningkatan kamera profesional yang kini tersedia di Xiaomi 17 Pro.


Fitur Spring Festival: Layar Belakang Jadi Panggung Perayaan Imlek

Salah satu keunggulan desain Xiaomi 17 Pro adalah layar sekunder berukuran kecil di bagian belakang, yang biasanya digunakan untuk notifikasi, jam, atau identitas pengguna. Kini, selama periode Tahun Baru Imlek (Lunar New Year), layar ini berubah menjadi panggung digital perayaan.


Fitur Utama Spring Festival:

  • Wallpaper Harian Otomatis: Dari Hari ke-1 hingga Hari ke-7 Imlek, wallpaper di layar belakang berubah otomatis setiap tengah malam, menampilkan ilustrasi tematik yang khas.
  • Hitung Mundur Malam Tahun Baru: Pada 31 Desember Imlek (New Year’s Eve), pukul 23.55, layar belakang menampilkan animasi hitung mundur menuju pergantian tahun.
  • Animasi Kembang Api Otomatis: Tepat pukul 00.00, animasi kembang api digital langsung diputar di layar belakang tanpa perlu interaksi pengguna.


Yang paling menarik? Semua ini hanya tersedia untuk varian Xiaomi 17 Pro yang dijual di Tiongkok, karena model Pro tidak dirilis secara global.


Gesture Udara: Picu Kembang Api Tanpa Menyentuh Ponsel

Xiaomi tidak berhenti sampai di sana. Perusahaan menambahkan teknologi gesture control berbasis AI yang memungkinkan pengguna memicu animasi kembang api dari jarak jauh.


Caranya sangat intuitif:

  • Angkat ponsel dengan layar belakang menghadap Anda.
  • Buat kepalan tangan, lalu buka perlahan seperti mekar bunga.


Sensor kamera belakang akan mendeteksi gerakan tersebut dan langsung memainkan animasi kembang api.


Fitur ini memanfaatkan AI vision engine yang sama digunakan untuk portrait mode dan deteksi wajah, tetapi kali ini diadaptasi untuk interaksi non-touch mirip konsep “Minority Report”, tapi dalam skala personal dan meriah.


Upgrade Kamera Profesional: Dari LOFIC hingga Dual-View Recording

Selain fitur perayaan, Xiaomi juga meluncurkan serangkaian peningkatan kamera besar-besaran yang diadaptasi dari saudara premium-nya, Xiaomi 17 Ultra. Ini menjadikan 17 Pro sebagai smartphone kelas atas untuk videografer mobile.


Fitur Kamera Utama:

1. Intelligent Scene Card untuk Adegan Spesifik

Sistem AI kini dapat mengenali adegan kembang api dan pertunjukan panggung, lalu secara otomatis mengoptimalkan eksposur, warna, dan fokus sehingga hasil foto/video tetap tajam meski dalam kondisi pencahayaan ekstrem.


2. LOFIC Video Recording (4K/60fps)

LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor) adalah teknologi sensor canggih yang mencegah overexposure saat merekam sumber cahaya terang (seperti lampu panggung atau kembang api). Xiaomi 17 Pro kini mendukung perekaman LOFIC hingga resolusi 4K pada 60 frame per detik fitur yang biasanya hanya ditemukan di kamera profesional.


3. Enhanced LOG Video + LUTs

Mode LOG (flat profile) kini hadir dengan dukungan LUT (Look-Up Table) yang lebih luas, memungkinkan kreator melakukan grading warna pasca-produksi dengan fleksibilitas maksimal seperti menggunakan kamera cinema.


4. Dual-View Recording

Rekam dua sudut pandang sekaligus: kamera depan dan belakang aktif bersamaan, dengan output disatukan dalam satu frame (split-screen atau picture-in-picture). Sempurna untuk vlog, review produk, atau konten edukasi.


5. Rear-Screen Full-Frame Video Selfie

Gunakan layar belakang sebagai viewfinder saat merekam video selfie dengan kamera utama hasilnya adalah video selfie resolusi penuh dengan kualitas optik terbaik, bukan kamera depan berkualitas lebih rendah.


6. Peningkatan Tambahan:

  • Slow-motion lebih halus berkat stabilisasi AI
  • Perekaman malam hari lebih terang dan minim noise
  • Koreksi distorsi ultra-wide-angle yang jauh lebih akurat
  • Antarmuka Kamera yang Lebih Personal

Xiaomi juga memperbarui tata letak antarmuka kamera, memungkinkan pengguna:

  • Menyesuaikan posisi tombol sesuai kebiasaan
  • Menyembunyikan/menampilkan mode tertentu
  • Mengatur shortcut cepat untuk fitur favorit


Ini memberi pengalaman lebih personal dan efisien, terutama bagi pengguna profesional yang sering berganti mode.


Eksklusivitas: Hanya untuk Pengguna Tiongkok

Perlu dicatat: semua fitur Spring Festival termasuk animasi kembang api dan gesture control hanya tersedia di varian Xiaomi 17 Pro yang dijual di Tiongkok. Pengguna internasional tidak akan menerima fitur ini, karena Xiaomi tidak merilis model Pro di pasar global.


