Bagaimana Hukum Membaca Al-Quran Dengan Menggunakan Speaker?

Bagaimana Hukum Membaca Al-Quran Dengan Menggunakan Speaker?

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Dalam bulan ramadhan ini kita dianjurkan untuk selalu memperbanyak ibadah demi meraih rahmat dan ridha dari Allah SWT.

Hukum Membaca Al-Quran Namun Menggangg Orang Lain ?

Dibulan ramdhan ini terdapat banyak sekali amal yang istimewa yang tidak akan kita temui di bulan bulan yang lain, seperti sholat terawih, zakat, dll.

Tujuan dari itu semua tentu untuk menunjang semangat umat muslim dalam beribadah. Bahkan dalam sepuluh malam terakhir bulan ramadhan, kita sebagai umat muslim di anjurkan untuk beri'tikaf dengan iming iming lailatul qadar.

Maka dari itu, ketika kita memasuki bulan ramdhan, jamak kita temui di mushola dan masjid yang melakukan tadarus Al-quran hingga larut malam demi memenuhi anjuran tersebut. Padahal, mereka yang membacanya setiap hari biasa saja sudah di ganjar pahala, sebagaimana fiman Allah dalam surat Fasthir 29-30 : 


إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)
Artinya 
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membawa kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-tarangan, mereka itu mengharapkan periagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. [QS. Faathir:29-30]

Pahala tersebut secara terperinci dijelaskan oleh Rasululloh melalui hadistnya. Salah satu diantaranya adalah hadist shahih yang diriwayatkan at Tirmidzi: 

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم َرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya :
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kennaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipagandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Diatas adalah hari hari biasa, tetapi bagaimana dengan bulan Ramadhan ?

Dengan semangat berbagi kebaikan, mereka menegaskan suara dengan speaker. Namun bagaimana hukumnya jika keiatan yang seperti itu malah menjadi bumerang dan mengganggu orang disekitar? Malah malah bila di lingkungan ada orang sakit yang notabene membutuhkan istirahat dan ketenangan ?

Baiklah, kita mulai dari Ibnul Arabi yang berpendaoat bahwa mendengarkan bacaan hukumnya wajib dalam semua keadaan. Itu merujuk pada sebuah ayat dalam Surat AL- A'raf ayat 204:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya :
Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapatkan rahmat. [QS. Al A’raf: 204]
Walaupun sebagian mufassir seperti Mujahid, Sa'id bin Jubair, Atha' dan yang lain. mengatakan jika ayat tersebut turun sebagaimana peringatan untuk mendengarkan khitbah jum'at, tetapi Ibnul Arabi membantahnya, Sebab, ayat Al Qur’an yang disampaikan dalam khutbah hanya sedikit, beda halnya dengan orang yang memang bertujuan murni membacanya.

Abu Zahrah berpendapat bahwa yang dimaksud “dengarkanlah” dalam ayat tersebut adalah menyelami dan memikirkan makna yang terkandung dalam ayat yang didengarnya, bukan sebatas mendengar saja. Tentu kondisi ini semakin mempersempit ruang gerak orang-orang yang mendengar bacaan Al Qur’an seperti dalam kasus diatas. 

Oleh karena itu, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu dawud, Rasululloh pernah menegur sekelompok orang yang sedang mengeraskan suaranya ketika membaca Al-Quran padahal beliau sedang beri'tikaf di dalam masjid. Melihat hal tersebut, Rasululloh bersabda:

أَلاَ إِنّ كُلّكُمْ مُنَاجٍ رَبّهُ، فَلاَ يُؤْذِيَنّ بَعْضُكُمْ بَعضاً. وَلاَ يَرفَعُ بَعضُكُم عَلَى بَعْضٍ في الْقِرَاءَةِ أَوْ قالَ: فِي الصّلاَةِ
Artinya : 
Setiap dari kamu adalah orang yang sedang bermunajat pada Tuhannya, maka janganlah sebagian dari kalian menyakiti yang lain. Dan janganlah kalian mengeraskan suaramu dibandingkan yang lain saat membaca Al Qur’an atau saat shalat. (HR. Abu Dawud)

Menurut hadist tersebut, Abu Dawud telah menunjukan adanya larangan bagi mereka yang mengeraskan suara baik di dalam shalat maupun membaca Al-quran jika mengganggu orang yang berada di sekitarnya. Terlebih apabila mengganggu orang yang sedang sakit. 

