Featured Post

Recommended

Bocoran Resmi! Galaxy A37 & A57 Lolos Sertifikasi—Spesifikasi Gahar?

Samsung tampaknya bersiap untuk memperbarui lini ponsel mid-range-nya. Dua model baru dari seri Galaxy A Galaxy A37 dan Galaxy A57 baru saja...

Bocoran Resmi! Galaxy A37 & A57 Lolos Sertifikasi—Spesifikasi Gahar?

Bocoran Resmi! Galaxy A37 & A57 Lolos Sertifikasi—Spesifikasi Gahar?

Bocoran Resmi! Galaxy A37 & A57 Lolos Sertifikasi—Spesifikasi Gahar?

Samsung tampaknya bersiap untuk memperbarui lini ponsel mid-range-nya. Dua model baru dari seri Galaxy A Galaxy A37 dan Galaxy A57 baru saja muncul dalam database sertifikasi IMDA (Infocomm Media Development Authority) di Singapura. Kemunculan ini menjadi indikator kuat bahwa kedua perangkat tersebut sudah memasuki tahap akhir persiapan sebelum peluncuran resmi.


Dengan model nomor A376B/DS dan SM-A576B/DS, keberadaan sufiks “DS” mengonfirmasi bahwa varian ini mendukung dual-SIM dan kemungkinan besar merupakan edisi global yang akan dipasarkan di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin.


Meski sertifikasi IMDA tidak mengungkap detail teknis lengkap, jejak digital ini selaras dengan bocoran sebelumnya dari platform seperti Google Play Console dan lembaga sertifikasi internasional lainnya. Semua tanda mengarah pada peluncuran resmi sekitar Maret 2026, sesuai pola rilis tahunan Samsung untuk seri Galaxy A.


Artikel ini mengulas bocoran spesifikasi, fitur unggulan, posisi pasar, serta ekspektasi harga dari dua calon andalan Samsung di segmen menengah tahun depan.


Galaxy A37: Mid-Range Tangguh dengan Exynos 1480

Galaxy A37 diprediksi bukan sekadar ponsel pemula, melainkan perangkat mid-range atas yang menawarkan performa solid untuk penggunaan harian hingga gaming ringan.


Spesifikasi yang Dibocorkan:

  • Chipset: Exynos 1480 (sama dengan Galaxy A55 2025)
  • RAM: Minimal 6GB, kemungkinan ada varian 8GB
  • Penyimpanan: Belum dikonfirmasi, tapi diperkirakan mulai dari 128GB
  • Kamera Utama: Sensor utama 50MP dengan kemungkinan OIS (Optical Image Stabilization)
  • Kamera Tambahan: Ultra-wide 8MP + makro 5MP
  • Baterai: 5.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W
  • Sistem Operasi: Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5


Dengan kombinasi Exynos 1480 dan OIS, Galaxy A37 berpotensi menjadi salah satu ponsel mid-range terbaik untuk fotografi malam hari dan video stabil fitur yang biasanya hanya tersedia di kelas premium.


Galaxy A57: Peningkatan Signifikan dengan Exynos 1680 & Layar 120Hz

Jika A37 menargetkan segmen menengah-atas, maka Galaxy A57 diposisikan sebagai flagship sub-premium dalam seri A. Bocoran menunjukkan peningkatan signifikan dibanding pendahulunya.

Fitur Unggulan yang Diharapkan:

  • Chipset: Exynos 1680 (generasi baru, lebih efisien dan kencang)
  • Layar: Panel AMOLED 6,6 inci dengan refresh rate 120Hz
  • Baterai: 5.000mAh + fast charging 45W
  • Ketahanan: Sertifikasi IP67 (tahan debu dan percikan air)
  • Audio: Speaker stereo untuk pengalaman multimedia imersif
  • Kamera: Diperkirakan mengadopsi sistem quad-camera dengan sensor utama 50MP atau lebih tinggi


Keberadaan IP67 dan speaker stereo menunjukkan bahwa Samsung ingin menjadikan A57 sebagai alternatif realistis bagi pengguna yang menginginkan fitur premium tanpa harga flagship.


Perangkat Lunak: Android 16 & One UI 8.5 Siap Jadi Standar Baru

Kedua perangkat diperkirakan akan menjalankan Android 16 sejak hari pertama, dilengkapi dengan One UI 8.5 versi terbaru dari antarmuka Samsung yang menawarkan:

  • Optimisasi AI untuk multitasking
  • Mode privasi yang lebih ketat
  • Integrasi ekosistem Galaxy yang lebih dalam (Watch, Buds, Tab)
  • Dukungan pembaruan keamanan hingga 5 tahun


Ini sejalan dengan komitmen Samsung memberikan dukungan perangkat lunak jangka panjang bahkan untuk perangkat mid-range strategi yang telah membantunya mendominasi pasar global di segmen ini.


Mengapa Sertifikasi IMDA Penting?

IMDA adalah otoritas regulasi telekomunikasi di Singapura yang wajib dilalui sebelum perangkat elektronik bisa dijual secara legal di wilayah tersebut. Kehadiran Galaxy A37 dan A57 di database ini menandakan:

  • Perangkat telah lulus uji RF dan EMC
  • Siap untuk distribusi komersial
  • Peluncuran global bisa terjadi dalam 1–2 bulan ke depan


Biasanya, setelah sertifikasi IMDA, Samsung segera mengumumkan tanggal rilis resmi melalui acara virtual atau media sosial.


Posisi Strategis dalam Persaingan Pasar Mid-Range

Seri Galaxy A telah menjadi tulang punggung penjualan Samsung di pasar global, terutama di India, Indonesia, dan Eropa. Dengan A37 dan A57, Samsung tampaknya ingin:

  • Menekan kompetitor Tiongkok (Xiaomi, Realme, Oppo) yang agresif di segmen harga Rp3–6 juta
  • Menawarkan nilai lebih melalui fitur premium seperti IP67, OIS, dan fast charging
  • Memperkuat loyalitas pengguna dengan ekosistem dan dukungan perangkat lunak jangka panjang


Jika harga Galaxy A37 dibanderol sekitar Rp4,5 juta dan A57 di kisaran Rp5,5–6 juta, keduanya berpotensi menjadi best-seller 2026.


Kapan Rilis Resmi?

Berdasarkan pola rilis historis:

  • Galaxy A54 → Maret 2023
  • Galaxy A55 → Maret 2024
  • Galaxy A56 → Maret 2025


Maka sangat masuk akal jika Galaxy A37 dan A57 akan diluncurkan secara global pada Maret 2026 kemungkinan besar dalam acara online yang disiarkan langsung dari Seoul.


Kesimpulan: Dua Ponsel yang Patut Dinantikan

Galaxy A37 dan A57 bukan sekadar refresh biasa. Mereka membawa peningkatan nyata dalam performa, daya tahan, dan pengalaman pengguna tanpa mengorbankan harga yang terjangkau.


Bagi konsumen yang mencari ponsel andal untuk kerja, belajar, atau hiburan, kedua model ini layak masuk daftar pertimbangan. Dan dengan sertifikasi IMDA yang sudah dikantongi, waktu tunggu tidak akan lama lagi.


Tetap pantau saluran resmi Samsung karena revolusi mid-range 2026 segera dimulai.

Apple Siapkan 3 Wearable AI dengan Kamera—Termasuk AirPods Pintar!

Apple Siapkan 3 Wearable AI dengan Kamera—Termasuk AirPods Pintar!

Apple Siapkan 3 Wearable AI dengan Kamera—Termasuk AirPods Pintar!

Apple sedang mempersiapkan lompatan besar berikutnya dalam dunia wearable technology. Menurut laporan eksklusif dari Bloomberg, raksasa teknologi Cupertino itu tengah mengembangkan tiga perangkat wearable baru yang semuanya dilengkapi kamera dan didukung oleh versi Siri yang jauh lebih cerdas.


Ini bukan sekadar peningkatan biasa. Apple tampaknya ingin mengubah cara asisten virtual berinteraksi dengan dunia nyata dengan memberi Siri kemampuan tidak hanya mendengar, tetapi juga “melihat” lingkungan sekitar pengguna melalui sensor visual.


Dalam strategi ini, Apple mengejar visi ambisius: membawa kecerdasan kontekstual langsung ke aksesori yang kita kenakan setiap hari. Berikut tiga perangkat yang sedang dalam pengembangan intensif.


1. AirPods dengan Kamera: Bukan untuk Foto, Tapi untuk “Mata” Siri

Yang paling mencuri perhatian adalah versi baru AirPods yang dilengkapi kamera. Namun, jangan bayangkan Anda akan menggunakannya untuk selfie atau merekam video.


Menurut sumber Bloomberg, Apple sedang bereksperimen dengan sensor kamera resolusi rendah yang fungsinya bukan untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi, melainkan untuk memberikan data lingkungan secara real-time kepada Siri.


Bayangkan skenario ini:

  • Anda berjalan di kota asing, melihat papan nama restoran dalam bahasa lokal.
  • Siri, melalui kamera di AirPods, langsung mengenali teks tersebut dan berbisik terjemahannya ke telinga Anda.
  • Atau saat Anda mencari kunci mobil di tempat parkir, Siri membantu mengarahkan pandangan Anda ke lokasi yang tepat.


Fitur ini mengandalkan AI vision dan pemrosesan spasial untuk memberikan bantuan kontekstual tanpa perlu mengeluarkan ponsel menjadikan interaksi dengan teknologi lebih alami dan tak terlihat.


2. Smart Glasses Apple: Jawaban untuk Meta dan Masa Depan Realitas Campuran

Apple juga diketahui telah lama mengerjakan proyek kacamata pintar (smart glasses). Kini, laporan terbaru mengonfirmasi bahwa perangkat ini masih aktif dalam pengembangan, dan akan menjadi pesaing langsung bagi kacamata AR/VR dari Meta.


Berbeda dari Vision Pro yang besar dan mahal, smart glasses Apple dirancang ringan, stylish, dan bisa dipakai sehari-hari mirip kacamata biasa.


Perangkat ini disebut akan memiliki dua kamera:

  • Satu kamera untuk pengambilan foto/video berkualitas tinggi (mirip iPhone).
  • Satu kamera lain yang didedikasikan untuk computer vision, seperti pelacakan gerakan mata, navigasi AR, atau identifikasi objek di sekitar.