Namun, sebagian besar peningkatan kamera kemungkinan besar akan hadir di pembaruan global untuk seri Xiaomi 17 lainnya, meski tanpa fitur LOFIC atau rear-screen recording jika perangkat tidak memiliki hardware pendukung.


Kesimpulan: Teknologi yang Merayakan Budaya

Xiaomi 17 Pro membuktikan bahwa smartphone tidak hanya alat komunikasi tapi juga medium ekspresi budaya dan kreativitas. Dengan menggabungkan tradisi Imlek, interaksi gesture futuristik, dan fitur kamera sinematik, Xiaomi menciptakan pengalaman yang unik, emosional, dan teknis sekaligus.


Bagi pengguna di Tiongkok, ini adalah cara baru untuk merayakan momen penting dengan teknologi. Bagi kreator global, upgrade kamera ini menjadi sinyal bahwa smartphone kini benar-benar bisa menggantikan kamera profesional asal didukung oleh sensor dan software yang tepat.


Dan siapa tahu? Mungkin suatu hari nanti, fitur seperti gesture kembang api akan hadir dalam bentuk universal bukan hanya untuk merayakan Imlek, tapi setiap momen spesial dalam hidup kita.

Vivo X Fold 6 Bawa Kamera 200MP, Terbaik di Dunia Foldable?

Vivo X Fold 6 Bawa Kamera 200MP, Terbaik di Dunia Foldable?

Vivo X Fold 6 Bawa Kamera 200MP, Terbaik di Dunia Foldable?


Dunia foldable smartphone semakin memanas. Setelah Honor Magic V6 dan Oppo Find N6 diprediksi meluncur pada Maret 2025, kini giliran Vivo X Fold 6 yang mencuri perhatian berkat bocoran fitur kamera yang benar-benar revolusioner. Menurut laporan terbaru dari tipster ternama Smart Pikachu, ponsel lipat terbaru Vivo ini sedang dikembangkan sebagai “foldable paling fokus pada fotografi” yang pernah ada dengan senjata utama: sensor kamera 200 megapiksel dan sensor multispectral untuk akurasi warna tingkat lanjut.


Jika kabar ini terbukti, Vivo X Fold 6 berpotensi menggeser Samsung Galaxy Z Fold 6 dan Huawei Mate X5 sebagai raja kamera di segmen ponsel lipat sebuah pencapaian besar mengingat sejarah panjang dominasi merek-merek tersebut dalam inovasi imaging.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi kamera yang dibocorkan, perbandingan dengan generasi sebelumnya, potensi chipset, serta posisi Vivo dalam persaingan global foldable 2025.


Sensor 200MP + Multispectral: Lompatan Besar dari X Fold 5

Generasi sebelumnya, Vivo X Fold 5, sudah menawarkan sistem kamera yang solid:

  • Sensor utama: Sony IMX921 (50MP) dengan OIS
  • Ultra-wide: 50MP
  • Telefoto periskop: 50MP

Namun, tidak ada sensor multispectral komponen kunci yang kini dikabarkan akan hadir di X Fold 6.


Apa Itu Sensor Multispectral?

Sensor multispectral mampu menangkap cahaya di luar spektrum tampak manusia (seperti inframerah dekat), lalu menggunakannya untuk meningkatkan akurasi warna, white balance, dan detail tekstur dalam foto. Teknologi serupa pernah digunakan oleh Honor Magic6 Pro dan Huawei P60 Pro, dan hasilnya terbukti signifikan terutama dalam kondisi pencahayaan rendah atau kompleks.

Dengan kombinasi 200MP + multispectral, Vivo X Fold 6 bisa menghasilkan:

  • Detail ekstrem hingga ke serat kain atau tekstur kulit
  • Warna lebih natural, bahkan di bawah lampu neon atau sinar matahari terik
  • Kemampuan computational photography yang jauh lebih canggih


Sayangnya, belum diketahui apakah sensor 200MP ini akan digunakan sebagai kamera utama atau kamera telefoto periskop. Juga belum jelas apakah sensor tersebut berasal dari Samsung (HP3/ISOCELL) atau OmniVision (OV200) dua produsen utama sensor resolusi ultra-tinggi saat ini.


Chipset dan Performa: Snapdragon 8 Elite Diprediksi Jadi Otaknya

Vivo X Fold 5 menggunakan Snapdragon 8 Gen 3, dan logis jika X Fold 6 akan diperbarui ke Snapdragon 8 Elite (nama dagang untuk Snapdragon 8 Gen 4). Chipset ini menawarkan:

  • CPU berbasis arsitektur Oryon custom (mirip Qualcomm Snapdragon X Elite untuk laptop)
  • GPU Adreno generasi baru dengan dukungan ray tracing mobile
  • ISP (Image Signal Processor) yang jauh lebih cepat penting untuk memproses data dari sensor 200MP


Dengan ISP yang ditingkatkan, Vivo bisa memanfaatkan pemrosesan gambar AI real-time, termasuk pengurangan noise, HDR dinamis, dan bokeh simulasi yang lebih realistis semua tanpa lag.