Referensi : Islami.co
[BUAT ISTRI] JANGAN MEMBENTAK SUAMI - INILAH HUKUMNYA MENURUT ISLAM

[BUAT ISTRI] JANGAN MEMBENTAK SUAMI - INILAH HUKUMNYA MENURUT ISLAM

JANGAN MEMBENTAK SUAMI YA SHOLIHAH SAINGANMU BIDADARI SURGA

HUKUM MEMBENTAK SUAMI

Hukum Membentak Suami Adalah Dosa Besar & Solusi nya Dalam Islam 🐪🐫🐪🐫

🌿Wajib dibaca setiap muslimah yg merindukan Surga-Nya Allah Tabaraka Wata'ala🌟

Hukum membentak suami adalah tidak boleh dan ini merupakan sebuah dosa besar !!
Seorang suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati oleh istri. Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan betapa tinggi kedudukan suami bagi istrinya:

“ Seandai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri utk sujud kepada suaminya .” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)

“ Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya… ” (HR. Ahmad)

“ Dan sebaik-baik istri adalah yang TA'AT kepada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan sesuatu yang tidak berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar serta setia kepada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)

Jika suami berbuat keliru atau salah, Maka sudah semestinya bagi sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan nada lemah lembut, tidak membentak (bersuara keras), dan tidak pula menyinggung perasaannya.
Sikap kasar istri terhadap suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya ilmu dan keburukan akhlak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“ Sebaik-baiknya wanita — bagi suami — ialah yang menyenangkan ketika dilihat, patuh ketika diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya kepada perkara yang dibenci suaminya ” (H.R. Ahmad)

Sebagaimana anak bisa dianggap durhaka pada orang tua, maka istri juga bisa dikatakan durhaka pada suami ketika berani membentaknya. Wallahu A'lam.

Bidadari Marah kepada Istri yang Memarahi Suaminya
Jika seorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, maka para bidadari di surga akan marah kepada istri yang memarahi suaminya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻻَ ﺗُﺆْﺫِﻱ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻻَّ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﺘُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮْﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴْﻦِ : ﻻَ ﺗُﺆْﺫِﻳْﻪِ , ﻗَﺎﺗَﻠَﻚِ ﺍﻟﻠﻪُ , ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺩَﺧِﻴْﻞٌ ﻳُﻮْﺷِﻚُ ﺃَﻥْ ﻳُﻔَﺎﺭِﻗَﻚِ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ
“ Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami ” (HR. At-Tirmidzi)

Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para istri untuk tidak mendzalimi suaminya.
Saingannya berat, Saingannya bukan lagi madumu atau yang lain. namun sainganmu adalah Bidadari yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala mensifatkannya didalam Al qur'an. Diantara sifatnya adalah :
ﺇِﻥَّ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻣَﻔَﺎﺯًﺍ ﺣَﺪَﺍﺋِﻖَ ﻭَﺃَﻋْﻨَﺎﺑًﺎ ﻭَﻛَﻮَﺍﻋِﺐَ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ
" Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. " (QS an-Naba': 31-33)

ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
" Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan: 54)

ﻣُﺘَّﻜِﺌِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﺮُﺭٍ ﻣَﺼْﻔُﻮﻓَﺔٍ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
" Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. " (QS. At-Thur: 20)

ﺣُﻮﺭٌ ﻣَﻘْﺼُﻮﺭَﺍﺕٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨِﻴَﺎﻡِ
" (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. " (QS. Ar-Rahman: 72)

ﻓِﻴﻬِﻦَّ ﺧَﻴْﺮَﺍﺕٌ ﺣِﺴَﺎﻥٌ
" Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik ." (QS. Ar-Rahman: 70)

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺸَﺄْﻧَﺎﻫُﻦَّ ﺇِﻧْﺸَﺎﺀً ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻦَّ ﺃَﺑْﻜَﺎﺭًﺍ ﻋُﺮُﺑًﺎ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ
" Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung.[1] Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. " (QS. Al-Waqi'ah: 35-37)

Hadits Abdullah Ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :

ﺃَﻭَّﻝُ ﺯُﻣْﺮَﺓٍ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻛَﺄَﻥَّ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢْ ﺿَﻮْﺀُ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ، ﻭَﺍﻟْﺰُّﻣْﺮَﺓُ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔُ ﻋَﻠَﻰ ﻟَﻮْﻥِ ﺃَﺣْﺴَﻦِ ﻛَﻮْﻛَﺐٍ ﺩُﺭﻱَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ، ﻟِﻜُﻞ ﺭَﺟُﻞٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺯَﻭْﺟَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴﻦِ، ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞ ﺯَﻭْﺟَﺔٍ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺣُﻠَّﺔً، ﻳُﺮَﻯٰ ﻣُﺦُّ ﺳُﻮﻗِﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﻟُﺤُﻮﻣِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺣُﻠَﻠِﻬِﻤَﺎ، ﻛَﻤَﺎ ﻳُﺮَﻯٰ ﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏُ ﺍﻷَﺣْﻤَﺮُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰُّﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟْﺒَﻴْﻀَﺎﺀِ

“ Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah dapat dilihat di gelas putih.” (HR. Thabrani dengan sanad shahih)

Nah Para Istri Sholehah, jangan mendzalimi apalagi membentak suami kalian lagi.
sainganmu bidadari loh!

Solusi Jika Memang Ingin Marah Pada Suami⛈
Jika kemarahan melanda dan sudah tak tertahankan, tentunya tidak disarankan untuk mengekspresikan dengan cara meledak-ledak di depan pasangan. Apalagi dengan cara membentak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan jika sedang ingin marah pada suami.
Hal yang pertama dilakukan adalah ucapkan ISTIGHFAR. Mohon ampunlah pada Allah ﷻ
Istighfar akan meringankan hati kita.

Selanjutnya, klarifikasi secara detail duduk permasalahan.
Jangan mengikuti nafsu karena emosi akan semakin meluap-luap. Tapi sebisa mungkin, tahanlah dulu emosi.
Karena bicara dalam keadaan emosi hanya akan memperburuk keadaan, karena terkadang kita ingin menumpahkan kekesalan, bahkan kekesalan yang telah lalu.
Jika dirasa sudah bisa mengendalikan diri, Ambillah air wudhu kemudian kerjakan shalat dan berdoalah.
Adukan semua persoalan pada Allah ﷻ

Semua kekesalan, kecewa, adukan saja. Dan tak lupa, mintalah pada-Nya untuk diberikan jalan keluar.

Jika diri sudah tenang, mulailah berbicara dengan suami.
Ingat, yang akan dibicarakan adalah dalam rangka mencari jalan keluar, bukan untuk menambahkan kericuhan.
Tak lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasihat pada pasangan atas kesalahan yang dilakukan.

Semoga beberapa hal tersebut bisa semakin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga.aamiin
😁👍🙏
Beginilah jenzah orang yang tidak mau sholat semasa hidupnya

Beginilah jenzah orang yang tidak mau sholat semasa hidupnya


Beginilah jenzah orang yang tidak mau sholat semasa hidupnya - ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal dunia.

Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat jenazah itu

Lalu dengan susah payah aku menyeret jenazah ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbelalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.
Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya..

Ia berkata, “Ya Syaikh (panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan sedang berdandan.”
Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su-ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal. 
Sering Didatangi Kucing? Jangan Sakiti Lho, Ini 3 Alasannya!

Sering Didatangi Kucing? Jangan Sakiti Lho, Ini 3 Alasannya!



RosidBlog - Kucing adalah salah satu hewan lucu yang begitu menggemaskan. Hewan berbulu ini hidup disekitar lingkungan kita, serta biasanya dipelihara oleh manusia, tetapi tidak jarang mereka juga hidup dengan mencari makan sendiri. Hingga tak mengherankan bila kehadiran kucing kerap didapati diberbagai tempat. Misalnya di depan rumah, di warung-warung, pasar, ruang perkantoran serta lain sebagainya. Biasanya kehadiran mereka seringkali dianggap mengganggu, sehingga harus diusir agar menjauh dari keramaian manusia.

Kamu tahu gak sih, sebenarnya kedatangan kucing ke rumah kita itu memiliki maksud lho. Mereka tidak datang begitu saja, tanpa ada yang menggerakkannya. Jika ada hewan lucu tersebut datang ke rumah kita,3 alasan ini menjadi perhatian bagi kita, bahwa sebaiknya kita tidak memperlakukan hewan yang datang ke rumah dengan semena-mena, apalagi sampai menyakitinya. Karena tiga hal ini, kamu bisa jadi sangat merugi jika tidak memberikan makanan pada hewan (binatang) yang merupakan salah satu kesayangan Nabi Muhammad SAW.