Dengan integrasi AI yang dalam, kacamata ini bisa:

  • Menampilkan informasi AR saat Anda melihat landmark
  • Menerjemahkan percakapan secara real-time di depan mata
  • Memberi notifikasi visual hanya saat relevan


Ini adalah langkah Apple menuju realitas campuran (mixed reality) yang benar-benar praktis tanpa helm besar atau latensi tinggi.


3. AI Pendant: Liontin Pintar yang “Melihat dan Mendengar” untuk Anda

Perangkat ketiga terdengar paling futuristik: sebuah liontin AI (AI pendant) yang bisa dikaitkan di pakaian atau digantung di leher.


Konsepnya mirip dengan Humane AI Pin, tetapi dengan pendekatan berbeda. Alih-alih menjadi perangkat mandiri, liontin Apple akan sangat bergantung pada iPhone sebagai otak pemrosesan utama menghemat daya dan ukuran.


Fitur utamanya meliputi:

  • Kamera dan mikrofon untuk interaksi AI terus-menerus
  • Kemungkinan speaker built-in (masih diperdebatkan internal Apple)
  • Antarmuka suara dan haptik untuk umpan balik minimalis


Liontin ini dirancang untuk pengguna yang ingin tetap terhubung dengan asisten AI tanpa harus menyentuh layar atau memakai earphone sepanjang waktu. Cocok untuk profesional, lansia, atau siapa pun yang menginginkan bantuan digital yang diskrit namun responsif.


Siri Versi Baru: Otak di Balik Semua Wearable Ini

Ketiga perangkat ini akan didukung oleh versi Siri yang jauh lebih canggih, dengan kemampuan:

  • Pemahaman konteks multimodal (suara + gambar + lokasi)
  • Respons prediktif berbasis kebiasaan pengguna
  • Integrasi mendalam dengan ekosistem Apple (iPhone, Watch, Home)


Apple dikabarkan sedang melatih model AI on-device dan cloud hybrid agar Siri bisa berpikir seperti manusia: memahami niat, mengingat konteks percakapan sebelumnya, dan bertindak proaktif bukan hanya reaktif.


Ini adalah fondasi dari visi Apple: teknologi yang menghilang, tapi selalu ada saat dibutuhkan.


Tantangan dan Pertanyaan Etis

Meski menarik, kehadiran kamera di perangkat wearable sehari-hari memicu kekhawatiran privasi:

  • Apakah orang di sekitar tahu mereka sedang “dilihat”?
  • Bagaimana data visual disimpan dan diproses?
  • Bisakah fitur ini disalahgunakan untuk pengawasan diam-diam?


Apple kemungkinan akan menanggapi isu ini dengan:

  • Indikator lampu fisik saat kamera aktif
  • Pemrosesan on-device sebanyak mungkin
  • Kontrol privasi granular di pengaturan iOS

Namun, pertanyaan etis tetap akan menjadi ujian utama sebelum peluncuran massal.


Kapan Dirilis?

Belum ada tanggal pasti. Namun, sumber internal menyebut bahwa ketiganya masih dalam tahap prototipe lanjutan, dengan kemungkinan peluncuran bertahap mulai 2026–2027.


Smart glasses mungkin yang paling lama, mengingat kompleksitas optik dan baterai. Sementara AirPods dengan kamera dan AI pendant bisa hadir lebih cepat, terutama jika Apple memilih pendekatan “fitur opsional” pada model premium.


Kesimpulan: Apple Ingin Jadikan AI Bagian dari Tubuh Kita Secara Harfiah

Dengan tiga wearable baru ini, Apple tidak hanya bersaing dengan Meta atau Google ia sedang mendefinisikan ulang hubungan antara manusia dan mesin.


Tujuannya jelas: membuat AI begitu terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita lupa ia ada tapi selalu merasakan manfaatnya.


Dari AirPods yang “melihat”, kacamata yang “mengerti”, hingga liontin yang “mendengar”, Apple sedang membangun generasi baru asisten pribadi yang benar-benar personal.


Dan kali ini, Siri tidak hanya akan menjawab ia akan memahami dunia melalui mata Anda.

Kamera Depan 100MP: Inovasi Nyata atau Cuma Gengsi Spesifikasi?

Kamera Depan 100MP: Inovasi Nyata atau Cuma Gengsi Spesifikasi?

Kamera Depan 100MP: Inovasi Nyata atau Cuma Gengsi Spesifikasi?

Bayangkan ini: Anda membuka kamera depan ponsel, mengambil selfie, dan hasilnya memiliki detail tajam seperti foto studio cukup untuk dicetak dalam ukuran poster. Itu bukan khayalan lagi. Menurut bocoran terbaru dari Digital Chat Station, smartphone flagship 2026 akan mulai mengadopsi kamera depan 100 megapiksel (MP), melanjutkan tren ekstrem yang sebelumnya hanya ditemukan di kamera belakang.


Tapi pertanyaannya tak bisa diabaikan: Apakah dunia benar-benar butuh kamera depan 100MP? Atau apakah ini hanya babak baru dalam “perang spesifikasi” yang lebih menonjolkan angka daripada manfaat nyata?


Artikel ini mengupas tuntas tantangan teknis, potensi kreatif, dan realitas pasar di balik revolusi kamera depan 100MP dari rekayasa sensor hingga dampaknya bagi para kreator konten digital.


1. Tantangan Teknis: Memasukkan Sensor Raksasa ke Lubang Sekecil Kancing

Mengintegrasikan sensor 100MP ke dalam punch-hole layar modern adalah tantangan rekayasa luar biasa. Sensor sebesar itu biasanya membutuhkan ruang fisik yang jauh lebih besar namun produsen seperti Oppo dan Huawei dikabarkan sedang mengembangkan sensor “small-pixel” khusus yang mengecilkan ukuran piksel tanpa mengorbankan resolusi.


Namun, ada konsekuensi: piksel yang lebih kecil = sensitivitas cahaya lebih rendah. Dalam kondisi minim cahaya, ini bisa menghasilkan foto berisik (noisy) dan kurang detail.


Untungnya, industri tidak hanya mengandalkan hardware. Mereka memadukannya dengan:

  • Pixel binning canggih (menggabungkan 4–16 piksel menjadi satu untuk meningkatkan pencahayaan)
  • Filter warna RYYB (mengganti subpiksel hijau tradisional dengan kuning untuk menangkap lebih banyak cahaya)


Hasilnya? Selfie 100MP bisa tetap tajam di siang hari dan tetap bersih di malam hari asalkan algoritma pemrosesan gambarnya cukup pintar.


2. Vlogging dan Konten Kreator: Di Mana 100MP Benar-Benar Bersinar

Jika Anda hanya menggunakan kamera depan untuk video call atau selfie Instagram, 100MP mungkin terasa berlebihan. Tapi bagi kreators, vlogger, dan influencer, resolusi setinggi ini membuka kemungkinan baru:


A. Fleksibilitas Pemotongan (Cropping) Tanpa Kehilangan Kualitas


Dengan sensor 100MP, Anda bisa merekam video dalam format persegi (1:1) seperti yang dilaporkan akan diadopsi oleh Huawei Nova 16 dan Oppo Find X10 lalu memotongnya menjadi:

  • Vertikal (9:16) untuk TikTok/Reels
  • Horizontal (16:9) untuk YouTube


Semua tanpa kehilangan resolusi 4K. Ini mirip dengan konsep Apple’s Center Stage, tapi dengan kebebasan pasca-produksi yang jauh lebih besar.


B. Zoom Digital & Stabilisasi Pasca-Rekaman

Resolusi tinggi memungkinkan zoom digital halus hingga 2x–3x tanpa pecah gambar. Bahkan, editor bisa melakukan reframing dinamis selama editing misalnya, mengikuti gerakan wajah tanpa perlu gimbal.


C. Potensi AI-Driven Enhancement

Chipset modern (seperti Snapdragon 8 Gen 4 atau Dimensity 9400) dilengkapi NPU (Neural Processing Unit) yang bisa:

  • Menghaluskan kulit secara real-time
  • Menyesuaikan pencahayaan wajah otomatis
  • Memperbaiki distorsi lensa ultra-wide


Dengan 100MP sebagai “bahan mentah”, AI punya lebih banyak data untuk bekerja hasilnya lebih natural dan presisi.


3. Perang Spesifikasi vs. Nilai Nyata: Mana yang Menang?

Tentu, skeptisisme wajar muncul. Apakah rata-rata pengguna benar-benar membutuhkan 100MP di kamera depan?

Mari kita lihat fakta:

  • Ukuran file: Foto 100MP bisa mencapai 20–30 MB per gambar. Untuk pengguna dengan penyimpanan 128GB, ini cepat menghabiskan ruang.
  • Pemrosesan: Butuh chipset kuat dan RAM besar agar tidak lag saat mengambil atau mengedit foto.
  • Tampilan akhir: Layar smartphone rata-rata hanya Full HD+ (sekitar 2 juta piksel). Artinya, 98% detail 100MP tidak terlihat langsung kecuali saat dipotong atau diperbesar.


Namun, sejarah teknologi menunjukkan bahwa spesifikasi ekstrem sering kali membuka pintu inovasi tak terduga. Lima tahun lalu, siapa menyangka kita bisa memotret bulan dengan ponsel? Atau merekam video 8K di genggaman?


Kamera depan, selama ini dianggap “fitur sekunder”, kini menjadi senjata utama dalam persaingan smartphone karena wajah pengguna adalah konten paling penting di era media sosial.


4. Siapa yang Akan Mengadopsi Pertama?

Berdasarkan laporan, dua seri flagship diprediksi menjadi pelopor:

  • Huawei Nova 16 Series: Fokus pada estetika selfie dan AI beauty
  • Oppo Find X10 Series: Menargetkan kreator konten dengan fitur vlogging profesional


Keduanya dikabarkan menggunakan sensor persegi 1:1 yang dioptimalkan untuk multi-platform content creation langkah strategis yang menunjukkan ini bukan sekadar gimmick.


Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Angka Ini tentang Masa Depan Kreasi Mobile

Ya, 100MP di kamera depan terdengar seperti angka marketing bombastis. Tapi di balik itu, ada transformasi nyata dalam cara kita membuat, membagi, dan mengonsumsi konten.


Bagi kebanyakan orang, mode 12MP (hasil binning dari 100MP) akan tetap menjadi pilihan utama ringan, cepat, dan berkualitas tinggi. Tapi ketika dibutuhkan, 100MP siap memberikan fleksibilitas profesional yang sebelumnya hanya tersedia di kamera DSLR atau mirrorless.


Jadi, apakah ini perang spesifikasi?