Tantangan Vivo: Bukan Cuma Soal Resolusi

Meski 200MP terdengar mengesankan, resolusi bukan segalanya. Banyak faktor menentukan kualitas foto:

  • Ukuran piksel (pixel binning)
  • Ukuran sensor fisik
  • Kualitas lensa optik
  • Algoritma pemrosesan gambar


Jika Vivo hanya mengandalkan angka besar tanpa optimasi menyeluruh, hasilnya bisa jadi file besar tapi kurang natural seperti yang sempat terjadi pada beberapa ponsel 108MP awal.


Namun, mengingat rekam jejak Vivo dalam kolaborasi dengan Zeiss dan pengembangan algoritma V-series imaging, kemungkinan besar mereka telah mempersiapkan ekosistem kamera end-to-end yang matang.


Prediksi Harga dan Ketersediaan Global

Vivo X Fold 5 dibanderol sekitar Rp18–20 juta di Tiongkok. Dengan peningkatan kamera signifikan, X Fold 6 kemungkinan akan sedikit lebih mahal Rp20–22 juta.


Sayangnya, seperti kebanyakan foldable Vivo, ketersediaan global masih terbatas. Perangkat ini kemungkinan besar tidak akan resmi masuk Eropa atau AS, meski bisa dibeli via importir pihak ketiga.


Kesimpulan: Vivo Ingin Menjadi “Canon-nya Dunia Foldable”

Dengan strategi fokus pada kualitas imaging profesional, Vivo tampaknya ingin memposisikan X Fold 6 bukan sekadar gadget teknologi tapi alat kreatif bagi fotografer, jurnalis, dan konten kreator.


Jika bocoran ini terwujud, Vivo X Fold 6 berpotensi menjadi benchmark baru untuk kamera di ponsel lipat dan mungkin satu-satunya foldable yang benar-benar bisa menggantikan kamera saku dalam skenario profesional.


Tunggu peluncurannya sekitar Juli 2025. Tapi satu hal pasti: perang kamera di dunia foldable baru saja memasuki babak baru.

Samsung Galaxy F70e Hadir dengan Layar 120Hz & Desain Kulit Vegan!

Samsung Galaxy F70e Hadir dengan Layar 120Hz & Desain Kulit Vegan!

Samsung Galaxy F70e Hadir dengan Layar 120Hz & Desain Kulit Vegan!

Samsung kembali mengguncang pasar smartphone menengah ke bawah dengan peluncuran resmi Galaxy F70e 5G di India pada 17 Februari 2026. Dirancang untuk pengguna yang menginginkan kombinasi gaya, daya tahan, dan performa tanpa merogoh kocek dalam, perangkat ini hadir dengan spesifikasi yang mengejutkan untuk kelas harganya mulai dari layar 120Hz, baterai 6.000mAh, hingga janji enam generasi pembaruan sistem operasi.


Dibanderol mulai Rs 12.999 (sekitar Rp1,8 juta), Galaxy F70e tidak hanya bersaing berdasarkan harga, tapi juga menawarkan desain mewah dengan punggung berbahan vegan leather, fitur keamanan canggih seperti Knox Vault, serta dukungan konektivitas modern termasuk dual-band Wi-Fi dan Bluetooth 5.4.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi lengkap, fitur unggulan, strategi harga Samsung, serta posisi F70e dalam ekosistem Galaxy 2026 terutama setelah peluncuran saudara dekatnya, Galaxy A07.


Desain Premium di Kelas Budget: Vegan Leather yang Mewah

Salah satu daya tarik utama Galaxy F70e adalah estetika premium yang jarang ditemukan di segmen harga di bawah Rp2 juta. Samsung menyematkan finishing belakang berbahan vegan leather material yang biasanya hanya ada di ponsel flagship seperti seri Galaxy S atau Z Fold.


Tersedia dalam dua varian warna eksklusif:

  • Spotlight Blue – nuansa biru metalik yang elegan
  • Limelight Green – hijau segar dengan kilau halus


Desain ini tidak hanya terlihat mewah, tapi juga anti-slip dan tahan sidik jari, menjadikannya nyaman digenggam seharian. Ditambah dengan sertifikasi IP54, F70e tahan percikan air dan debu ringan fitur langka di kelasnya.


Layar 120Hz HD+ dengan Kecerahan 800 Nits: Lancar dan Jernih

Di bagian depan, Galaxy F70e mengusung layar LCD berukuran 6,7 inci dengan rasio aspek tinggi dan bezel tipis. Meski bukan AMOLED, panel ini menawarkan:

  • Resolusi HD+ (1600 x 720 piksel)
  • Refresh rate 120Hz – pergerakan antarmuka super lancar
  • Kecerahan puncak 800 nits – tetap jernih di bawah sinar matahari


Fitur 120Hz biasanya hanya ditemukan di ponsel menengah atas, namun Samsung membawanya ke F70e sebagai nilai tambah besar bagi gamer casual dan pengguna media sosial yang menginginkan pengalaman visual responsif.


Performa Andal: MediaTek Dimensity 6300 + RAM 6GB

Di sektor dapur pacu, Galaxy F70e dipersenjatai dengan chipset MediaTek Dimensity 6300, prosesor 6nm yang efisien dan cukup tangguh untuk aktivitas sehari-hari:

  • Multitasking ringan
  • Streaming video 1080p
  • Game mobile seperti Mobile Legends atau CODM (dengan pengaturan menengah)


Perangkat tersedia dalam dua konfigurasi:

  • 4GB RAM + 128GB storage – Rp1,8 juta
  • 6GB RAM + 128GB storage – Rp2,1 juta


Penyimpanan internal tidak bisa diperluas via microSD, namun kapasitas 128GB sudah lebih dari cukup untuk kebanyakan pengguna.