Alasan Pertama
Jika kamu mendapatkan rezeki / nikmat, maka seharusnya lah kamu mensyukurinya. Melalui kucing yang datang ke rumah kita, Allah berusaha memberitahukan kepada kita, bahwa sebagian rezeki / nikmat tersebut, ada hak dari kucing tersebut, yang juga merupakan makhluk Allah. Dengan kedatangan hewan tersebut ke rumah kita, sepatutnya lah kita memberikan sebagian nikmat / rezeki kepada salah satu makhluk Allah yang juga merupakan salah satu hewan kesayangan dari Rasulullah SAW.
Alasan Kedua
Sadari bahwa Anda sebetulnya manusia penyayang. Coba Anda renungkan, apakah Anda betul-betul tega membanting kucing? Memukulnya dengan sapu? Jika Anda melakukan hal itu, maka otomatis kucing yang sering datang kepada Anda akan kapok. Tapi ketika kucing itu datang berulang kali, Anda harus segera sadar bahwa dalam diri Anda terdapat kasih sayang yang begitu tinggi. Itu adalah karunia yang begitu besar. Anda telah diberikan sifat Arrahman dan Arrahim yang merupakan dua dari Asmaul Husna.
Alasan Ketiga
Allah sedang memberitahu jika kita tak memberi makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rejeki baru yang bakal Allah berikan pada kita. Rejeki itu luas bukan hanya sekedar duit, namun meliputi semua kehidupan. Semoga kita semuanya termasuk yang pintar membaca ‘tanda-tanda’ itu serta dapat menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing waktu kita tengah menyantap makanan.
Demikianlah 3 sebab mengapa kucing datang mendatangi kita, bukan tanpa maksud dan sebab. Mereka datang atas kehendak Allah. Dan betapa ruginya jika kita menolak memberi makan hewan tersebut, itu sama artinya dengan kita menolak rezeki pemberian dari Allah yang diberikan kepada kita.
[Unik] - Patung ini Sebagai Cara Tak Biasa Pemerintah Turki Sindir Warganya

[Unik] - Patung ini Sebagai Cara Tak Biasa Pemerintah Turki Sindir Warganya


RosidBlog -  Kuaci adalah salah satu camilan kegemaran masyarakat Turki. Biji bunga matahari itu dapat ditemukan di setiap sudut negara yang terletak di dua benua itu. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang menyukai kuaci dengan rasa yang unik seperti green tea dan lain sebagainya, masyarakat Turki hanya menyukai satu rasa bagi camilan murah meriah itu yaitu rasa asin garam.


Kuaci sendiri sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi tubuh, namun ada satu masalah yang muncul setelah ngemil kuaci yaitu sampah kulitnya.
“Orang-orang tidak boleh buang sampah sembarangan, dalam bentuk apapun. Saya harap orang-orang mendapatkan pesan ini,” kata Gizem Tayam, seorang penduduk setempat dilansir dari Ihlas News (14/10/2017).
Walikota  dari kota Eskisehir Turki, Yilmaz Buyukersen, berusaha untuk membangkitkan kesadaran masyarakatnya untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama sampah kulit kuaci dengan cara membuat sebuah patung satir manusia dengan kepala keledai sedang makan biji kuaci
Sementara itu ada juga orang yang menganggap penggunaan kepala keledai tidak tepat karena banyak yang tidak memahami nilai sarkas pada patung tersebut.

“Saya pikir sebaiknya patung dengan kepala manusia saja, banyak orang yang mungkin tidak bisa menangkap arti sebenarnya dari patung kepala keledai itu,” kata Vildan Cakir, pria kelahiran Eskisehir, dilansir dari Daily Sabah (14/10).

Patung dengan kepala keledai itu adalah patung satir kedua yang dibuat oleh Pemkot Eskisehir. yang pertama adalah patung seorang pengemis sedang memancing ke dalam sebuah ember yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Patung kepala keledai yang diletakan di daerah Adalar, pusat kota Eskisehir, kini ramai dibicarakan di media sosial. Kebanyakan orang mendukung peletakan patung tersebut  dan mengatakan bahwa orang-orang yang buang sampah sembarangan terutama sampah kulit kuaci tidak lebih baik dari keledai. (Mulki Razqa)