  • Sebagian iya.


Tapi apakah ini juga inovasi bermakna?

  • Mutlak iya.


Karena di era di mana setiap orang adalah pembuat konten, memberi mereka alat yang lebih kuat meski hanya digunakan sesekali adalah langkah yang masuk akal. Dan siapa tahu? Mungkin lima tahun lagi, kita akan bertanya-tanya: “Dulu, kenapa kamera depan cuma 16MP?”

Baru dari Infinix! Note Edge Punya Layar Melengkung 120Hz dan Update OS 3 Tahun

Baru dari Infinix! Note Edge Punya Layar Melengkung 120Hz dan Update OS 3 Tahun

Baru dari Infinix! Note Edge Punya Layar Melengkung 120Hz dan Update OS 3 Tahun

Infinix kembali mengguncang pasar smartphone menengah dengan peluncuran resmi Infinix Note Edge 5G di India. Dirilis pada 25 Februari 2026, perangkat ini menawarkan desain premium ala flagship, performa tangguh berkat chipset MediaTek Dimensity 7100, serta komitmen pembaruan sistem operasi selama tiga tahun penuh sebuah langkah strategis untuk menarik konsumen yang menginginkan nilai tinggi tanpa membayar harga premium.


Dibanderol mulai Rs 21.999 (sekitar Rp3,3 juta), Note Edge langsung menjadi pesaing serius bagi Redmi Note, Realme Narzo, dan Samsung Galaxy F series. Dengan fitur unggulan seperti layar AMOLED melengkung 120Hz, baterai 6500 mAh, dan sistem pencahayaan notifikasi aktif (Active Halo Lighting), Infinix tidak hanya mengejar spesifikasi tapi juga pengalaman pengguna yang imersif dan futuristik.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi lengkap, fitur eksklusif, harga, ketersediaan, serta posisi strategis Infinix Note Edge di tengah persaingan ketat pasar mid-range 2026.


Desain Flagship dalam Balutan Mid-Range: Layar AMOLED Melengkung 120Hz

Salah satu daya tarik utama Infinix Note Edge adalah desain visualnya yang mencerminkan smartphone premium. Perangkat ini hadir dengan layar 6,78 inci 1.5K AMOLED berbentuk 3D melengkung, memberikan kesan mewah yang biasanya hanya ditemukan di ponsel seharga Rp7–10 juta.

Fitur layar utama:

  • Refresh rate 120Hz untuk scrolling dan animasi super lancar
  • Kecerahan puncak hingga 4500 nits   salah satu yang tertinggi di kelasnya
  • Sertifikasi TÜV Rheinland untuk blue light reduction, mengurangi kelelahan mata
  • Perlindungan Corning Gorilla Glass 7i   tahan gores dan benturan ringan


Meski membawa baterai besar, Note Edge tetap ramping dengan ketebalan hanya 7,2 mm, dipadukan bezel tipis dan finishing matte yang elegan. Tersedia dalam tiga varian warna: Lunar Titanium, Stellar Blue, dan Silk Green semuanya dirancang untuk memantulkan cahaya secara dinamis.


Performa Tangguh: Dimensity 7100 + RAM LPDDR5X

Di sektor performa, Infinix tidak main-main. Note Edge ditenagai oleh MediaTek Dimensity 7100, chipset 6nm yang menawarkan:

  • CPU octa-core (4x Cortex-A78 @ 2.5 GHz + 4x Cortex-A55)
  • GPU Mali-G610 MC4
  • Dukungan jaringan 5G dual-SIM


Chipset ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X (hingga 8GB) dan penyimpanan UFS 2.2 (hingga 256GB), memastikan kecepatan loading aplikasi, multitasking, dan transfer file yang sangat cepat.


Tak hanya itu, Infinix menyematkan AI Gaming Boost yang secara dinamis mengoptimalkan frame rate dan suhu selama sesi bermain game intensif seperti PUBG Mobile, Genshin Impact, atau COD Mobile.


Janji Pembaruan: 3 Tahun OS & 5 Tahun Keamanan

Salah satu terobosan terbesar Infinix Note Edge adalah komitmen pembaruan perangkat lunak jangka panjang:

  • 3 tahun pembaruan sistem operasi (dari Android 16 ke Android 18/19)
  • 5 tahun pembaruan keamanan bulanan


Ini menjawab keluhan lama pengguna smartphone mid-range: perangkat cepat usang karena tidak dapat menjalankan OS terbaru. Dengan XOS 16 berbasis Android 16, Note Edge hadir dengan antarmuka yang lebih bersih, fitur privasi ditingkatkan, dan integrasi AI yang lebih dalam.


Kamera Cerdas dengan AI Eraser & Live Photos

Sektor fotografi juga tidak diabaikan. Note Edge dilengkapi:

  • Kamera utama 50 MP dengan sensor besar dan algoritma AI
  • Kamera depan 13 MP untuk selfie dan video call berkualitas tinggi


Fitur AI unggulan:

  • AI Eraser: hapus objek yang tidak diinginkan dari foto hanya dengan satu ketukan
  • Live Photos: rekam momen 1,5 detik sebelum dan sesudah jepretan
  • Night Mode & Portrait Mode dengan depth sensing real-time


Hasil fotonya tajam, warna natural, dan performa low-light cukup baik untuk kelas harganya.


Baterai Raksasa & Fitur Unik: Active Halo Lighting

Dengan baterai 6500 mAh, Note Edge mampu bertahan hingga 2 hari dalam penggunaan normal. Didukung pengisian cepat 45W, baterai terisi 0–50% dalam sekitar 20 menit.

Fitur menarik lainnya:

  • Reverse wired charging: bagikan daya ke perangkat lain via kabel USB-C
  • Stereo speaker JBL-tuned: audio imersif dengan dukungan Dolby Atmos
  • Sensor sidik jari dalam layar
  • Sertifikasi IP65: tahan debu dan percikan air


Yang paling unik adalah Active Halo Lighting sistem lampu RGB di sisi belakang yang menyala sesuai notifikasi, musik, atau panggilan masuk. Pengguna bisa menyesuaikan warna, pola, dan intensitas cahaya melalui pengaturan.


Harga dan Promo Peluncuran


Varian
Harga Normal
Harga Efektif (dengan Diskon Bank)
6GB + 128GB
Rs 21.999 (~Rp3,3 juta)
Mulai Rp3,0 juta
8GB + 128GB
Rs 23.999 (~Rp3,6 juta)
8GB + 256GB
Rs 25.999 (~Rp3,9 juta)


Promo peluncuran eksklusif:

  • Garansi tambahan hingga 18 bulan
  • Penggantian layar gratis satu kali dalam 12 bulan
  • Bonus langganan layanan streaming atau paket data dari mitra operator
  • Perangkat tersedia eksklusif di Flipkart dan toko online resmi Infinix mulai 25 Februari 2026.


Kesimpulan: Nilai Terbaik di Kelas Mid-Range 2026?

Infinix Note Edge bukan sekadar smartphone ia adalah pernyataan strategis bahwa desain premium, performa tinggi, dan dukungan perangkat lunak jangka panjang tidak harus mahal.


Dengan kombinasi layar AMOLED 120Hz 4500 nits, chipset Dimensity 7100, baterai 6500 mAh, dan janji update OS 3 tahun, Note Edge menawarkan proposisi nilai yang sulit dikalahkan di bawah Rp4 juta.


Bagi konsumen yang mencari smartphone tahan lama, cepat, dan bergaya, Infinix Note Edge layak menjadi pilihan utama bukan sekadar alternatif.

Bagaimana Ponsel Kini Punya Baterai 8.000mAh dalam Tubuh Setipis 7mm?

Bagaimana Ponsel Kini Punya Baterai 8.000mAh dalam Tubuh Setipis 7mm?

Bagaimana Ponsel Kini Punya Baterai 8.000mAh dalam Tubuh Setipis 7mm?

Beberapa tahun lalu, membayangkan smartphone dengan baterai 8.000mAh dalam bodi setipis 7 milimeter terdengar seperti fiksi ilmiah. Ponsel berbaterai besar identik dengan desain tebal, berat, dan kurang ergonomis seperti power bank yang bisa nelpon.


Namun, di awal 2026, realitas itu berubah drastis. Perangkat seperti Tecno Pova Curve 2, Honor Power, dan iQOO Z11 Turbo membuktikan bahwa kapasitas baterai raksasa dan desain ultra-slim kini bisa berjalan beriringan. Bahkan, foldable seperti Honor Magic V5 berhasil menyematkan baterai 6.000mAh dalam chassis yang lebih tipis dari dompet.


Lalu, bagaimana mungkin hal ini terjadi? Jawabannya terletak pada revolusi diam-diam di dunia baterai lithium-ion: transisi dari anoda grafit tradisional ke anoda silikon-karbon (silicon-carbon).


Artikel ini mengupas tuntas teknologi di balik baterai superpadat, strategi rekayasa untuk mengatasi ekspansi material, peran produsen Tiongkok sebagai pelopor, serta alasan mengapa Apple dan Samsung masih memilih jalan yang lebih hati-hati.


Dari Grafit ke Silikon-Karbon: Lompatan Densitas Energi

Inti dari baterai lithium-ion adalah anoda komponen tempat ion lithium “beristirahat” saat baterai terisi. Selama puluhan tahun, industri mengandalkan grafit karena sifatnya yang stabil, murah, dan minim ekspansi selama pengisian.


Namun, grafit memiliki batas fisik: energi yang bisa disimpan per gram sangat terbatas. Untuk menambah kapasitas, satu-satunya cara adalah memperbesar volume baterai yang berarti ponsel jadi lebih tebal.


Di sinilah silikon masuk sebagai game-changer.

Mengapa Silikon?

Silikon mampu menyimpan hampir 10 kali lebih banyak lithium per gram dibanding grafit.


Artinya, dengan volume yang sama, baterai bisa menyimpan lebih banyak energi → densitas energi meningkat.


Namun, ada masalah besar: silikon mengembang hingga 300% saat menyerap lithium. Bayangkan baterai Anda “menggembung” setiap kali dicharge itu resep pasti untuk kerusakan struktural dan bahaya keamanan.


Solusi: Silikon-Karbon (Si-C)

Alih-alih menggunakan silikon murni, produsen kini mencampurkannya dengan karbon nanostruktur:

  • Karbon bertindak sebagai kerangka penyangga yang menahan partikel silikon.
  • Ekspansi dikendalikan, stres mekanis didistribusikan.