Yang paling mencolok: F70e menjalankan Android 16 dengan antarmuka One UI 8, dan Samsung menjanjikan enam pembaruan OS mayor artinya perangkat ini akan tetap aman dan mutakhir hingga 2032. Ini adalah komitmen panjang yang biasanya hanya diberikan pada seri flagship.


Baterai 6.000mAh + Fast Charging 25W: Daya Tahan Seharian Plus

Dengan baterai berkapasitas 6.000mAh, Galaxy F70e mampu bertahan lebih dari 24 jam bahkan dengan penggunaan intensif. Dukungan pengisian cepat 25W memungkinkan pengisian dari 0–50% dalam sekitar 30 menit.


Fitur hemat daya dari One UI 8 seperti Adaptive Battery dan Background App Limit membantu memperpanjang usia baterai lebih jauh lagi. Untuk pengguna yang sering bepergian atau tinggal di daerah dengan akses listrik terbatas, kapasitas baterai ini adalah nilai jual utama.


Kamera Sederhana Tapi Cukup: 50MP + 8MP

Sistem kamera Galaxy F70e tidak mengejar spektakuler, tapi fokus pada fungsionalitas dasar:

  • Kamera utama: 50MP (f/1.8, autofocus) – hasil foto tajam di siang hari
  • Sensor depth: 2MP – untuk efek bokeh pada potret
  • Kamera depan: 8MP – cocok untuk video call dan selfie casual


Meski minim fitur AI canggih, modul kamera ini didukung oleh algoritma pemrosesan gambar Samsung yang telah teruji. Hasilnya: warna natural, detail cukup, dan noise terkendali di kondisi cahaya cukup.


Sayangnya, tidak ada ultrawide atau macro, tapi untuk harga Rp1,8 juta, ekspektasi harus realistis.


Fitur Tambahan yang Jarang Ada di Kelas Budget

Galaxy F70e mengejutkan dengan fitur-fitur premium:

  • Knox Vault: enkripsi perangkat keras untuk data sensitif
  • Pemindai sidik jari samping: integrasi dengan tombol power
  • Jack audio 3.5mm: langka di 2026, tapi masih diminati
  • Dual SIM + 5G: dukungan jaringan masa depan
  • Bluetooth 5.4: koneksi nirkabel lebih stabil dan hemat daya
  • Dual-band Wi-Fi: performa internet lebih konsisten di area padat

Semua ini menjadikan F70e bukan sekadar “ponsel murah”, tapi investasi jangka panjang.


Harga & Ketersediaan: Langsung Laris di Flipkart

  • 4GB+128GB: Rs 12.999 (~Rp1,8 juta)
  • 6GB+128GB: Rs 14.999 (~Rp2,1 juta)
  • Tersedia di: Flipkart & samsung.com/in
  • Tanggal rilis: 17 Februari 2026


Peluncuran ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Galaxy A07, menunjukkan bahwa Samsung sedang mempercepat rotasi produk entry-level untuk menghadapi persaingan ketat dari Realme, Redmi, dan Motorola di pasar India.


Kesimpulan: Raja Baru di Segmen Budget 2026?

Samsung Galaxy F70e bukan ponsel sempurna tapi ia adalah salah satu yang paling seimbang di kelasnya. Dengan desain premium, layar 120Hz, baterai monster, dan komitmen pembaruan 6 tahun, perangkat ini menawarkan nilai jangka panjang yang sulit ditandingi.


Bagi pelajar, pekerja lepas, orang tua, atau siapa pun yang butuh ponsel andal tanpa ribet, Galaxy F70e layak jadi pilihan utama di awal 2026. Dan dengan harga di bawah Rp2,2 juta, Samsung sekali lagi membuktikan bahwa “murah” tidak harus berarti “murahan.”

Asus ROG Swift OLED Gen3 Hadir: 4K, 240Hz & DP 2.1!

Asus ROG Swift OLED Gen3 Hadir: 4K, 240Hz & DP 2.1!

Asus ROG Swift OLED Gen3 Hadir: 4K, 240Hz & DP 2.1!

Asus kembali menegaskan dominasinya di segmen monitor gaming premium dengan peluncuran resmi ROG Swift OLED PG32UCDM Gen3 (juga dikenal sebagai PG32UCDM3) di Tiongkok lebih awal dari jadwal rilis global yang direncanakan pada kuartal pertama 2026. Dibanderol CNY 8.499 (sekitar $1.225 atau Rp19 juta), harga ini bahkan lebih rendah dari estimasi awal $1.299 di Amerika Serikat, menandakan strategi penetapan harga regional yang agresif.


Monitor 32 inci ini bukan sekadar pembaruan minor ia adalah lompatan generasi yang menggabungkan teknologi tampilan tercanggih, konektivitas masa depan, dan fitur eksklusif untuk gamer kompetitif maupun kreator konten profesional. Dengan spesifikasi seperti panel 4K QD-OLED, refresh rate 240Hz, response time 0,03ms, dan dukungan DisplayPort 2.1 UHBR20, ROG Swift OLED Gen3 siap menjadi tolok ukur baru di dunia display high-end.


