5 Action Camera Terbaik Selai GoPro, Ada yang Bisa Rekam 8K!
TEKNOLOGIDulu, merekam aktivitas seru seperti bersepeda, bermain ski, atau memanjat tebing membutuhkan peralatan yang besar dan tentunya kurang praktis. Kamera video terlalu merepotkan karena ukurannya, sementara kamera foto biasa kurang optimal untuk merekam video. Untuk itu, hadirlah action camera sebagai solusi, dan GoPro menjadi pelopor yang membuatnya populer.
Kini, produk mereka seperti GoPro Hero 13 Black sering dipilih para vlogger yang ingin naik kelas dari kamera HP biasa. Akan tetapi, GoPro bukan lagi satu-satunya pilihan action camera di pasaran. Ada banyak merek lain yang tidak kalah menarik dan berkualitas, baik dari segi resolusi video, daya tahan baterai, maupun durabilitas.
Berikut adalah 5 rekomendasi action camera terbaik yang bisa menjadi alternatif GoPro Anda.
1. DJI Osmo Action 6: Saingan Terdekat GoPro dengan Video 8K
DJI memang lebih dikenal lewat drone, namun kini mereka serius menggarap pasar action camera. Osmo Action 6 merupakan salah satu andalan mereka yang bersaing langsung dengan GoPro Hero 13 Black.
Keunggulan utama:
- Resolusi 8K: Osmo Action 6 mampu merekam video hingga 8K, sedangkan Hero 13 Black mentok di 5,3K.
- Variable Aperture: Lensanya menggunakan bukaan variabel dari f/2.0 hingga f/4.0, memberikan fleksibilitas lebih dalam mengatur cahaya.
- Penyimpanan Internal 50GB: Tersedia sebagai cadangan jika kartu microSD penuh, fitur yang jarang ditemukan di action camera lain.
- Aksesori Lensa Konversi: DJI menyediakan lensa konversi untuk memperlebar atau mempersempit sudut pandang, meski pilihannya belum selengkap GoPro.
Harga: Kisaran US$450 atau sekitar Rp8 juta, tidak jauh berbeda dari Hero 13 Black.
2. DJI Osmo Nano: Action Camera Paling Ringkas
Bagi Anda yang mencari action camera paling ringkas dan mudah dibawa, DJI Osmo Nano adalah jawabannya. Bobotnya hanya 52 gram, sehingga sangat mudah dibawa dan dipasang di mana saja.
Keunggulan utama:
- Bobot Ultra Ringan: Hanya 52 gram, memudahkan pemasangan di helm, sepeda, atau bahkan di badan.
- Rekaman 4K 60fps: Meski mungil, kemampuannya tidak main-main.
- Baterai Tahan Lama: Waktu rekam sekitar 200 menit per satu kali pengisian daya.
- Vision Dock: Paket Standard Combo sudah mencakup layar sentuh terpisah untuk menyusun frame gambar.
Harga: US$390 (sekitar Rp7 juta) untuk paket Standard Combo, cocok sebagai pintu masuk bagi pemula.
Catatan: Desainnya yang unik membuat Osmo Nano membutuhkan adaptor khusus agar bisa dipasang pada dudukan atau tripod action camera standar.
3. Insta360 Ace Pro 2: Kolaborasi dengan Leica
Insta360 Ace Pro 2 dibuat dengan konsep yang mirip action camera unggulan GoPro, namun dengan harga yang lebih bersahabat. Action camera ini menawarkan kombinasi menarik antara performa dan nilai.
Keunggulan utama:
- Video 8K: Seperti Osmo Action 6, Insta360 Ace Pro 2 mampu merekam video 8K sehingga melampaui Hero 13 Black.
- Layar Sentuh Lipat 2,5 Inci: Memudahkan pengguna mendapatkan sudut pandang yang pas saat merekam orang lain atau diri sendiri (vlogging).
- Lensa Buatan Leica: Dilengkapi dengan beberapa profil warna khas Leica yang menghasilkan gambar lebih artistik.