Hasilnya: baterai lebih padat energi, tapi tetap aman untuk penggunaan harian.


Meski umur pakainya masih sedikit lebih pendek daripada baterai grafit murni, trade-off ini dianggap sepadan oleh merek yang mengejar daya tahan baterai ekstrem.


Rekayasa Cerdas untuk Atasi Ekspansi Baterai

Masalah utama bukan hanya “silikon mengembang”, tapi pengembangan berulang selama ribuan siklus charge-discharge. Jika tidak dikelola, ini bisa menyebabkan:

  • Retakan pada elektroda
  • Penurunan kapasitas cepat
  • Bahkan kebocoran atau korsleting


Untuk mengatasinya, insinyur menggunakan tiga strategi utama:

  • Silikon dalam bentuk nanopartikel
  • Partikel kecil menahan tekanan internal lebih baik daripada potongan besar.
  • Matriks karbon 3D
  • Silikon “ditanam” dalam struktur karbon berpori yang menyerap tekanan ekspansi.
  • Blending dengan grafit
  • Komposisi umum: 90% grafit + 10% silikon. Ini memberi peningkatan kapasitas tanpa risiko tinggi.


Hasilnya bukan revolusi instan, tapi peningkatan bertahap namun signifikan cukup untuk mendorong kapasitas dari 5.000mAh ke 8.000mAh dalam ruang yang sama.


Timeline Adopsi: Dari Eksperimen ke Mainstream (2023–2026)

  • 2023: Produsen Tiongkok mulai uji coba silikon-karbon dengan kadar 5–10%.
  • 2024–2025: Teknologi menjadi umum di segmen mid-range. Kapasitas 6.000–7.000mAh mulai normal.
  • 2026: 8.000mAh dalam bodi 7mm bukan lagi sensasi tapi standar baru di kalangan merek agresif seperti Tecno, Honor, dan Realme.


Yang menarik, foldable phone juga ikut tren ini. Honor Magic V5 membuktikan bahwa bahkan di ruang terbatas lipatan, baterai >6.000mAh kini mungkin berkat densitas energi yang lebih tinggi.


Mengapa Apple dan Samsung Belum Ikut?

iPhone dan Galaxy masih berkutat di kisaran 4.000–5.500mAh, meski tebalnya mirip. Ada beberapa alasan strategis:

1. Prioritas pada Longevity, Bukan Kapasitas Maksimal

Apple dan Samsung menargetkan 2–3 tahun masa pakai optimal. Mereka khawatir baterai silikon-karbon bisa degradasi lebih cepat.


2. Standar Keamanan Global yang Ketat

Mengirim jutaan unit baterai berdensitas tinggi ke seluruh dunia memerlukan sertifikasi ketat. Risiko recall (seperti Galaxy Note 7) membuat mereka ekstra hati-hati.


3. Filosofi Desain Berbeda

Mereka lebih memilih optimisasi software + efisiensi chip (seperti A18 atau Exynos 2600) daripada mengandalkan kapasitas baterai mentah.


Artinya, mereka tidak menolak teknologi ini hanya menunggu sampai matang sempurna.


Apa yang Akan Datang? Menuju 10.000mAh dan Beyond

Beberapa merek sudah melangkah lebih jauh:

  • Realme dan Honor telah meluncurkan ponsel 10.000mAh.
  • Riset sedang berlangsung untuk silikon murni terstabilisasi, anoda logam lithium, dan solid-state battery.


Namun, tantangan tetap ada:

  • Manajemen panas saat fast charging
  • Biaya material silikon berkualitas tinggi
  • Daur ulang baterai kompleks


Jika ini teratasi, smartphone 2027–2028 bisa jadi tak perlu dicharge selama 2–3 hari, bahkan dengan pemakaian intensif.


Kesimpulan: Era Baru Smartphone Tanpa Kompromi

Dulu, pengguna harus memilih antara desain tipis atau baterai tahan lama. Kini, berkat silikon-karbon dan rekayasa material canggih, pilihan itu mulai menghilang.


Produsen Tiongkok memimpin lomba ini dan memaksa seluruh industri untuk beradaptasi. Apple dan Samsung mungkin lambat, tapi mereka pasti akan datang karena konsumen kini tahu: ponsel tipis dan baterai monster itu mungkin.


Dan di 2026, kemungkinan itu bukan lagi mimpi tapi kenyataan di rak toko.

Apple Tiru Samsung? Teknologi Privasi OLED Bisa Jadi Fitur Wajib MacBook Masa Depan

Apple Tiru Samsung? Teknologi Privasi OLED Bisa Jadi Fitur Wajib MacBook Masa Depan

Apple Tiru Samsung? Teknologi Privasi OLED Bisa Jadi Fitur Wajib MacBook Masa Depan

Bayangkan sedang bekerja di kafe atau kereta, lalu menyadari orang di sebelah bisa melihat dokumen rahasia di layar MacBook Anda. Masalah ini sudah lama mengganggu pengguna laptop terutama profesional yang sering bepergian. Namun, solusi mungkin segera tiba.


Menurut bocoran dari tipster terpercaya Ice Universe, Apple berencana mengadopsi teknologi Privacy Display milik Samsung untuk lini MacBook masa depan, kemungkinan besar pada 2029. Langkah ini sejalan dengan rencana Apple beralih ke panel OLED di seluruh jajaran MacBook, dimulai dari model Pro yang lebih premium.


Jika terealisasi, ini bukan sekadar peningkatan estetika melainkan revolusi dalam privasi digital portabel.


Apa Itu Samsung Privacy Display?

Samsung saat ini sedang mempersiapkan fitur Privacy Display untuk peluncuran Galaxy S26 Ultra. Teknologi ini dibangun di atas platform Flex Magic Pixel OLED, yang memungkinkan kontrol arah cahaya di tingkat piksel.


Cara kerjanya sederhana namun canggih:

  • Saat dinonaktifkan, layar berfungsi normal terang, warna akurat, sudut pandang lebar.
  • Saat diaktifkan, cahaya hanya dipancarkan ke arah depan. Dari sisi kiri atau kanan, layar tampak gelap atau kabur, sehingga sulit dibaca oleh orang di sekitar.


Berbeda dengan filter privasi fisik (yang selalu mengurangi kecerahan dan distorsi warna), teknologi ini bisa dihidupkan/mati secara instan via perangkat lunak bahkan berpotensi hanya aktif untuk aplikasi tertentu, seperti email korporat atau dokumen sensitif.


Mengapa Ini Lebih Relevan untuk MacBook daripada Ponsel?

Meski awalnya dikembangkan untuk ponsel, manfaat teknologi ini justru lebih besar pada laptop. Alasannya:

  • Ukuran layar: MacBook 14” atau 16” jauh lebih mudah dilihat orang lain dibanding layar ponsel 6”.
  • Lingkungan penggunaan: Pengguna MacBook sering bekerja di ruang publik kafe, bandara, kereta tempat risiko shoulder surfing (mengintip) sangat tinggi.
  • Profesionalisme: Banyak pengguna MacBook adalah pekerja kantoran, developer, atau kreator konten yang menangani data sensitif.


Saat ini, satu-satunya solusi adalah filter privasi magnetik atau stiker, yang:

  • Mengurangi kecerahan hingga 50%
  • Menurunkan akurasi warna
  • Rentan lepas atau meninggalkan residu


Dengan Privacy Display bawaan, Apple bisa menawarkan privasi tanpa kompromi visual dan itu adalah nilai tambah besar.


Kapan Apple Akan Meluncurkannya?

Menurut bocoran, target utama adalah 2029. Tampak lama, tapi masuk akal jika melihat siklus transisi Apple:

  • 2026–2027: Apple mulai uji coba OLED di MacBook Pro 14”/16”.
  • 2028: Adopsi OLED meluas ke model non-Pro.
  • 2029: Integrasi fitur lanjutan seperti Privacy Display, setelah skala produksi panel OLED besar matang.


Samsung sendiri perlu waktu untuk menskalakan teknologi Flex Magic Pixel dari layar ponsel ke panel laptop. OLED ukuran besar lebih kompleks, dan kontrol arah cahaya harus dioptimalkan ulang untuk resolusi serta kecerahan yang berbeda.


Implikasi Strategis: Apple dan Samsung, Rival Sekaligus Mitra

Ironi menarik di sini: Apple rival abadi Samsung justru mengandalkan inovasi Samsung untuk fitur kunci masa depan. Ini bukan hal baru; Apple selama ini membeli panel OLED iPhone dari Samsung Display.

Namun, mengadopsi fitur eksklusif seperti Privacy Display menunjukkan bahwa Apple:

  • Mengakui superioritas teknologi Samsung di bidang OLED
  • Lebih fokus pada pengalaman pengguna daripada “not invented here” syndrome
  • Bersedia membayar premium untuk diferensiasi produk

Bagi Samsung, ini juga kemenangan diam-diam menjadi pemasok tak terlihat di balik inovasi Apple.


Tantangan yang Perlu Diatasi

Meski menjanjikan, ada beberapa tantangan teknis:

  • Konsumsi daya: Mengarahkan cahaya secara selektif bisa meningkatkan beban GPU atau driver display.
  • Konsistensi warna: Pastikan warna tetap akurat saat mode privasi aktif.
  • Kompatibilitas macOS: Perlu integrasi mendalam dengan sistem operasi agar pengguna bisa mengaktifkan fitur per aplikasi.


Namun, dengan sumber daya Apple dan rekam jejak Samsung dalam OLED, hambatan ini kemungkinan besar bisa diatasi dalam 5 tahun ke depan.


Kesimpulan: Privasi Digital yang Lebih Cerdas, Tanpa Filter Fisik

Jika Apple benar-benar menghadirkan Privacy Display di MacBook 2029, ini akan menjadi salah satu peningkatan UX (user experience) paling signifikan dalam dekade ini. Bukan karena speknya tinggi, tapi karena ia menyelesaikan masalah nyata yang selama ini diabaikan: bagaimana melindungi informasi pribadi di ruang publik tanpa mengorbankan kualitas layar.


Untuk para profesional mobile, pelajar, atau siapa pun yang sering bekerja di luar rumah, fitur ini bisa jadi alasan kuat untuk tetap setia pada ekosistem Apple atau bahkan beralih ke MacBook.


Dan siapa sangka? Di balik layar yang melindungi privasi Anda, mungkin ada teknologi canggih buatan Samsung yang diam-diam menjaga rahasia Anda.

Honor MagicPad 4 Bawa Layar 165Hz & Snapdragon 8 Gen 5, Baterai 10.000mAh!