Artikel ini mengupas tuntas inovasi utama, peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya, serta nilai praktis bagi pengguna.


Panel QD-OLED 4K: Visual Memukau dengan Akurasi Warna Profesional

Jantung dari ROG Swift OLED Gen3 adalah panel 32 inci beresolusi 4K (3840 x 2160) yang menggunakan teknologi Quantum Dot OLED (QD-OLED) dari Samsung. Panel ini menawarkan:

  • Kontras tak terbatas berkat piksel OLED yang bisa mati total
  • Cakupan warna DCI-P3 hingga 99%
  • Akurasi warna Delta E < 2, ideal untuk editing foto/video
  • Luminansi puncak tinggi untuk konten HDR


Berbeda dengan OLED tradisional, QD-OLED menggabungkan lapisan quantum dot dengan subpiksel biru OLED, menghasilkan warna lebih cerah, saturasi lebih kaya, dan efisiensi energi lebih baik tanpa risiko burn-in berlebihan jika digunakan dengan benar.


Black Shield Film: Solusi Inovatif untuk Masalah QD-OLED di Ruang Terang

Salah satu kelemahan historis panel QD-OLED adalah refleksi cahaya ambient yang dapat menyebabkan:

  • Bayangan ungu (purple tint)
  • Penurunan kedalaman hitam
  • Gangguan visual saat digunakan di ruang terang


Asus menjawab tantangan ini dengan Black Shield Film, lapisan optik baru yang:
  • Meningkatkan kedalaman hitam hingga 40% dalam kondisi cahaya terang
  • Mengurangi refleksi dan distorsi warna
  • Dilengkapi lapisan anti-reflektif dan anti-gores untuk ketahanan harian


Inovasi ini menjadikan ROG Swift OLED Gen3 lebih praktis untuk penggunaan di ruang kerja, studio, atau ruang keluarga bukan hanya di ruang gelap seperti kebanyakan monitor OLED.


Performa Gaming Kelas Elite: 240Hz & 0.03ms Response Time

Untuk gamer kompetitif, ROG Swift OLED Gen3 menawarkan spesifikasi impian:

  • Refresh rate 240Hz – respons instan terhadap input
  • Response time 0,03ms (GTG) – hampir tanpa ghosting atau motion blur
  • Kompatibilitas NVIDIA G-SYNC – sinkronisasi mulus tanpa screen tearing


Kombinasi ini memungkinkan pengalaman bermain FPS, racing, atau fighting game dengan presisi milidetik memberikan keunggulan kompetitif nyata.


Konektivitas Masa Depan: DisplayPort 2.1 UHBR20 & USB-C 90W

Asus menjadi salah satu produsen pertama yang mengadopsi DisplayPort 2.1 UHBR20, standar koneksi video terbaru yang mendukung:

  • Bandwidth hingga 80 Gbps
  • Transmisi 4K @ 240Hz tanpa kompresi
  • Kompatibilitas penuh dengan GPU generasi mendatang (seperti RTX 50-series)


Selain itu, monitor ini juga dilengkapi:

  • HDMI 2.1 – untuk PS5, Xbox Series X, dan PC
  • USB-C dengan power delivery 90W – cukup untuk mengisi daya laptop gaming sekaligus mentransfer sinyal video dan data


Fitur KVM switch bawaan memungkinkan pengguna mengontrol dua perangkat (misal: PC dan laptop) menggunakan satu keyboard dan mouse sangat berguna bagi hybrid worker atau streamer.


Fitur Tambahan: HDR, Dolby Vision, dan Perlindungan OLED

ROG Swift OLED Gen3 kini bersertifikasi VESA DisplayHDR 500 True Black, peningkatan signifikan dari HDR 400 pada model sebelumnya. Sertifikasi ini menjamin:

  • Luminansi puncak minimal 500 nits
  • Kedalaman hitam sesuai standar OLED
  • Reproduksi HDR yang akurat


Monitor ini juga mendukung Dolby Vision, memberikan pengalaman menonton film atau streaming yang lebih sinematik.


Untuk melindungi panel OLED jangka panjang, Asus menyertakan OLED Care suite, yang mencakup:

  • Pixel refresher otomatis
  • Logo dimming
  • Screen shift dinamis
  • Mode hemat energi

Fitur ini dirancang untuk meminimalkan risiko burn-in selama penggunaan intensif.


Harga dan Strategi Pasar: Lebih Murah di Tiongkok?

  • Harga Tiongkok: CNY 8.499 (~$1.225 / ~Rp19 juta)
  • Harga AS (perkiraan): $1.299 (~Rp20,2 juta)


Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa Asus mungkin menggunakan strategi penetrasi pasar regional, terutama di Tiongkok pasar besar untuk perangkat gaming premium. Konsumen global mungkin bisa menanti promo awal peluncuran atau diskon bundling dengan GPU ROG.


