Daftar Platform Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi, Cek Sekarang!

Daftar Platform Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi, Cek Sekarang!

Daftar Platform Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi, Cek Sekarang!

Perlindungan anak di ruang digital kini menjadi prioritas utama pemerintah. Semakin banyaknya platform daring yang diakses si kecil memicu kekhawatiran akan paparan konten negatif. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan evaluasi ketat.


Hasilnya, pemerintah resmi merilis daftar platform berisiko tinggi bagi anak Komdigi. Orang tua wajib menyimak informasi ini. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap layanan digital menerapkan kewajiban perlindungan anak secara konkret.


Evaluasi tersebut mengklasifikasikan Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) berdasarkan profil risikonya. Proses ini melibatkan verifikasi mendalam terhadap berbagai aplikasi populer. Tujuannya jelas, yakni memberikan panduan nyata bagi orang tua dan pendamping anak.


Mengapa Komdigi Mengklasifikasikan Platform Digital?

Kementerian Komunikasi dan Digital mengambil langkah proaktif melalui PP TUNAS. Regulasi ini mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk mematuhi standar keselamatan pengguna di bawah umur.


Proses penilaian dimulai dari tahap self-assessment oleh pihak platform. Selanjutnya, tim Komdigi melakukan verifikasi independen. Metode ini memastikan data yang disajikan akurat dan berbasis fakta lapangan.


Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya langkah ini. Ia menyatakan evaluasi tidak boleh hanya bersifat administratif. Platform digital harus menerapkan langkah konkret untuk melindungi pengguna anak-anak.


Oleh karena itu, publikasi daftar ini menjadi bentuk transparansi pemerintah. Masyarakat kini memiliki rujukan resmi untuk memfilter akses internet di rumah. Hal ini sangat krusial di era di mana gawai menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.


Daftar Lengkap Platform Berisiko Tinggi bagi Anak

Berdasarkan hasil evaluasi Komdigi hingga 6 September 2026, sebanyak 14 PLF telah ditetapkan sebagai layanan berprofil risiko tinggi. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.


Berikut adalah 14 platform yang telah resmi masuk dalam kategori tersebut:

  1. Aplikasi Lazada
  2. Situs Web Lazada
  3. Blibli
  4. BMoney
  5. Vidio
  6. Hago App
  7. Pinterest
  8. SnackVideo
  9. X (sebelumnya Twitter)
  10. Sola Mahjong
  11. Goddess of Victory: NIKKE
  12. Age of Empires Mobile
  13. Valorant
  14. Teamfight Tactics Mobile


Selain ke-14 platform di atas, terdapat 8 PLF lain yang telah memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko tinggi. Namun, layanan ini masih dalam proses penetapan resmi melalui keputusan direktur jenderal.


Daftar platform yang masih dalam proses penetapan meliputi:

  1. Apple Podcasts
  2. WeTV (Layanan Streaming)
  3. MAXStream TV
  4. Discord
  5. Telegram Messenger
  6. YouTube
  7. Ludo World–Ludo Superstar
  8. Crossfire: Legends


Kehadiran nama-nama besar dalam daftar ini menunjukkan bahwa popularitas tidak menjamin keamanan. Platform media sosial, e-commerce, dan game online sering kali memiliki fitur interaksi pengguna yang sulit dimoderasi sepenuhnya.


Daftar Platform Berisiko Rendah yang Aman untuk Anak

Di sisi lain, Komdigi juga memberikan kabar baik dengan merilis daftar layanan yang aman. Sebanyak 28 PLF telah ditetapkan sebagai layanan berprofil risiko rendah melalui keputusan resmi yang sama.

Platform ini umumnya memiliki fitur kontrol orang tua yang kuat atau memang didesain khusus untuk edukasi. Berikut adalah daftar lengkap platform berisiko rendah yang telah ditetapkan:

  • Apple Arcade
  • Lapak Gaming
  • Itemku
  • App Store
  • Apple Books
  • Situs Web Lazada Service
  • OPPO Official Website
  • Game Center & Games
  • Google Shopping
  • Livin' Next-G
  • Eidupay
  • DANA
  • UniPin
  • Livin' by Mandiri
  • Netflix Kids Profile
  • FaceTime
  • iMessage
  • Google Messages
  • Gmail
  • Canva Pendidikan
  • iCloud Drive & Photos
  • Siri
  • YouTube Kids
  • Google Maps
  • Gemini
  • Apple Maps
  • Apple Invites
  • Google Classroom


Sama seperti kategori sebelumnya, terdapat 10 PLF lain yang sudah diverifikasi berisiko rendah namun masih menunggu penetapan resmi. Layanan tersebut mencakup Google Play, PlayStation, Apple Music, Apple TV, Spotify, Ruangguru (App dan Web-based), Google Workspace, Google Search, Safari, dan Google Photos.


Mekanisme Penilaian Risiko oleh Kementerian Komunikasi dan Digital

Publik perlu memahami bahwa penilaian ini tidak dilakukan secara sembarangan. Komdigi menggunakan metodologi yang terstruktur dan transparan. Proses ini dimulai ketika PSE mengisi kuesioner penilaian mandiri.


Setelah data terkumpul, tim ahli Komdigi melakukan audit silang. Mereka memeriksa fitur privasi, mekanisme pelaporan konten, dan sistem verifikasi usia. Jika ditemukan celah, platform tersebut akan dikategorikan berisiko tinggi.


Pendekatan ini memaksa perusahaan teknologi untuk berbenah. Mereka tidak bisa lagi mengabaikan tanggung jawab sosialnya. Ancaman sanksi administratif menjadi pendorong utama kepatuhan terhadap PP TUNAS.


Peran Vital Orang Tua dalam Mengawasi Aktivitas Digital Anak

Daftar dari Komdigi hanyalah alat bantu. Peran utama tetap berada di tangan orang tua. Mengandalkan teknologi saja tidak cukup untuk menjamin keselamatan anak di dunia maya.


Orang tua harus aktif menginstal aplikasi pengawas keluarga. Fitur seperti Family Link atau Screen Time sangat membantu membatasi akses ke aplikasi berisiko tinggi. Selain itu, batasan durasi penggunaan gawai juga perlu diterapkan secara konsisten.


Komunikasi terbuka merupakan kunci utama. Ajak anak berdiskusi tentang bahaya konten negatif. Jelaskan mengapa beberapa aplikasi dibatasi aksesnya. Pendekatan persuasif biasanya lebih efektif daripada larangan keras yang memicu pemberontakan.


Edukasi literasi digital harus dimulai sejak dini. Ajarkan anak untuk tidak membagikan data pribadi kepada orang asing. Latih mereka untuk berpikir kritis sebelum mengklik tautan yang mencurigakan.


Analisis Akhir: Membangun Ekosistem Digital yang Aman bagi Generasi Muda

Rilisnya daftar platform berisiko tinggi bagi anak Komdigi menandai era baru pengawasan ruang digital di Indonesia. Regulasi ini bukan bertujuan mematikan inovasi, melainkan menciptakan ekosistem yang lebih bertanggung jawab.


Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan orang tua menjadi syarat mutlak. Tanpa sinergi ini, upaya perlindungan anak akan tetap bersifat parsial dan kurang efektif.


Masyarakat harus proaktif memanfaatkan informasi ini. Cek kembali gawai anak Anda hari ini. Pastikan tidak ada aplikasi berisiko tinggi yang terinstal tanpa pengawasan. Keamanan digital anak adalah investasi masa depan yang tidak bisa ditawar.

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.