Honor MagicPad 4 Bawa Layar 165Hz & Snapdragon 8 Gen 5, Baterai 10.000mAh!

Honor MagicPad 4 Bawa Layar 165Hz & Snapdragon 8 Gen 5, Baterai 10.000mAh!

Honor kembali menegaskan ambisinya di pasar tablet premium dengan peluncuran MagicPad 4, penerus dari seri MagicPad 3 yang sukses. Menjelang debut resminya pada 1 April 2026 di Tiongkok, perusahaan telah mulai menggoda publik dengan spesifikasi utama yang menempatkan perangkat ini sebagai salah satu tablet Android paling tangguh sepanjang masa.


Dengan kombinasi layar ultra-halus 165Hz, chipset Snapdragon 8 Gen 5 terbaru, baterai raksasa 10.000mAh, dan desain super tipis di bawah 5 milimeter, MagicPad 4 tidak hanya ditujukan untuk konsumen biasa tapi juga gamer, kreator konten, dan profesional mobile yang membutuhkan performa desktop dalam genggaman.


Artikel ini mengupas tuntas bocoran spesifikasi, strategi peluncuran, posisi kompetitif, serta potensi dampak MagicPad 4 terhadap pasar tablet global.


Desain Revolusioner: Tipis di Bawah 5mm, Tapi Baterai 10.000mAh

Salah satu pencapaian teknik paling mencolok dari Honor MagicPad 4 adalah kemampuan memadukan baterai besar dengan desain ultra-tipis. Dalam industri tablet, biasanya ada trade-off antara ketebalan dan kapasitas baterai. Namun, Honor berhasil menekan ketebalan perangkat di bawah 5 milimeter lebih tipis dari kebanyakan smartphone sementara tetap menyematkan baterai berkapasitas 10.000 mAh.


Ini berarti pengguna bisa menikmati:

  • Daya tahan baterai hingga 12–15 jam untuk penggunaan campuran
  • Pengisian cepat (meski belum diumumkan, kemungkinan besar mendukung 65W atau lebih)
  • Portabilitas ekstrem tanpa mengorbankan daya tahan


Desain ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam manajemen termal dan efisiensi ruang internal, berkat kolaborasi erat antara tim desain dan insinyur baterai Honor.


Layar 12,3 Inci dengan Refresh Rate 165Hz: Pengalaman Visual Kelas Premium

MagicPad 4 hadir dengan panel 12,3 inci ukuran ideal untuk produktivitas dan hiburan. Yang membedakannya dari kompetitor adalah refresh rate 165Hz, angka yang bahkan melebihi banyak laptop gaming.

Keunggulan layar ini meliputi:

  • Scrolling ultra-halus di media sosial, browser, dan dokumen panjang
  • Responsivitas sentuh tinggi, sangat penting untuk stylus atau gaming
  • Dukungan HDR dan color accuracy tinggi (diperkirakan menggunakan panel OLED atau LCD LTPO)


Layar 165Hz bukan sekadar angka marketing ia memberikan keunggulan nyata dalam gaming kompetitif, seperti Genshin Impact, Call of Duty Mobile, atau Honkai: Star Rail, di mana setiap milidetik respons bisa menentukan kemenangan.


Performa Puncak: Snapdragon 8 Gen 5 untuk Dominasi Multitasking & Gaming

Honor dikabarkan akan menggunakan Snapdragon 8 Gen 5, chipset terbaru Qualcomm yang diproduksi dengan proses 3nm generasi kedua. Chipset ini menawarkan:

  • CPU 8-core berbasis arsitektur ARM v9 terbaru
  • GPU Adreno generasi baru dengan peningkatan 30% dalam grafis
  • AI Engine generasi ke-8 untuk pemrosesan on-device yang lebih cepat


Jika dikonfirmasi, MagicPad 4 akan menjadi salah satu dari sedikit tablet Android yang menggunakan Snapdragon 8 Gen 5, menjadikannya setara atau bahkan melampaui performa iPad Pro M4 dalam skenario tertentu terutama dalam multitasking berat dan aplikasi Android-native.


Perangkat ini juga diprediksi akan mendukung:

  • RAM hingga 16GB LPDDR5X
  • Penyimpanan UFS 4.0 hingga 1TB
  • Dukungan stylus aktif dan keyboard magnetik


Strategi Peluncuran: Debut di MWC 2026, Penjualan Mulai 1 April

Honor berencana memperkenalkan MagicPad 4 secara global selama Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona (2–5 Maret), bersama dua produk unggulan lainnya:

  • Magic V6 foldable phone
  • Robot Phone (konsep inovatif berbasis AI dan mekanika)


Namun, penjualan umum di Tiongkok dimulai lebih awal pada 1 April 2026. Untuk membangun antisipasi, Honor meluncurkan kampanye promosi “MagicPad 4 for £1”, di mana peserta yang mendaftar berkesempatan:

  • Membeli perangkat dengan harga simbolis £1 (syarat dan ketentuan berlaku)
  • Mendapatkan voucher early bird senilai £100 untuk pembelian reguler


Langkah ini menunjukkan bahwa Honor ingin menguasai momentum awal dan mengumpulkan data pengguna sebelum ekspansi global.


Posisi Kompetitif: Apakah MagicPad 4 Bisa Saingi iPad Pro dan Samsung Galaxy Tab S10?

Saat ini, pasar tablet premium didominasi oleh:

  • Apple iPad Pro (dengan chip M-series)
  • Samsung Galaxy Tab S10 Ultra (dengan Snapdragon 8 Gen 3/4)


MagicPad 4 masuk dengan strategi agresif:

✅ Refresh rate lebih tinggi (165Hz vs 120Hz)

✅ Baterai lebih besar (10.000mAh vs ~9.000mAh)

✅ Desain lebih tipis

✅ Harga kemungkinan lebih kompetitif


Namun, tantangannya tetap ada:

  • Ekosistem aplikasi Android untuk tablet masih tertinggal dibanding iPadOS
  • Brand awareness global Honor belum sekuat Apple atau Samsung


Meski demikian, bagi pengguna Android yang setia, MagicPad 4 bisa menjadi alternatif paling menarik tahun 2026.


Kesimpulan: Tablet Android Terkuat Tahun 2026?

Honor MagicPad 4 bukan sekadar upgrade ia adalah pernyataan teknologi. Dengan menggabungkan desain minimalis, baterai jumbo, layar ultra-cepat, dan chipset terkini, Honor menunjukkan bahwa mereka serius menantang dominasi Apple dan Samsung di segmen premium.


Jika harga akhirnya kompetitif (diperkirakan antara $600–$800), MagicPad 4 berpotensi menjadi tablet Android terlaris tahun 2026, terutama di Asia dan Eropa.


Satu hal pasti: era tablet Android yang benar-benar premium akhirnya tiba dan Honor berada di garis depan.

Daftar Lengkap HP Xiaomi, Redmi & POCO yang Dapat Android 17 HyperOS!

Daftar Lengkap HP Xiaomi, Redmi & POCO yang Dapat Android 17 HyperOS!

Daftar Lengkap HP Xiaomi, Redmi & POCO yang Dapat Android 17 HyperOS!

Meski sementara menghentikan pembaruan HyperOS hingga Maret 2026 karena libur Tahun Baru Imlek di Tiongkok, Xiaomi diam-diam sedang mempersiapkan generasi terbaru sistem operasinya: HyperOS 4, yang dikabarkan akan berjalan di atas Android 17. Bocoran dari laporan bug global dan sumber internal menunjukkan bahwa OS ini akan tetap mempertahankan layanan Android asli, namun dibangun di atas arsitektur buatan sendiri langkah strategis Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan pada ekosistem Google jangka panjang.


Yang paling dinantikan pengguna: perangkat mana saja yang akan mendapat update Android 17 berbasis HyperOS? Berdasarkan kebijakan dukungan resmi Xiaomi dan pola peluncuran sebelumnya, berikut daftar lengkap perangkat yang diprediksi memenuhi syarat, mencakup flagship, mid-range, hingga tablet dari tiga merek utama: Xiaomi, Redmi, dan POCO.


Kapan Android 17 HyperOS Dirilis?

Google diperkirakan akan meluncurkan Android 17 versi stabil antara Juni–Juli 2026. Mengikuti pola tahunan, Xiaomi biasanya merilis beta pertama HyperOS berbasis Android baru sekitar 1–2 bulan setelah rilis resmi Google, tepatnya menjelang atau sesudah acara Google I/O.

  • Flagship (Xiaomi 17 series, MIX Fold 4, dll.): dapat beta awal Q3 2026, rilis stabil akhir 2026
  • Mid-range & tablet: mulai Q4 2026 hingga Q1 2027
  • Perangkat entry-level: bisa tertunda hingga pertengahan 2027, tergantung sertifikasi regional


Namun, perlu dicatat: tidak semua perangkat baru otomatis dapat update. Misalnya, Redmi Note 14 5G dan POCO M7 Pro 5G meski baru dirilis diprediksi tidak akan menerima Android 17, sesuai dengan siklus dukungan 2–3 tahun Xiaomi.


Daftar Lengkap Perangkat yang Akan Mendapat Android 17 HyperOS

Berikut daftar resmi berdasarkan kebijakan dukungan perangkat lunak Xiaomi:


📱 Flagship & High-End (Xiaomi)

  • Xiaomi 17 Ultra / Leica Edition
  • Xiaomi 17
  • Xiaomi 17 Pro
  • Xiaomi 17 Pro Max
  • Xiaomi 15 Ultra
  • Xiaomi 15 Pro
  • Xiaomi 15
  • Xiaomi 14 Ultra
  • Xiaomi 14 Pro
  • Xiaomi 14
  • Xiaomi 13 Ultra
  • Xiaomi 13 Pro
  • Xiaomi 13
  • Xiaomi MIX FOLD 4
  • Xiaomi MIX FOLD 3
  • Xiaomi MIX FLIP 2
  • Xiaomi MIX FLIP
  • Xiaomi CIVI 5 Pro
  • Xiaomi Civi 4 Pro
  • Xiaomi 14 CIVI


📱 Seri T & Turbo (Xiaomi/Redmi)

  • Xiaomi 15T Pro
  • Xiaomi 15T
  • Xiaomi 14T Pro
  • Xiaomi 14T
  • Xiaomi 13T Pro
  • Xiaomi 13T
  • Redmi Turbo 5 Max
  • Redmi Turbo 5
  • Redmi Turbo 4 Pro
  • Redmi Turbo 4
  • Redmi Turbo 3


📱 Seri K & Note (Redmi)

  • Redmi K90 Pro Max
  • Redmi K90
  • Redmi K80 Ultra
  • Redmi K80 Pro
  • Redmi K80
  • Redmi K70 Ultra
  • Redmi K70e
  • Redmi K70
  • Redmi K60 Ultra
  • Redmi Note 15 Pro+
  • Redmi Note 15 Pro 4G
  • Redmi Note 15 Pro
  • Redmi Note 15
  • Redmi Note 14 Pro+
  • Redmi Note 14 Pro 4G
  • Redmi Note 14 Pro
  • Redmi Note 14S
  • Redmi Note 14 4G


Catatan: Redmi Note 14 5G tidak termasuk dalam daftar meski baru.