Kesimpulan: Monitor All-in-One untuk Gamer dan Kreator

Asus ROG Swift OLED PG32UCDM Gen3 bukan hanya monitor gaming ia adalah perangkat serba bisa yang menyatukan:

  • Performa gaming ekstrem
  • Akurasi warna profesional
  • Konektivitas masa depan
  • Desain tahan lama


Dengan inovasi seperti Black Shield Film dan dukungan DisplayPort 2.1, Asus tidak hanya mengikuti tren ia mendefinisikan ulang standar industri. Bagi mereka yang mencari monitor flagship tanpa kompromi, ROG Swift OLED Gen3 layak menjadi pilihan utama di tahun 2026.

Lenovo Rilis ThinkBook 14+ & 16+ 2026 dengan Ryzen AI 7 H 450!

Lenovo Rilis ThinkBook 14+ & 16+ 2026 dengan Ryzen AI 7 H 450!

Lenovo Rilis ThinkBook 14+ & 16+ 2026 dengan Ryzen AI 7 H 450!

Lenovo resmi memperbarui lini laptop bisnis andalannya dengan peluncuran ThinkBook 14+ dan ThinkBook 16+ edisi 2026 di Tiongkok. Kedua model kini ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen AI 7 H 450, chip pertama yang benar-benar mengintegrasikan Neural Processing Unit (NPU) berperforma tinggi menandai lompatan besar menuju era AI PC yang sesungguhnya.


Dibanderol 6.999 yuan (sekitar Rp15 juta) untuk varian 32GB RAM + 1TB SSD, kedua laptop ini sudah tersedia di JD.com dan menawarkan spesifikasi yang sulit ditandingi di kelasnya: layar 3K dengan refresh rate hingga 165Hz, Wi-Fi 7, dual SSD slot, baterai 99,9Wh, dan dukungan ekspansi GPU eksternal.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, fitur AI, desain premium, perbedaan antara 14+ dan 16+, serta posisi strategis ThinkBook 2026 dalam persaingan laptop AI global.


Prosesor Ryzen AI 7 H 450: Otak AI dengan 50 TOPS

Jantung dari ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 adalah AMD Ryzen AI 7 H 450, prosesor 8-core / 16-thread berbasis arsitektur Zen 4 yang mampu mencapai boost clock 5,1 GHz. Namun, yang paling revolusioner adalah kehadiran NPU (Neural Processing Unit) terintegrasi yang mampu memberikan 50 TOPS (Tera Operations Per Second) daya komputasi AI.


Angka ini melampaui ambang 45 TOPS yang ditetapkan Microsoft sebagai syarat perangkat “Copilot+ PC”, menjadikan ThinkBook 2026 salah satu laptop AI paling kuat di pasaran bahkan sebelum Windows 12 resmi dirilis.


NPU ini memungkinkan eksekusi tugas-tugas AI secara lokal, seperti:

  • Transkripsi suara real-time
  • Penghapusan latar belakang video
  • Terjemahan instan
  • Optimisasi performa berbasis penggunaan
  • Tanpa perlu koneksi internet atau beban pada CPU/GPU utama.
  • Performa Grafis & Termal: Radeon 860M RDNA 3.5 dan TDP hingga 83W


Kedua laptop menggunakan GPU Radeon 860M berbasis arsitektur RDNA 3.5, yang menawarkan peningkatan efisiensi dan performa signifikan dibanding generasi sebelumnya. Lenovo juga meningkatkan batas daya termal:

  • ThinkBook 14+: hingga 80W
  • ThinkBook 16+: hingga 83W


Ini berarti performa tidak hanya stabil saat multitasking berat, tetapi juga mampu menangani editing video ringan, desain grafis, bahkan gaming casual.


RAM, Penyimpanan, dan Ekspansi Masa Depan

Lenovo tidak main-main soal memori dan penyimpanan:

  • 32GB LPDDR5X RAM @ 8533 MT/s   salah satu RAM tercepat di kelasnya
  • 1TB PCIe 4.0 TLC SSD   cepat dan andal
  • Dua slot M.2 2280   memungkinkan ekspansi hingga 8TB total


Fitur ini sangat penting bagi profesional kreatif, developer, atau analis data yang membutuhkan ruang kerja besar dan kecepatan akses instan.


Baterai 99,9Wh & Pengisian Cepat 60% dalam 30 Menit

Dengan baterai berkapasitas 99,9Wh mendekati batas maksimum yang diizinkan untuk penerbangan komersial ThinkBook 2026 menjanjikan daya tahan sepanjang hari. Ditambah dengan adaptor GaN 140W yang ringkas, pengguna bisa mendapatkan 60% daya hanya dalam 30 menit saat laptop dalam keadaan mati.


Desain Premium: All-Metal, 180° Hinge, dan Dua Pilihan Warna

Kedua model hadir dengan chassis logam penuh di bagian A (tutup), C (keyboard), dan D (bawah), memberikan kesan kokoh namun elegan. Engselnya mendukung pembukaan hingga 180 derajat, ideal untuk presentasi kolaboratif.

Tersedia dalam dua warna:

  • Starry White
  • Moonlight Gray


Keyboard-nya menawarkan travel key 1,5mm untuk kenyamanan mengetik, dilengkapi tombol power dengan sensor sidik jari dan numeric keypad (hanya di ThinkBook 16+).