- Pengisian Cepat: Baterai bisa terisi 80 persen hanya dalam 18 menit.
- Kekurangan: Hanya menyimpan hasil rekaman ke kartu microSD karena tidak memiliki penyimpanan internal.
Harga: Sekitar US$400 (Rp7,2 juta) atau bahkan lebih murah.
4. Akaso Brave 8: Pilihan Hemat dengan Dua Layar
Tidak semua orang membutuhkan action camera yang mahal. Akaso Brave 8 menjadi salah satu pilihan hemat dengan harga sekitar US$200 (Rp3,6 juta). Brand-nya memang belum sepopuler yang lain, namun spesifikasinya cukup menarik.
Keunggulan utama:
- Sensor CMOS Setengah Inci: Menghasilkan foto 48MP dan merekam video 4K di 60 fps.
- Desain Dua Layar: Layar sentuh belakang berukuran 2 inci dan layar kecil di depan, sangat membantu saat selfie atau merekam diri sendiri.
- Aksesori Lengkap: Meskipun tidak sebanyak GoPro, Akaso menyediakan pengisi daya baterai, adaptor lampu, dan berbagai dudukan khusus.
Harga: Sekitar US$200 (Rp3,6 juta).
5. Xtra Edge Pro: Action Camera Ramah Dompet
Xtra Edge Pro menyasar pengguna yang ingin action camera ramah dompet tanpa mengorbankan kemampuan.
Keunggulan utama:
- Video 4K 120fps: Sensor CMOS-nya mampu merekam video 4K hingga 120 fps untuk gerakan lambat (slow motion) yang mulus.
- Tahan Air Lebih Dalam: Dapat digunakan di bawah air hingga kedalaman hampir dua kali lipat dibanding kompetitornya.
- Baterai Awet: Bisa mencapai sekitar empat jam penggunaan.
- Garansi Dua Tahun: Meski brand-nya masih belum begitu terkenal, tetap ada dukungan garansi resmi.
Harga: Paket Standard Bundle seharga US$270 (Rp4,8 juta), sudah termasuk frame pelindung, baterai tahan dingin, dan beberapa dudukan.
Perbandingan Singkat: Mana yang Cocok untuk Anda?
| Action Camera | Resolusi Maksimal | Keunggulan Utama | Harga (USD) | Harga (Estimasi IDR) |
|---|---|---|---|---|
| DJI Osmo Action 6 | 8K | Variable aperture, penyimpanan internal 50GB | $450 | ~Rp8 juta |
| DJI Osmo Nano | 4K 60fps | Ultra ringan (52g), baterai 200 menit | $390 | ~Rp7 juta |
| Insta360 Ace Pro 2 | 8K | Lensa Leica, layar lipat, pengisian cepat | $400 | ~Rp7,2 juta |
| Akaso Brave 8 | 4K 60fps | Dua layar, harga hemat | $200 | ~Rp3,6 juta |
| Xtra Edge Pro | 4K 120fps | Tahan air dalam, baterai 4 jam | $270 | ~Rp4,8 juta |
Kesimpulan: GoPro Masih Juara, Tapi Alternatifnya Semakin Kuat
GoPro memang masih menjadi nama besar di industri action camera. Namun, seperti yang terlihat dari daftar di atas, alternatif-alternatifnya kini semakin kuat dan kompetitif. Mulai dari DJI yang menawarkan inovasi 8K dan penyimpanan internal, Insta360 yang menggandeng Leica untuk kualitas gambar, hingga Akaso dan Xtra yang menawarkan harga lebih terjangkau, pilihan semakin beragam.
Kuncinya adalah sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran Anda:
- Untuk profesional yang ingin kualitas terbaik: DJI Osmo Action 6 atau Insta360 Ace Pro 2.
- Untuk mobilitas maksimal: DJI Osmo Nano.
- Untuk pemula dengan anggaran terbatas: Akaso Brave 8 atau Xtra Edge Pro.
Dari 5 action camera di atas, mana yang paling menarik perhatianmu?

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.