📱 Seri POCO (F, X, M, C)

  • POCO F8 Ultra
  • POCO F8 Pro
  • POCO F7 Ultra
  • POCO F7 Pro
  • POCO F7
  • POCO F6 Pro
  • POCO F6
  • POCO X7 Pro
  • POCO X7
  • POCO X6 Pro
  • POCO M8 Pro 5G
  • POCO M8 5G
  • POCO M7 Plus
  • POCO M7 5G
  • POCO M7 4G
  • POCO C85 5G
  • POCO C85 4G
  • POCO C71


📱 Tablet (Xiaomi, Redmi, POCO)

  • Xiaomi Pad 8 Pro
  • Xiaomi Pad 8
  • Xiaomi Pad 7S Pro 12.5
  • Xiaomi Pad 7 Ultra
  • Xiaomi Pad 7 Pro
  • Xiaomi Pad 7
  • Xiaomi Pad 6S Pro 12.4
  • Xiaomi Pad Mini
  • Redmi K Pad
  • Redmi Pad 2 Pro 5G
  • Redmi Pad 2 Pro
  • Redmi Pad 2
  • Redmi Pad 2 4G
  • POCO Pad X1
  • POCO Pad M1


Apa yang Baru di HyperOS 4 Berbasis Android 17?

Meski detail fitur masih dirahasiakan, bocoran awal menunjukkan bahwa HyperOS 4 akan fokus pada:

  • Arsitektur modular buatan Xiaomi (mengurangi dependensi AOSP)
  • Integrasi AI lebih dalam (asisten pintar, optimasi baterai, manajemen memori)
  • Keamanan ditingkatkan dengan sandboxing aplikasi yang lebih ketat
  • Dukungan multi-perangkat seamless (HP, tablet, TV, IoT)
  • Antarmuka lebih ringan dengan animasi 120 Hz penuh


Ini sejalan dengan visi Xiaomi menjadi ekosistem tertutup ala Apple, tapi tetap kompatibel dengan Android.


Perangkat yang Tidak Akan Dapat Update

Beberapa perangkat tidak masuk daftar meski tergolong baru, seperti:

  • Redmi Note 14 5G
  • POCO M7 Pro 5G
  • Redmi 15C 5G (beberapa varian)


Alasannya: siklus dukungan perangkat entry-level hanya 2 tahun, dan mereka diluncurkan terlalu dekat dengan jadwal rilis Android 17.


Kesimpulan: Cek Perangkat Anda Sekarang!

Jika Anda menggunakan HP Xiaomi, Redmi, atau POCO yang dirilis sejak 2023 ke atas, kemungkinan besar Anda akan mendapat Android 17. Namun, pastikan untuk memverifikasi model spesifik Anda, karena dukungan bisa berbeda antar-varian (misalnya 4G vs 5G).


Update HyperOS berbasis Android 17 bukan hanya soal fitur baru tapi juga keamanan, performa, dan masa pakai perangkat. Jadi, simpan daftar ini, dan jangan buru-buru ganti HP jika perangkat Anda masih dalam daftar resmi!


Pantau terus situs resmi Xiaomi dan saluran MIUI/HyperOS untuk pengumuman beta resmi yang kemungkinan besar muncul pertengahan 2026.

Acemagic N3A NAS Mini PC Hadir dengan Ryzen 7 & 6 Slot Penyimpanan!

Acemagic N3A NAS Mini PC Hadir dengan Ryzen 7 & 6 Slot Penyimpanan!

Acemagic N3A NAS Mini PC Hadir dengan Ryzen 7 & 6 Slot Penyimpanan!

Acemagic memperluas jejaknya di pasar perangkat komputasi hybrid dengan peluncuran N3A NAS Mini PC sebuah sistem kompak yang menggabungkan fungsi Network-Attached Storage (NAS) dan komputer mini berperforma tinggi dalam satu unit. Dirancang untuk pengguna rumahan, kreator konten, hingga UMKM, perangkat ini menawarkan kombinasi langka: daya pemrosesan kuat, kapasitas penyimpanan ekspansif, dan fleksibilitas multimedia semua dalam desain yang cukup kecil untuk diletakkan di meja kerja.


Meski belum mengumumkan harga dan tanggal rilis pasti, Acemagic telah membocorkan spesifikasi teknis utama melalui blog resminya. Dan hasilnya? N3A bukan sekadar NAS biasa ini adalah workstation mini yang siap jadi pusat data pribadi Anda.


Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi, keunggulan arsitektur penyimpanan, potensi penggunaan, serta posisinya sebagai pesaing langsung Beelink ME Pro yang populer sejak akhir 2024.


Desain Hybrid: NAS Sekaligus Mini PC untuk Segala Kebutuhan

Berbeda dengan NAS tradisional yang hanya fokus pada penyimpanan, N3A dirancang sebagai perangkat multifungsi. Ia bisa beroperasi sebagai:

  • Server file pribadi untuk backup otomatis
  • Media center untuk streaming 4K
  • Lingkungan pengembangan dengan dukungan Docker
  • Komputer kerja ringan untuk produktivitas harian


Dengan dimensi 270 x 150 x 185 mm, N3A cukup ringkas untuk ditempatkan di rak TV, meja kantor, atau ruang server kecil tanpa mengorbankan kemampuan ekspansi.


Performa Inti: Ryzen 7 3750H dengan Grafis Vega Terintegrasi

Di jantung N3A tersemat prosesor AMD Ryzen 7 3750H, chip mobile berbasis arsitektur Zen+ yang tetap relevan berkat performa solid dan efisiensi daya. Spesifikasi utamanya:

  • 4 core / 8 thread
  • Boost clock hingga 4.0 GHz
  • TDP 35W   ideal untuk operasi 24/7 tanpa overheating
  • GPU Radeon RX Vega 10   mendukung output 4K@60Hz


Kombinasi CPU-GPU ini memungkinkan N3A tidak hanya menyimpan data, tapi juga memproses, mengedit, dan menampilkan konten visual berkualitas tinggi seperti video 4K, galeri foto RAW, atau dashboard analitik bisnis.


Arsitektur Penyimpanan Revolusioner: 4+2 Bay Drive

Salah satu fitur paling mencolok dari N3A adalah konfigurasi penyimpanan hybrid 4+2:

  • 4 Bay SATA untuk HDD 3.5 Inci
  • Mendukung hard disk berkapasitas besar (hingga 20TB per drive)
  • Ideal untuk arsip foto, video keluarga, dokumen kerja, atau backup sistem
  • Bisa dikonfigurasi sebagai RAID 0/1/5/10 untuk kinerja atau redundansi
  • 2 Slot M.2 NVMe PCIe
  • Kecepatan baca/tulis hingga 3.500 MB/s


Bisa digunakan sebagai:

  • Drive sistem (OS seperti TrueNAS, UnRAID, atau Windows/Linux)
  • Cache SSD untuk mempercepat akses data dari HDD
  • Penyimpanan primer untuk aplikasi berat atau database


Konfigurasi ini memberi pengguna fleksibilitas maksimal: simpan data dalam jumlah besar di HDD, sementara sistem dan aplikasi berjalan cepat di NVMe.


Ekspansi dan Konektivitas: RAM 64GB & Jaringan Gigabit

N3A dilengkapi dua slot DDR4 SODIMM yang mendukung hingga 64GB RAM jumlah yang sangat besar untuk perangkat sekelasnya. Kapasitas ini memungkinkan:

  • Multitasking berat (misal: menjalankan Plex + Docker + Nextcloud sekaligus)
  • Virtualisasi ringan
  • Caching data dalam memori untuk akses instan


Untuk konektivitas, tersedia:

  • 1 port Gigabit Ethernet   untuk transfer file stabil dan berkecepatan tinggi
  • Wi-Fi & Bluetooth (kemungkinan besar tersedia, meski belum dikonfirmasi eksplisit)
  • Port HDMI/DisplayPort   untuk output layar 4K


Perangkat ini juga mendukung private cloud deployment, artinya pengguna bisa mengakses file dari luar rumah secara aman tanpa bergantung pada layanan pihak ketiga seperti Google Drive atau Dropbox.


Kasus Penggunaan Nyata: Siapa yang Butuh N3A?

1. Keluarga Digital Modern

Simpan semua foto, video liburan, dan rekaman anak dalam satu tempat aman. Streaming ke smart TV tanpa buffering.


2. Kreator Konten & Fotografer

Backup otomatis proyek, edit video langsung dari NAS, dan bagikan file besar ke klien via tautan aman.


3. UMKM & Startup

Gunakan sebagai server internal untuk dokumen, email, atau aplikasi bisnis ringan dengan biaya jauh lebih rendah daripada solusi enterprise.


4. Enthusiast Teknologi

Jalankan container Docker, host website pribadi, uji coba OS, atau bangun laboratorium virtual di rumah.


Perbandingan dengan Beelink ME Pro: Apa Bedanya?

N3A memang sangat mirip dengan Beelink ME Pro NAS yang diluncurkan Desember 2024. Namun, beberapa perbedaan potensial mungkin muncul di:

  • Desain termal   Acemagic dikenal agresif dalam pendinginan
  • Software bawaan   antarmuka manajemen NAS yang lebih intuitif
  • Harga   kemungkinan lebih kompetitif untuk menarik pasar global


Jika Beelink ME Pro menjadi standar emas, maka N3A hadir sebagai alternatif segar dengan janji performa setara atau lebih baik.


Kapan Rilis dan Berapa Harganya?

Saat ini, Acemagic belum mengungkapkan harga resmi maupun tanggal rilis pasti. Namun, perusahaan menyatakan bahwa N3A akan “segera diluncurkan” kemungkinan besar dalam kuartal pertama 2026.