Layar Unggulan: 3K, 120Hz–165Hz, dan Validasi Pantone


ThinkBook 14+

  • 14,5 inci
  • Resolusi: 3072 x 1920 (3K)
  • Refresh rate: 120Hz
  • Kecerahan: 500 nits
  • Gamut: 100% DCI-P3


ThinkBook 16+

  • 16 inci
  • Resolusi: 3200 x 2000 (3,2K)
  • Refresh rate: 165Hz
  • Kecerahan: 500 nits
  • Gamut: 100% DCI-P3


Keduanya telah mendapat sertifikasi:

  • Pantone Validated
  • Pantone SkinTone Validated
  • TÜV Low Blue Light


Artinya, warna akurat untuk pekerjaan kreatif, dan mata tetap nyaman meski digunakan berjam-jam.


Konektivitas Masa Depan: Wi-Fi 7, USB4, dan TGX Dock

ThinkBook 2026 benar-benar siap untuk masa depan:

  • Wi-Fi 7   kecepatan hingga 5,8 Gbps
  • 2x USB4   dukungan DisplayPort & pengisian daya
  • 2x USB 3.2 Gen 1
  • HDMI 2.1 FRL (48Gbps)   output 8K@60Hz
  • RJ45 Ethernet   untuk koneksi kabel stabil
  • SD Card Reader   penting bagi fotografer & videografer
  • TGX Graphics Dock Interface   dukungan eGPU eksternal


Port lengkap ini membuat ThinkBook tidak perlu dongle, bahkan di lingkungan kerja profesional paling menuntut.


Audio, Keamanan, dan Aksesori Cerdas

  • Empat speaker Dolby Atmos   audio imersif untuk meeting atau hiburan
  • Kamera IR dengan shutter privasi   kompatibel dengan Windows Hello
  • ForcePad haptic touchpad   responsif seperti trackpad MacBook
  • MagicBay   sistem aksesori modular (misalnya: dock tambahan, sensor)


Harga dan Ketersediaan

  • Harga: 6.999 yuan (~Rp15 juta)
  • Konfigurasi: 32GB RAM + 1TB SSD
  • Tersedia di: JD.com (Tiongkok)
  • Ekspor global: Diperkirakan menyusul awal 2026


Kesimpulan: ThinkBook 2026, Jawaban Lenovo untuk Era AI PC

Dengan kombinasi NPU 50 TOPS, layar 3K 165Hz, port lengkap, desain premium, dan harga kompetitif, ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 bukan sekadar pembaruan melainkan deklarasi perang Lenovo di pasar laptop AI.


Bagi profesional, kreator, dan tech enthusiast yang menginginkan performa, portabilitas, dan kecerdasan buatan dalam satu paket, ThinkBook 2026 layak menjadi pertimbangan utama bahkan mengalahkan banyak laptop premium dari kompetitor.


Di tengah persaingan sengit antara Intel, AMD, dan Qualcomm dalam balapan AI PC, Lenovo dan AMD justru tampil sebagai duet yang tak terduga namun sangat mematikan.


Asus Rilis Zenbook & Vivobook AI PC Baru, Harga Mulai Rp6 Jutaan!

Asus Rilis Zenbook & Vivobook AI PC Baru, Harga Mulai Rp6 Jutaan!

Asus Rilis Zenbook & Vivobook AI PC Baru, Harga Mulai Rp6 Jutaan!

Asus memperkuat komitmennya terhadap masa depan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan seri laptop AI PC terbaru di pasar India. Melalui peluncuran Zenbook S16, Zenbook 14, dan sejumlah model Vivobook anyar, perusahaan teknologi asal Taiwan ini menawarkan solusi komputasi cerdas yang menjangkau berbagai segmen pengguna dari profesional premium hingga pelajar dan pekerja kantoran.


Semua perangkat terbaru ini hadir sebagai bagian dari inisiatif global Copilot+ PC, yang mensyaratkan kemampuan pemrosesan AI minimal 40 TOPS (Tera Operations Per Second). Dengan NPU (Neural Processing Unit) berkinerja hingga 50 TOPS, laptop-laptop Asus ini tidak hanya memenuhi standar tersebut tapi bahkan melampauinya.


Artikel ini mengupas lengkap spesifikasi, fitur unggulan, segmentasi pasar, harga, dan ketersediaan seluruh lini produk AI PC terbaru dari Asus.


Zenbook S16: Flagship AI PC dengan Layar 3K OLED dan Baterai 23 Jam

Menjadi andalan utama dalam peluncuran kali ini, Asus Zenbook S16 dirancang untuk eksekutif, kreator konten, dan profesional yang membutuhkan performa tinggi tanpa kompromi pada portabilitas.

Spesifikasi Utama:

  • Prosesor: AMD Ryzen AI 9 465
  • NPU: 50 TOPS
  • Layar: 16 inci 3K (3200 x 2000) Asus Lumina OLED, 120Hz, Dolby Vision, 100% DCI-P3
  • Desain: Ceraluminum (paduan keramik-logam), bobot 1,5 kg
  • Audio: Sistem 6-speaker dengan Dolby Atmos
  • Baterai: Hingga 23 jam
  • Fitur AI: Integrasi penuh dengan Windows Copilot+, AI-powered noise cancellation, background blur real-time


Zenbook S16 tidak hanya menawarkan visual spektakuler lewat panel OLED-nya, tetapi juga pengalaman audio bioskop mini berkat konfigurasi enam speaker fitur langka di kelas ultrabook.