Mengacu pada produk sejenis, harga diperkirakan berkisar $400–$600 (sekitar Rp6–9 juta) tergantung konfigurasi RAM dan storage awal.


Kesimpulan: NAS Masa Depan Sudah Tiba dan Ukurannya Mini

Acemagic N3A NAS Mini PC bukan sekadar perangkat penyimpanan ia adalah pusat kendali digital pribadi yang menggabungkan keandalan server, kecepatan komputer modern, dan fleksibilitas multimedia.


Dengan Ryzen 7 3750H, 6 slot drive (4+2), RAM 64GB, dan dukungan private cloud, N3A menetapkan standar baru untuk perangkat hybrid di bawah $1.000. Bagi siapa pun yang ingin keluar dari ketergantungan cloud publik dan mengambil kendali penuh atas datanya, N3A mungkin adalah solusi yang selama ini ditunggu.


Satu hal pasti: era NAS pintar, cepat, dan multifungsi telah dimulai dan Acemagic berada di garis depan.

Baru dari Casio: Jam Tangan Wanita Stainless Steel, Baterai 3 Tahun, Harga Cuma Rp1 Juta!

Baru dari Casio: Jam Tangan Wanita Stainless Steel, Baterai 3 Tahun, Harga Cuma Rp1 Juta!

Baru dari Casio: Jam Tangan Wanita Stainless Steel, Baterai 3 Tahun, Harga Cuma Rp1 Juta!

Casio memperluas koleksi jam tangan analognya dengan meluncurkan LTP1234PDC-7B, model terbaru yang dirancang khusus untuk wanita yang menghargai kesederhanaan, keanggunan, dan fungsionalitas. Dibanderol hanya $69,95 (sekitar Rp1,1 juta), jam tangan ini menawarkan desain klasik bergaya tank dengan sentuhan modern yang membuatnya cocok untuk berbagai kesempatan dari kantor hingga acara santai.


Dengan strap stainless steel, dial putih bersih, dan akurasi ±20 detik per bulan, LTP1234PDC-7B bukan hanya soal estetika, tapi juga keandalan sehari-hari. Artikel ini mengulas secara mendalam desain, spesifikasi teknis, kenyamanan pemakaian, serta posisi produk ini dalam tren jam tangan wanita 2025.


Desain Klasik Bergaya Tank dengan Sentuhan Minimalis Modern

LTP1234PDC-7B mengadopsi bentuk persegi panjang khas jam tangan tank, pertama kali populer di awal abad ke-20. Namun, Casio memberikan penyegaran melalui:

  • Sudut yang dibulatkan halus pada case
  • Garis-garis lurus yang bersih tanpa ornamen berlebihan
  • Transisi seamless antara case dan bracelet


Kombinasi ini menciptakan siluet yang timeless namun kontemporer, cocok untuk wanita urban yang ingin tampil profesional tanpa terlihat berlebihan.


Warna silver-tone yang dipoles memberikan kilau lembut yang tidak mencolok, menjaga kesan understated elegance yang menjadi inti dari filosofi desain jam ini.


Dial Putih Kontras dengan Angka Hitam Besar: Fokus pada Keterbacaan

Salah satu keunggulan utama LTP1234PDC-7B adalah keterbacaannya yang luar biasa. Dial berwarna putih murni menjadi latar sempurna bagi:

  • Angka Arab hitam berukuran besar yang ditempatkan di tepi luar dial
  • Jarum jam dan menit tipis berwarna silver yang menyatu dengan nuansa keseluruhan
  • Jarum detik minimalis yang bergerak halus tanpa mengganggu visual utama


Di bagian tengah dial, terdapat bingkai persegi panjang lebih kecil yang memberikan efek berlapis (layered effect). Detail cetak halus di sepanjang bingkai ini menambah kedalaman visual tanpa mengorbankan kesan minimalis.


Desain ini sengaja dibuat bebas dari tanggal, logo besar, atau indikator tambahan, sehingga mata langsung tertuju pada waktu sesuai prinsip form follows function.


Nyaman Dipakai Seharian: Ringan, Ringkas, dan Mudah Dipasang

Casio memastikan bahwa keindahan LTP1234PDC-7B tidak mengorbankan kenyamanan. Berikut dimensi dan fitur ergonomisnya:

  • Ukuran case: 32 x 21 x 7,4 mm
  • Berat: hanya 56 gram
  • Tali: stainless steel berkualitas dengan finishing halus
  • Kesesuaian ukuran pergelangan: 125–185 mm


Jam ini cukup ringan untuk dipakai seharian bahkan saat tidur tanpa menimbulkan rasa berat atau iritasi. Tali stainless steel-nya tidak hanya tahan lama, tapi juga tahan terhadap keringat dan cuaca lembap, menjadikannya ideal untuk iklim tropis seperti Indonesia.


Sistem penguncian menggunakan one-touch 3-fold clasp, yang memungkinkan pengguna memasang atau melepas jam dengan satu gerakan tanpa perlu repot mencari lubang gesper.


Spesifikasi Teknis: Akurat, Tahan Air, dan Baterai Tahan 3 Tahun

Di balik desainnya yang sederhana, LTP1234PDC-7B dilengkapi fitur teknis yang andal:

  • Ketahanan air: tahan percikan dan hujan (tidak untuk berenang)
  • Kaca: mineral glass yang tahan gores ringan
  • Baterai: SR626SW dengan masa pakai sekitar 3 tahun
  • Akurasi: ±20 detik per bulan


Meski bukan jam solar atau automatic, baterai 3 tahun berarti pengguna tidak perlu sering ke tukang servis menjadikannya pilihan praktis untuk kehidupan modern yang serba cepat.


Harga dan Ketersediaan: Aksesibilitas Tanpa Mengorbankan Gaya

Dengan harga $69,95, LTP1234PDC-7B berada di segmen entry-level premium lebih terjangkau daripada merek Swiss, namun jauh lebih berkualitas daripada jam fashion murah.


Produk ini sudah tersedia di pasar Amerika Serikat, dan kemungkinan besar akan segera hadir di pasar global, termasuk Asia Tenggara, melalui distributor resmi Casio.


Ekosistem Produk Casio: Dari Analog Minimalis hingga G-Shock Metal

Peluncuran LTP1234PDC-7B sejalan dengan strategi Casio untuk memperkuat diversifikasi produk. Baru-baru ini, perusahaan juga merilis:

  • Jam digital bergaya vintage dengan tali kulit – menargetkan pecinta retro
  • GMWBZ5000 G-Shock logam – dengan layar MIP LCD dan tenaga surya, untuk penggemar jam tahan banting


Ini menunjukkan bahwa Casio tetap relevan di semua segmen dari jam fesyen elegan hingga jam teknologi tinggi tanpa kehilangan identitasnya sebagai merek yang andal, inovatif, dan terjangkau.


Kesimpulan: Jam Tangan yang Menyatukan Estetika dan Fungsi

Casio LTP1234PDC-7B adalah bukti bahwa jam tangan analog masih relevan di era digital. Dengan desain minimalis yang tak lekang oleh waktu, kenyamanan ekstra, dan harga yang sangat bersahabat, jam ini menjadi pilihan ideal bagi:

  • Wanita profesional yang ingin tampil rapi
  • Pecinta gaya quiet luxury
  • Pemberian hadiah ulang tahun atau wisuda
  • Kolektor jam entry-level yang menghargai klasik


Di tengah tren jam oversized dan smartwatch, Casio justru membuktikan bahwa kadang, yang paling sederhana justru paling berkesan.

Xiaomi Watch 5 Siap Meluncur Global dengan WearOS & Google Play!

Xiaomi Watch 5 Siap Meluncur Global dengan WearOS & Google Play!

Xiaomi Watch 5 Siap Meluncur Global dengan WearOS & Google Play!

Setelah debut eksklusif di Tiongkok pada Desember 2025, Xiaomi Watch 5 akhirnya bersiap untuk ekspansi internasional. Bocoran terbaru mengonfirmasi bahwa versi global dari jam tangan pintar andalan Xiaomi ini tidak hanya akan menawarkan spesifikasi premium, tetapi juga beralih ke sistem operasi WearOS lengkap dengan dukungan Google Play Store, asisten Google, dan ekosistem aplikasi penuh.


Langkah ini menandai kembalinya Xiaomi ke panggung global smartwatch berbasis Android, setelah beberapa generasi sebelumnya fokus pada HyperOS dan antarmuka lokal yang terbatas di luar Tiongkok. Dengan integrasi WearOS, Xiaomi Watch 5 kini siap bersaing langsung melawan raksasa seperti Samsung Galaxy Watch 7 dan Google Pixel Watch 3.


Artikel ini mengupas semua yang perlu Anda ketahui tentang peluncuran global Xiaomi Watch 5, termasuk desain, fitur kesehatan, daya tahan baterai, harga, dan posisinya dalam persaingan pasar wearable dunia.


Perubahan Besar: Dari HyperOS ke WearOS

Versi Tiongkok dari Xiaomi Watch 5 saat ini berjalan di atas HyperOS, sistem operasi buatan Xiaomi yang dioptimalkan untuk ekosistem internal mereka. Namun, untuk pasar global, Xiaomi tampaknya memilih strategi yang lebih inklusif: mengadopsi WearOS by Google.


Keputusan ini membawa sejumlah keuntungan signifikan bagi pengguna internasional:

  • Akses penuh ke Google Play Store untuk unduh aplikasi pihak ketiga
  • Integrasi mulus dengan Google Assistant, Google Maps, dan Google Wallet
  • Dukungan Tiles (widget interaktif di watch face)
  • Kompatibilitas luas dengan smartphone Android (dan sebagian iOS)


Dengan langkah ini, Xiaomi tidak hanya memperluas jangkauan produk, tetapi juga meningkatkan nilai guna perangkatnya bagi konsumen di Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.


Desain Premium: Stainless Steel, 47mm, dan Dua Pilihan Warna

Xiaomi Watch 5 global diprediksi mempertahankan desain mewah dari versi Tiongkok. Casing berukuran 47mm terbuat dari stainless steel, memberikan kesan kokoh namun elegan. Perangkat ini tersedia dalam dua varian warna:

  • Black – klasik dan profesional
  • Juniper Green – segar dan modern


Layar utamanya adalah panel AMOLED 1,54 inci dengan resolusi tinggi, kecerahan maksimal hingga 2.000 nits, dan lapisan anti-sidik jari ideal untuk penggunaan di luar ruangan.


Jam ini juga memiliki sertifikasi 5ATM, artinya tahan air hingga kedalaman 50 meter, cocok untuk berenang, snorkeling, atau aktivitas air ringan.


Performa Tinggi Berkat Snapdragon W5 Dual-Chip

Salah satu sorotan teknis Xiaomi Watch 5 adalah arsitektur dual-chip yang didukung oleh Qualcomm Snapdragon W5 chipset terbaru untuk wearable yang dirancang khusus untuk efisiensi daya dan performa AI.

Konfigurasi ini memungkinkan:

  • Pemrosesan data sensor kesehatan secara real-time
  • Navigasi UI yang lancar tanpa lag
  • Konsumsi daya lebih rendah dibanding generasi sebelumnya


Chipset ini juga mendukung konektivitas Bluetooth 5.3 dan Wi-Fi dual-band, memastikan sinkronisasi data cepat dengan smartphone.


Fitur Kesehatan Lengkap: ECG, SpO2, dan Pelacakan Tidur Lanjutan

Xiaomi Watch 5 tidak main-main dalam urusan kesehatan. Ia dilengkapi sensor canggih yang mencakup:

  • Elektrokardiogram (ECG) – deteksi irama jantung dan risiko fibrilasi atrium
  • SpO2 – pemantauan kadar oksigen dalam darah
  • Detak jantung 24/7 dengan algoritma deteksi denyut abnormal
  • Pelacakan stres & pernapasan
  • Analisis tidur mendalam termasuk fase REM dan kualitas istirahat


Semua data ini dapat diakses melalui aplikasi Zepp Health (atau kemungkinan besar Google Fit di versi global), memberikan wawasan holistik tentang kondisi tubuh pengguna.


Baterai Tahan Lama: Hingga 18 Hari dalam Mode Hemat

Salah satu keunggulan Xiaomi Watch 5 adalah daya tahan baterainya yang luar biasa:

  • 6 hari dalam mode cerdas (smart mode) dengan notifikasi, GPS, dan pelacakan aktif
  • Lebih dari 18 hari dalam mode hemat daya (power saving mode)


Ini jauh melampaui pesaing seperti Galaxy Watch 6 (1–2 hari) atau Pixel Watch 3 (sekitar 24 jam). Bagi pengguna yang sering bepergian atau tidak ingin sering charge, fitur ini menjadi nilai jual utama.


Pengisian daya dilakukan via magnetic dock USB-C, dengan klaim pengisian 0–100% dalam sekitar 90 menit.


Harga dan Ketersediaan: Sekitar $390, Segera Dirilis?

Bocoran dari pasar Eropa khususnya Czechia menunjukkan bahwa Xiaomi Watch 5 akan dibanderol sekitar 7.990 CZK, setara dengan $390 USD atau ±Rp6,2 juta.


Harga ini menempatkannya di segmen premium mid-range, sedikit di bawah Galaxy Watch 7 ($429) dan jauh lebih murah daripada Apple Watch Series 10 ($499+). Dengan spesifikasi yang ditawarkan, Xiaomi Watch 5 berpotensi menjadi pilihan paling seimbang antara harga, fitur, dan daya tahan baterai.


Meski tanggal rilis resmi belum diumumkan, keberadaan daftar harga dan varian warna di toko online Eropa mengindikasikan peluncuran global bisa terjadi dalam hitungan minggu.


Kesimpulan: Xiaomi Watch 5 Bisa Jadi Game-Changer di Pasar Wearable Global

Dengan kombinasi desain premium, WearOS, Google Play, sensor kesehatan lengkap, dan baterai tahan 18 hari, Xiaomi Watch 5 bukan sekadar update rutin melainkan strategi agresif Xiaomi untuk merebut pangsa pasar smartwatch global.


Jika eksekusinya tepat terutama dalam hal stabilitas software dan layanan purna jual jam ini berpotensi menjadi salah satu wearable terbaik tahun 2026. Bagi pengguna Android yang menginginkan alternatif selain Samsung atau Google, Xiaomi Watch 5 layak masuk daftar pertimbangan utama.


Tunggu saja peluncuran resminya karena revolusi wearable Xiaomi mungkin baru saja dimulai.

Casio LA680WEL-1 Hadir dengan Tali Kulit, Nuansa Retro yang Lebih Elegan!

Casio LA680WEL-1 Hadir dengan Tali Kulit, Nuansa Retro yang Lebih Elegan!

Casio LA680WEL-1 Hadir dengan Tali Kulit, Nuansa Retro yang Lebih Elegan!

Casio kembali membuktikan bahwa jam tangan digital klasik tak pernah kehilangan pesona apalagi saat disulap dengan sentuhan modern yang lebih berkelas. Baru-baru ini, merek ikonik asal Jepang ini meluncurkan Casio Vintage LA680WEL-1 di pasar Amerika Serikat, menghadirkan versi global dari model yang sebelumnya hanya tersedia di Jepang.


Yang membuat peluncuran ini istimewa? Ini adalah salah satu dari sedikit jam digital Casio yang menggunakan tali kulit asli, bukan resin atau logam seperti kebanyakan seri digital mereka selama puluhan tahun. Dengan desain retro yang familiar namun finishing yang lebih halus, LA680WEL-1 hadir sebagai jembatan antara nostalgia dan gaya kontemporer dan ditawarkan dengan harga sangat terjangkau: hanya $54,95 (sekitar Rp850 ribu).


Artikel ini mengulas secara mendalam desain, fitur teknis, nilai estetika, serta posisi LA680WEL-1 dalam evolusi jam tangan digital Casio yang terus relevan di era smartwatch.


Desain Retro yang Dipoles: Chrome, Digital, dan Kulit Asli

LA680WEL-1 mempertahankan DNA visual dari seri Casio LA680 yang pertama kali populer di era 1980-an dikenal karena bentuk kotaknya yang ringkas dan layar digital minimalis. Namun, edisi baru ini membawa penyegaran signifikan:

  • Bezel berlapis krom berwarna silver yang memberikan kilauan elegan
  • Tali kulit hitam asli dengan pola emboss halus, menambah dimensi tekstur dan kesan premium
  • Bobot super ringan hanya 15 gram, menjadikannya nyaman dipakai seharian


Perpaduan ini menciptakan kontras menarik: teknologi digital sederhana dalam bingkai yang terasa lebih formal. Berbeda dari G-Shock atau F-91W yang identik dengan gaya sporty atau utilitarian, LA680WEL-1 bisa dikenakan dengan kemeja kerja, blazer, bahkan setelan semi-formal sesuatu yang jarang bisa diklaim oleh jam digital biasa.


Fitur Praktis yang Tetap Andal

Di balik tampilannya yang stylish, Casio tidak mengorbankan fungsi. LA680WEL-1 tetap dilengkapi fitur-fitur andalan yang membuat jam digital Casio begitu dicintai:

  • Layar digital dengan format 12/24 jam
  • Kalender otomatis hingga tahun 2039
  • Alarm harian
  • Stopwatch presisi 1/100 detik
  • Lampu latar LED berwarna amber untuk visibilitas di gelap
  • Ketahanan terhadap percikan air (water resistant)


Meski bukan jam tahan air penuh, fitur water resistance-nya cukup untuk aktivitas sehari-hari seperti cuci tangan atau hujan ringan. Dan karena tidak mengandalkan baterai besar atau sensor rumit, masa pakai baterainya bisa bertahan bertahun-tahun keunggulan klasik Casio yang masih relevan di tengah era smartwatch yang harus dicharge tiap hari.


Mengapa Tali Kulit Ini Jadi Game Changer?

Selama puluhan tahun, identitas Casio terutama di segmen digital dibangun di atas resin tahan banting, logam tahan karat, atau tali karet fungsional. Tali kulit hampir tidak pernah muncul di lini digital mereka, karena dianggap tidak sesuai dengan filosofi “jam tangan untuk semua kondisi”.


Namun, tren mode telah berubah. Konsumen kini mencari perangkat wearable yang multifungsi secara estetika: bisa untuk kerja, jalan-jalan, bahkan acara semi-resmi. Dengan tali kulit asli, LA680WEL-1 menjawab permintaan itu tanpa mengorbankan esensi Casio: sederhana, andal, dan terjangkau.


Tali kulit ini juga menjadi daya tarik bagi generasi muda yang menyukai nuansa vintage, serta kolektor yang ingin variasi baru dari seri LA680 yang legendaris.


Harga dan Ketersediaan

Casio LA680WEL-1 kini tersedia resmi di toko online Casio AS dengan harga $54,95. Tidak ada indikasi eksklusivitas atau edisi terbatas artinya, siapa pun bisa mendapatkannya selama stok tersedia.


Dengan harga di bawah $55, jam ini menawarkan rasio nilai-terhadap-gaya yang sangat tinggi. Bahkan dibandingkan dengan jam analog fashion seharga dua kali lipat, LA680WEL-1 menawarkan fitur fungsional lebih lengkap dan desain yang unik.


Posisi di Pasar: Lawan atau Pelengkap Smartwatch?

Di era di mana Apple Watch dan Galaxy Watch mendominasi perbincangan, Casio justru sukses dengan strategi anti-mainstream: tidak mengejar fitur pintar, tapi fokus pada keandalan, identitas visual, dan kepraktisan ekstrem.


LA680WEL-1 bukan saingan smartwatch ia adalah alternatif sadar gaya bagi mereka yang:

  • Ingin lepas dari notifikasi terus-menerus
  • Menghargai desain minimalis
  • Butuh jam tangan yang “tinggal pakai” tanpa ribet
  • Menyukai estetika retro dengan sentuhan dewasa
  • Bagi banyak orang, ini justru lebih dari sekadar jam ini adalah pernyataan gaya hidup.


Kesimpulan: Retro Tak Harus Kuno, Digital Tak Harus Kasual

Casio LA680WEL-1 membuktikan bahwa jam tangan digital bisa tampil elegan tanpa kehilangan jiwa fungsionalnya. Dengan tali kulit asli, finishing krom, dan bobot ultra-ringan, model ini berhasil memperluas cakrawala desain Casio tanpa mengkhianati prinsip intinya: keandalan, kesederhanaan, dan aksesibilitas.


Bagi penggemar vintage, pecinta Casio, atau siapa pun yang mencari jam tangan serbaguna dengan harga terjangkau, LA680WEL-1 layak masuk daftar belanja wajib tahun ini. Karena kadang, yang Anda butuhkan bukanlah jam pintar tapi jam yang cukup cerdas untuk tahu kapan harus tetap sederhana.