Zenbook 14: Portabilitas Ekstrem dengan Performa AI Setara

Bagi yang mengutamakan mobilitas tanpa kehilangan kemampuan AI, Zenbook 14 adalah pilihan ideal. Dengan ketebalan hanya 14,9 mm dan bobot 1,28 kg, laptop ini mudah masuk ke tas selempang sekalipun.

Fitur Unggulan:

  • Prosesor: AMD Ryzen AI 5 430
  • NPU: 50 TOPS (setara Zenbook S16)
  • Layar: 14 inci FHD+ (1920 x 1200) OLED touchscreen, HDR, reproduksi warna akurat
  • Keyboard: Dilengkapi tombol Copilot khusus untuk akses instan ke asisten AI Windows
  • NumberPad 2.0: Touchpad ganda berfungsi sebagai keypad numerik
  • Baterai: Klaim hingga 25 jam salah satu yang tertinggi di kelasnya


Zenbook 14 membuktikan bahwa performa AI tidak harus dikorbankan demi ukuran kecil. Bahkan dalam bentuk ringkas, ia tetap mampu menjalankan tugas berat seperti transkripsi suara, editing foto berbasis AI, atau multitasking kompleks.


Vivobook Series: AI PC Terjangkau untuk Produktivitas Sehari-hari

Asus tidak melupakan segmen menengah. Melalui pembaruan besar pada seri Vivobook, perusahaan membawa kemampuan AI ke harga yang lebih terjangkau mulai dari Rp6,2 juta.

Vivobook S16

  • Prosesor: AMD Ryzen AI 400 series
  • Layar: OLED
  • Target: Pengguna kreatif & mahasiswa
  • Harga mulai: Rp10,4 juta
  • Vivobook 16 (M1607GA)
  • Prosesor: AMD Ryzen AI 7 445
  • Sertifikasi: MIL-STD 810H (tahan guncangan, suhu ekstrem, debu)
  • Ideal untuk: Pengguna lapangan, pekerja hybrid
  • Harga mulai: Rp8,7 juta


Vivobook 15 & Varian Lain

  • Prosesor: AMD Ryzen 7 (non-AI atau entry-level AI)
  • RAM: Hingga 16GB DDR5
  • Penyimpanan: PCIe 4.0 SSD
  • Fokus: Multitasking ringan, belajar online, kerja kantoran


Meski harganya lebih terjangkau, seri Vivobook tetap menawarkan pengalaman modern dengan layar OLED, desain tipis, dan integrasi AI dasar seperti optimisasi baterai berbasis pembelajaran mesin dan peningkatan kualitas video call otomatis.


Harga dan Ketersediaan di Pasar India

Model
Harga Mulai (INR)
Harga Estimasi (IDR)
Zenbook S16
₹1,69,990
~Rp32 juta
Zenbook 14
₹1,15,990
~Rp22 juta
Vivobook S16
₹1,04,990
~Rp20 juta
Vivobook 16
₹87,990
~Rp17 juta
Vivobook Entry-Level
₹62,990
~Rp12 juta


Catatan: Konversi kurs menggunakan asumsi 1 INR ≈ Rp190


Jadwal Rilis:

  • Zenbook S16 & Zenbook 14: Pre-order sudah dibuka, rilis resmi 12 Februari 2025
  • Vivobook 16 (M1605NAQ): Tersedia mulai awal Maret 2025


Promo: Pemesanan awal Zenbook mendapat perlindungan tambahan senilai ₹5.599 hanya dengan bayar ₹1


Mengapa AI PC Penting di 2025?

Dengan munculnya standar Copilot+ PC, Microsoft dan mitranya seperti Asus, Qualcomm, dan AMD mendorong transisi ke era komputasi lokal berbasis AI. Artinya, tugas-tugas seperti:

  • Transkripsi rapat real-time
  • Terjemahan bahasa instan
  • Penghapusan latar belakang video
  • Optimisasi daya baterai
  • Deteksi ancaman keamanan

...kini dapat dijalankan langsung di perangkat, tanpa koneksi internet lebih cepat, aman, dan hemat kuota.

NPU 50 TOPS pada laptop Asus memungkinkan semua itu berjalan lancar, bahkan saat offline.


Kesimpulan: Asus Menjawab Semua Kebutuhan AI PC

Dengan strategi tiga lapis premium (Zenbook S16), portabel (Zenbook 14), dan terjangkau (Vivobook) Asus berhasil menciptakan ekosistem AI PC yang inklusif. Tidak peduli anggaran atau gaya hidup, kini setiap pengguna bisa menikmati manfaat komputasi berbasis AI.


Di tengah persaingan ketat dengan Lenovo, HP, dan Dell, langkah Asus ini menunjukkan bahwa masa depan laptop bukan hanya soal CPU dan GPU tapi juga NPU. Dan dengan kombinasi desain premium, layar OLED, baterai tahan lama, serta harga kompetitif, jajaran AI PC terbaru Asus layak menjadi pertimbangan utama di 2025.